Cara Memanen dan Menangani Pasca Panen Bunga Krisan

Info

Written by:

Produk hortikultura memiliki ciri utama yaitu kandungan air yang tinggi dan mudah rusak. Produk hortikultura meliputi buah, sayur, tanaman hias, dan tanaman obat. Bunga krisan merupakan salah satu produk hortikultura yang saat ini semakin berkembang dan memiliki prospek yang menjanjikan seiring dengan berkembangnya komoditas tanaman hias di Indonesia. Terlebih lagi, bunga krisan merupakan salah satu komoditi utama dalam tanaman hias yang umumnya digunakan sebagai bouquet  bunga atau hiasan.

Mutu bunga krisan dinilai dari penampilan visualnya, mulai dari tangkai, daun, dan mahkotanya. Faktor utama dalam menjaga tanaman krisan tetap bermutu adalah panen dan pasca panen yang tepat. Salah satu masalah utama yang sering muncul saat panen dan pasca panen bunga krisan adalah kehilangan hasil, yang disebabkan oleh faktor fisiologis, faktor iklim mikro, serangan hama dan penyakit, faktor budidaya, serta penanganan panen dan pasca panen.

Cara Memanen Bunga Krisan

Bunga krisan harus dipanen pada saat yang tepat, pada tingkat kematangan buah yang optimal yaitu pada saat bunga tidak terlalu kuncup dan tidak terlalu mekar. Jika bunga dipanen saat belum mekar, maka bunga akan sulit mekar atau akan mekar jika diberi perlakuan khusus yang memakan lebih banyak biaya. Sementara, jika bunga dipanen saat terlalu mekar, maka akan memperpendek masa simpannya.

Pemanenan krisan dilakukan saat tanaman berumur 12-14 minggu setelah panen. Waktu panen yang baik adalah saat suhu rendah, misalkan pagi sebelum jam 7. Pada saat tersebut, kandungan air masih tinggi sehingga bunga masih tampak segar. Pemanenan juga dapat dilakukan pada sore hari setelah jam 15:00.

Pemanenan Bunga Krisan

Sumber: infopublik.id

Pemanenan dapat dilakukan apabila bunga yang berada di tengah telah membuka dan bunga yang berada di sekelilingnya telah mekar sepenuhnya. Bunga yang dipanen pada pagi hari akan terlihat lebih segar, sementara bunga yang dipanen pada sore hari sebaiknya diberikan perlakuan khusus yaitu pangkal tangkai direndam dengan air yang dicampur dengan nutrisi tanaman.

Pada saat pemanenan, sebaiknya juga melakukan seleksi atau grading berdasarkan kualitasnya. Bunga yang tidak termasuk grade I dan grade II sebaiknya tidak dipanen. Kriteria grade bunga krisan adalah sebagai berikut:

  1. GradeI : bunga mekar (tidak terlalu mekar atau terlalu kuncup), tidak terserang HPT, segar, tidak bergerombol, tidak terdapat busuk kehitaman pada pinggir kelopak bunga, batang besar sesuai dengan jenisnya, tegak dan lurus, panjang minimum 75 cm, daun tidak kering dan hijau segar, bentuk bunga normal, dan tidak ada kelainan bentuk atau warna.
  2. Grade II : bunga mekar dan segar, boleh bergerombol namun tidak terserang HPT, batang lurus dengan ukuran minimum 50 cm namun ukuran diameter boleh sedikit lebih kecil dari grade I. Kriteria lainnya sama dengan grade I namun lebih ditoleransi, misalnya daun terserang HPT tapi tidak terlalu parah.

Pemanenan bunga krisan dilakukan dengan memotong tangkai batangnya 15 cm dari permukaan tanah dengan menggunakan gunting panen, kemudian daun dirompes pada 1/3 bagian tangkai bunga dan dikumpulkan 10 tangkai di atas net agar mempermudah proses penghitungan.

Baca juga: Manfaat Bunga Matahari dan Cara Mengolahnya

Cara Menangani Pasca Panen Bunga Krisan

Pasca Panen Bunga Krisan

Sumber: business.google.com

Penanganan pasca panen bunga krisan merupakan kegiatan yang dilakukan setelah bunga dipanen sampai bunga tersebut diterima oleh konsumen. Penanganan pasca panen bunga krisan meliputi pengumpulan bunga yang telah ditanam, transport ke tempat sortasi, sortasi dan grading, pengikatan, pembungkusan, perendaman, penyimpanan, pengepakan, dan pengiriman.

Bunga yang sudah dipanen diletakkan di atas wire mesh, yang dibawahnya digunakan kain pelindung dan disimpan di tempat yang teduh, kemudian bunga dibungkus dengan kain tersebut. Tangkai bunga lalu dipotong kembali agar rata.

Kemudian, tangkai bunga dimasukkan ke dalam ember yang berisi air. Selanjutnya, bunga dibawa ke ruang pasca panen untuk di-grading sesuai dengan mutu perusahaan. Untuk pengemasan, bunga termasuk komoditi hortikultura non-pangan yang mudah rusak dan harus dipasarkan dalam keadaan segar. Kemasan merupakan penunjang kegiatan transportasi, distribusi, dan merupakan usaha untuk mengatasi persaingan dalam pemasarannya.

Cara pembungkusan bunga yaitu bunga diletakkan di atas kertas, kemudian digulung dari sudut kiri bawah sampai kanan bawah hingga membentuk kerucut terbalik, bagian tepi luar dikuatkan dengan selotip, kemudian bunga dimasukkan ke dalam ember berisi air agar tidak layu.

Penyimpanan bunga dilakukan selama masa tunggu bunga untuk disortasi, di-grading, dan dibungkus. Penyimpanan bunga diletakkan pada suhu kamar, sementara penyimpanan bunga untuk stock dilakukan dalam cool storage dengan suhu 7℃-15℃.

Bunga Krisan

Sumber: serba-budidaya.blogspot.com

Untuk pengepakan saat bunga dikirim ke konsumen, dibedakan antara pengepakan untuk dikirim di dalam negeri dan pengepakan untuk pengiriman luar negeri. Pengepakan dalam negeri menggunakan kardus berwarna coklat dengan ukuran 90 cm x 45 cm x 90 cm, sementara pengiriman ke luar negeri menggunakan dus karton putih berbentuk segitiga panjang.

Untuk teknik penyusunan bunga yaitu dengan meletakkan bunga secara berselang-seling dan dipadatkan untuk mengurangi gerakan selama distribusi berlangsung. Bunga yang telah disusun rapi kemudian ditutup dan dilakban, sementara untuk ekspor, kardus diikat dengan mesin tali.

Pengiriman untuk ekspor dilakukan dengan menggunakan mobil box besar pendingin dengan suhu 13℃. Sedangkan, pengiriman lokal menggunakan mobil box besar pendingin atau mobil box kecil tanpa pendingin namun memiliki ventilasi udara.


Nah, itulah cara-cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pemanenan dan menangani pasca panen bunga krisan. Dengan melakukan cara-cara tersebut, kehilangan hasil bunga krisan saat panen bisa diminimalisir.

Baca juga: Produksi Bunga Potong di Tanah Air

Sumber gambar utama: bibitonline.com

Penulis: Nevy Widya Pangestika
Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.