Fakta tentang Padi (Beras) di Indonesia

Jika berbicara tentang makanan pokok, Indonesia merupakan negara yang identik dengan beras sebagai makanan utama penduduknya.

Oleh sebab itu, kita banyak menjumpai petani-petani Indonesia yang fokus pada pengembangan tanaman padi. Bahkan di tahun-tahun sebelumnya, kampanye politik sering dikaitkan dengan program “swasembada beras”.

Ricepedia, sebuah situs yang memberikan informasi tentang beras dunia (dikelola oleh International Rice Research Institute, AfricaRice, dan International Center for Tropical Agriculture), mengatakan bahwa beras (nasi) tetap menjadi makanan pokok paling penting di Indonesia, meskipun beberapa kelompok masyarakat memanfaatkan ubi, jagung, atau sagu sebagai makanan pokok.

Padi/beras memang sudah sangat dekat dengan kita, tetapi mungkin ada beberapa fakta yang kita lupakan mengenai tanaman padi di negara kita sendiri. Bacalah tulisan di bawah ini untuk mengetahui fakta-fakta tersebut.

Penghasil beras terbesar nomor 3 di dunia

Indonesia merupakan negara penghasilan beras terbesar nomor tiga di dunia. Hal ini dikarenakan luasnya area yang digunakan untuk produksi padi.

Jika dilihat dari luas area penanaman padi, Indonesia memiliki lokasi penanaman padi yang sangat luas, yaitu sekitar 13,2 juta hektar pada tahun 2010.  Angka ini naik pada tahun 2015 menjadi 15,79 juta hektar. Kemudian pada 2017, luas lahan padi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, yakni menjadi 15,81 juta hektar.

Baca: 1001 Peluang Usaha Petani Muda

Menurut data dari Kementerian Pertanian, jumlah tersebut terdiri dari 14,63 juta hektar padi sawah dan 1,16 juta hektar padi ladang.

Dari 261,1 juta penduduk di Indonesia, terdapat sekitar 25,9 juta petani yang menanam padi. Angka tersebut merupakan 77% dari keseluruhan jumlah petani yang ada di Indonesia. Rata-rata lahan pertanian mereka adalah 1 hektar, dengan mayoritas petani menanami lahan seluas 0,1-0,5 hektar.

Lahan padi terkonsentrasi di Pulau Jawa

Lahan padi memang lebih banyak ditemukan di daerah-daerah Indonesia bagian barat, terutama Pulau Jawa.  Hampir 60% total produksi padi berasal dari pulau yang juga memiliki penduduk terbanyak di Indonesia ini.

Di antara semua provinsi, Jawa Timur adalah wilayah yang memiliki lahan padi terbesar, yaitu 2,29 juta hektar atau sekitar 15% dari keseluruhan luas lahan padi di Indonesia. Angka ini kemudian diikuti oleh Provinsi Jawa Barat dengan lahan padi seluas 2,12 juta hektar atau sekitar 13,44% dari luas seluruh lahan padi. Sementara itu, wilayah yang memiliki lahan padi tersempit adalah Maluku dan Papua, yakni hanya seluas 114 ribu hektar.

Konsumen beras nomor satu di dunia

Indonesia merupakan konsumen beras terbesar nomor 1 di dunia. Hal ini disebabkan karena budaya kita yang memang banyak mengonsumsi nasi (tiga kali sehari) dan juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk.

Baca: Fakta! Kebun Kopi Indonesia Terluas, di atas Brazil dan Vietnam

Pada 2010, konsumsi beras di Indonesia mencapai 130 kg/kapita/tahun. Tahun 2014, angka ini mengalami penurunan, yaitu menjadi 124 kg/kapita/tahun, kemudian menurun lagi di tahun 2017 menjadi 117 kg/kapita/tahun. Penurunan tersebut diakibatkan karena berkurangnya jumlah penduduk di Indonesia seiring pesatnya penerapan keluarga berencana.

Jenis padi di Indonesia

Secara umum, terdapat tiga jenis padi yang paling sering ditanam di Indonesia, yaitu

  • Padi Hibrida
  • Padi Unggul
  • Padi Lokal.

Padi Hibrida sering disebut sebagai varietas padi untuk sekali tanam. Hasil panen dari Padi Hibrida biasanya maksimal. Namun, jika varietas Padi Hibrida ditanam kembali, hasilnya akan jauh menurun dari sebelumnya. Jenis padi ini sangat berbeda dengan Padi Unggul.

Baca: 4 Inovasi Pertanian oleh Mahasiswa UGM

Padi Unggul dapat ditanam berkali-kali. Jika diperlakukan dengan baik, hasilnya akan sangat memuaskan. Hasil panennya juga dapat kembali dijadikan sebagai bibit. Di Indonesia, pemerintah telah melakukan pengembangan terhadap varietas padi yang satu ini, yaitu dengan membuat varietas unggul tahan wereng cokelat.

Terakhir adalah Padi Lokal, yaitu varietas padi yang telah lama beradaptasi di area tertentu. Oleh karena itu, jenis padi ini tidak dapat berkembang dengan baik di semua daerah di Indonesia, tetapi hanya di daerah-daerah tertentu saja, misalnya Padi Dharma Ayu di Indramayu dan Ketan Lusi di Yogyakarta.

Penulis: Hutri Cika Berutu 

Sumber referensi: Ricepedia.org

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.