Apa Jenis Tanah yang Baik untuk Kelapa Sawit?

Kelapa sawit umumnya bisa tumbuh di beberapa jenis tanah, mulai dari latosol, podsolik, hidromorfik kelabu, regosol, andosol, hingga alluvial. Namun, kemampuan sawit berproduksi di setiap daerah akan berbeda sesuai dengan kualitas tanahnya. Umumnya, lahan yang dibutuhkan adalah yang relatif datar, dengan struktur lapisan yang cukup tebal, tidak mudah tergenang dan subur.

Secara umum, jenis-jenis dan karakteristik tanah yang baik untuk menanam kelapa sawit adalah sebagai berikut:

Tanah latosol

Tanah ini berwarna merah sampai kecoklatan sehingga masyarakat awam kemudian sering menyebutnya dengan tanah merah. Karakteristik utamanya merupakan tanah dalam, mudah menyerap air, memiliki kandungan bahan organik dengan level sedang, dan kadar pH mulai dari netral sampai asam.

Tanah Latosol
Sumber: jagad.id

Tipe latosol banyak ditemui di daerah-daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bali, Jawa, Sulawesi Utara dan Papua. Di luar tanaman kelapa sawit, area dengan latosol juga dikenal sangat baik untuk menanam tumbuhan semacam palawija, padi, karet, dan kopi.

Baca juga: 10 Manfaat Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui

Tanah alluvial

Jenis ini memiliki ciri-ciri yang mirip dengan tanah latosol. Hanya saja, tanah alluvial terbentuk dari hasil pengendapan material halus, misalnya dari aliran sungai. Oleh karena itu, tipe ini banyak ditemukan di daerah aliran sungai (DAS). Karakteristik utamanya adalah berwarna kelabu dengan struktur agak longgar (sedikit lepas-lepas).

Tanah Alluvial
Sumber: jagad.id

Sementara untuk tingkat kesuburannya, tergantung dari material apa yang dibawa oleh aliran sungai. Jika yang “terbawa” adalah material bagus, maka akan meningkatkan kebaikan tanah. Untuk jenis ini, tanaman yang ideal untuk ditumbuhi adalah padi, palawija, buah-buahan, tembakau dan berbagai variasi tanaman palma juga, misalnya aren atau kelapa.

Tanah organosol

Tanah organosol merupakan jenis tanah yang terbentuk sebagai hasil dari proses pelapukan bahan organik. Karenanya, tidak heran jika organosol pun termasuk salah satu jenis tanah yang paling subur. Tanah organosol bisa dibagi menjadi dua menurut strukturnya seperti humus dan gambut.

Tanah Organosol
Sumber: jagad.id

Humus memiliki banyak sekali kekayaan unsur hara, sementara gambut sifatnya cenderung asam. Wilayah gambut biasanya kurang ideal untuk tanaman lain, namun untuk kelapa sawit, ia sangat cocok.


Itulah 3 jenis tanah yang baik untuk kelapa sawit. Di luar jenis-jenis di atas, perlu diingat bahwa tanah harus memiliki unsur-unsur penting sebagai syarat kesuburannya. Unsur-unsur penting tersebut yaitu nitrogen, fosfat, kalium, magnesium, Cu, Zn, Fe, boron dan hasil-hasil pelapukan kayu—termasuk fosil ratusan tahun yang mengandung sifat organik.

Spesifikasi kesuburan tanah setidaknya membutuhkan:

  • Kandungan oksigen sebanyak 25%
  • Kandungan air sebanyak 25%
  • Kandungan organik sebanyak 15%
  • Mineral-mineral (alami) tanah sebanyak 35%

Namun kesimpulannya, kandungan-kandungan ini harus seimbang di dalam tanah supaya ekosistem kelapa sawit tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: Apakah Lahan Gambut Cocok untuk Perkebunan Sawit?

Sumber gambar utama: korindo.co.id

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.