Ingin Berhasil Membudidayakan Jagung? Terapkan 5 Hal Ini

Jagung merupakan makanan yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia karena jagung bisa menjadi pengganti makanan pokok seperti nasi. Tak sedikit masyarakat indonesia yang memilih untuk membudidayakan tanaman jagung. Pasalnya, selain jagung bisa diolah menjadi berbagai makanan, janggel, batang, klobot, dan daun jagung pun bisa dijadikan sebagai pakan ternak.

Jagung merupakan tanaman biji-bijian yang merupakan keluarga rumput-rumputan jenis pangan. Di Indonesia sendiri, sudah banyak yang membudidayakan jagung, dan yang paling banyak adalah jenis jagung hibrida. Jagung hibrida berkualitas unggul sering ditemukan di pasar.

Dalam membudidayakan jagung, diperlukan pengetahuan tentang syarat tumbuh dan faktor keberhasilan yang akan mempengaruhi produksi jagung. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tanaman jagung bisa dipanen dengan baik. Nah, bagi Anda yang berencana untuk menanam jagung, berikut ini adalah faktor-faktor keberhasilan dalam membudidayakan jagung.

Perhatikan kondisi lingkungan

Banyak orang yang berpaham bahwa jagung bisa ditanam di mana saja dan dalam kondisi apa saja. Hal itu memang benar. Namun, ada beberapa hal yang harus diketahui untuk membuat produksi hasil jagung memuaskan yaitu suhu udara (iklim), tempat, dan jenis tanah. Mari kita bahas satu per satu di bawah ini.

  • Iklim

Iklim yang baik untuk tanaman jagung adalah tropis atau subtropis. Hal itu berarti cocok di wilayah Indonesia yaitu sekitar daerah yang terletak pada 0-500 LU sampai 0-400 LS. Suhu yang baik dibutuhkan oleh tanaman jagung yaitu sekitar 21-34 derajat Celcius, dengan minimal 8 jam intensitas cahaya matahari dalam satu hari.

  • Tempat dan Jenis Tanah

Tanaman jagung ditanam di tempat yang memiliki ketinggian sekitar 1000 sampai 1800 mdpl dan ketinggian optimum sekitar 50 sampai 600 mdpl. Kemiringan tanah yang diperlukan yaitu kurang dari 7%.

Baca juga: Kenali Ragam Jenis Penyakit Jagung dan Cara Mengatasinya

Lahan Jagung

Memilih benih jagung yang berkualitas

Setiap tanaman yang tumbuh berdasarkan kualitasnya yang baik, maka hasil produksi yang maksimal pun akan dinikmati. Begitu pun dengan tanaman jagung, dalam membudidayakannya, para petani harus pintar dalam memilih benih yang akan ditanam. Di Indonesia sendiri, sudah tersedia benih jagung unggul yaitu benih jagung hibrida. Biasanya, benih tersebut dilapisi oleh fungisida, agar tanaman terlindung dari wabah penyakit dan dapat tumbuh dengan baik.

Waktu yang tepat untuk menanam jagung

Dalam menanam jagung, juga diperlukan waktu yang tepat, sehingga dapat dipanen dengan baik. Biasanya, bulan Mei hingga Juli adalah waktu yang baik untuk menanam jagung karena intensitas hujan telah menurun, bahkan selesai, sehingga sangat cocok untuk melakukan penanaman jagung.

Memberi pupuk

Salah satu cara untuk merawat tanaman jagung yaitu dengan memberi pupuk secara teratur. Pupuk yang digunakan untuk menaburi lahan adalah pupuk kandang/kompos sebanyak 10 hingga 20 ton per hektar. Setelah itu, beri 5 kg GDM Black Bos untuk per hektar agar tanah menjadi lebih subur. Jangan lupa juga untuk melakukan pembajakan tanah 5 hari sebelum penanaman dengan kedalaman 20 sampai 30 cm.

Merawat tanaman jagung

Untuk merawat tanaman jagung, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Merawat tanaman jagung bisa melalui tahap penjarangan dan penyulaman, yakni proses mengganti tanaman mati dengan tanaman yang baru. Setelah itu, lakukan pembersihan pada tanaman pengganggu.


Nah, itulah 5 faktor keberhasilan yang perlu Anda perhatikan untuk membudidayakan jagung. Semakin rajin merawat tanaman jagung, maka semakin baik pula hasil yang akan diperoleh.

Baca juga: 4 Cara Memanfaatkan Limbah Jagung secara Maksimal

Penulis: Epin Supini

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

One thought on “Ingin Berhasil Membudidayakan Jagung? Terapkan 5 Hal Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.