Data Produksi Cabai Terus Meningkat, Namun Harga Pasar Selalu Tinggi

Produksi cabai terus meningkat

Dalam 7 tahun terakhir, produksi cabai merah besar dan cabai rawit terus naik.

Data dari Lembaga Riset Data Katadata menunjukkan pada 2016 produksi cabai merah besar dan cabai rawit hampir tembus 2 juta ton dengan rincian cabai merah besar 1 juta ton dan cabai rawit 939 juta ton.

Menurut Katadata, produksi cabai merah besar dan rawit dari 2012 – 2016 terus naik. Khusus cabai merah besar, puncaknya pada 2014 dengan total produksi mencapai 1.1 juta ton, sementara untuk cabai rawit terus naik tiap tahunnya.

  • 2012 cabai merah besar 954.4 ribu ton, cabai rawit 702.3 ribu ton
  • 2013 cabai merah besar 1 juta ton, cabai rawit 713.5 ribu ton
  • 2014 cabai merah besar 1.1 juta ton, cabai rawit 800.5 ribu ton
  • 2015 cabai merah besar 1 juta ton, cabai rawit 869.9 ribu ton
  • 2016 cabai merah besar 1 juta ton, cabai rawit 939.1 ribu ton

Data itu selaras dengan pemerintah. Kementerian Pertanian bahkan menyebutkan produksi cabai merah dan rawit hingga Juni 2018 akan mengalami surplus produksi hingga 16.6 ribu ton per bulan.

Baca: Fakta tentang Padi (Beras) di Indonesia

Data produksi/ketersediaan:

  • Maret: ketersediaan cabai merah 101.855 ton, cabai rawit 78.564 ton
  • April: ketersediaan cabai merah 101.971 ton, cabai rawit 78.955 ton
  • Mei: ketersediaan cabai merah 106.242 ton, cabai rawit 83.315 ton
  • Juni: ketersediaan cabai merah 104.935 ton, cabai rawit 84.872 ton

Data kebutuhan/konsumsi:

  • Maret: kebutuhan cabe merah 93.645 ton, cabai rawit 69.945 ton
  • April: kebutuhan cabe merah 93.743 ton, cabai rawit 70.747 ton
  • Mei: kebutuhan cabe merah 97.741 ton, cabai rawit 75.230 ton
  • Juni: kebutuhan cabe merah 96.931 ton, cabai rawit 76.532 ton

Produksi cabai merah dan rawit tersebut, terutama dipasok sejumlah daerah sentra penghasil cabai di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Di Jawa, beberapa sentra itu seperti Kabupaten Garut, Cianjur, Simalungun, Tanah Datar, Rejang Lebong, Magelang, Temanggung, Tuban, Malang, dan Lombok Timur.

Untuk menyikapi surplus produksi, pemerintah mengajak industri menyerap hasil panen cabai petani. Organisasi Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) mengakui dunia industri sudah menyerap produksi cabai, bahkan hingga 40% dari total produksi yang ada, terutama di momen lebaran dan Idul Fitri.

Baca: Fakta! Kebun Kopi Indonesia Terluas, di atas Brazil dan Vietnam

Surplus, namun harga cabai sering melonjak

Mungkin anda bertanya, kenapa produksi cabai petani berlebih, tapi kok harga masih sering naik. Pertanyaan itu benar. Dan jawabannya adalah, harga cabai masih sering melonjak karena beberapa alasan berikut.

1. Sentra Produksi Belum Merata

Hingga saat ini 50% sentra produksi cabai nasional masih terpusat di Jawa. Dengan kondisi seperti ini, jika sampai terjadi gagal panen di sebagian daerah, dampak terhadap kenaikan harga cabai sangat tinggi.

Karena kebutuhan dari daerah yang mengalami gagal panen harus mendatangkan dari daerah lain. Cara ini bisa membuat harga cabai lebih mahal karena ada biaya transportasi yang lebih besar yang harus dikeluarkan.

2. Ketimpangan Harga Tinggi

Disparitas atau perbedaan harga cabai di banyak sentra produksi masih tinggi. Hal itu terjadi karena ongkos produksi tiap sentra tidak sama.

Beberapa penyebab ongkos produksi tidak sama, terkait dengan upah ketenagakerjaan, pupuk dan jalur-jalur pemasaran yang berbeda di setiap daerah sentra produksi. Pada akhirnya, hal-hal tadi berujung pada harga cabai menurut pasar.

Maksudnya, jika ada pengepul atau pasar yang mendapat pasokan cabai dari sentra yang berbeda-beda dengan harga yang berbeda-beda pula, ada kecenderungan harga yang berlaku berdasarkan harga pasokan termahal.

3. Kebiasaan mengkonsumsi cabai segar

Kebanyakan masyarakat Indonesia lebih menyukai cabai segar ketimbang olahan seperti cabai kering atau sudah dalam bentuk kemasan, misalnya sambal kemasan.

Begitu juga saat memasak lauk pauk, masyarakat cenderung menggunakan cabai segar ketimbang cabai kering. Padahal sifat alami cabai itu mudah rusak. Jadi jika ada panen raya dan harga murah, maka itu juga tidak akan berlangsung lama.


Cara mengatasi harga cabai yang mudah fluktuasi

Nah, untuk mengatasi problem harga cabai yang mudah mengalami fluktuasi, pemerintah sudah mulai melakukan beberapa hal. Targetnya, 30 tahun yang akan datang tidak lagi terjadi kelangkaan-kelangkaan yang bisa berakibat pada goncangnya harga cabai.

1. Memperluas Lahan Produksi

Harga cabai melonjak tinggi
Source: megapolitan.kompas.com

Sebagai contoh, jika produksi saat ini ditopang oleh sekian luas lahan, maka ke depannya luas lahan pertanian cabai itu harus terus diperluas minimal 2 kali.

Dengan harapan hasil produksi bisa selalu di atas kebutuhan. Perkiraan perluasan itu sekaligus bisa mengantisipasi jika ada sebagian gagal panen di daerah tertentu.

Beberapa daerah sudah memperluas dan terus memperluas areal perkebunan cabai. Misalnya Kabupaten Banyuwangi, salah satu sentra penghasil cabai tertinggi nasional.

Baca: Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula

2. Pemerataan Sentra-Sentra Produksi

Saat ini sekitar separuh sentra produksi cabai nasional berada di Jawa. Berikutnya, harus ada penambahan sentra produksi di daerah-daerah potensial lainnya di luar Pulau Jawa.

3. Digitalisasi Pemasaran Cabai

Di era kemajuan internet sekarang ini, e-commerce dipandang sebagai cara baru yang sangat potensial untuk dimanfaatkan dalam proses pemasaran cabai.

Hanya saja, peluang ini masih menghadapi tantangan, yakni para pelaku e-commerce tidak punya ruang penyimpanan produk secara aman mengingat cabai termasuk jenis barang yang mudah rusak. Solusinya, harus ada pengembangan produksi pasca panen agar cabai bisa tetap awet atau cabai olahan, seperti cabai kering giling misalnya.

Anda bisa menjualnya melalui aplikasi Pak Tani Digital

Penulis Fuad Bakhtiar

Referensi:

  • databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/05/30/berapa-produksi-cabe-domestik
  • www.tribunnews.com/nasional/2018/03/23/kementerian-pertanian-sebut-ketersediaan-cabai-dan-bawah-merah-aman
  • www.liputan6.com/bisnis/read/2961581/industri-borong-cabai-bikin-harga-meroket
  • ekonomi.kompas.com/read/2017/10/18/143017626/kementan-ungkap-penyebab-harga-cabai-kerap-bergejolak
  • www.kemenperin.go.id/artikel/9647/Industri-Akan-Tampung-Kelebihan-Pasokan-Cabai
  • ekonomi.kompas.com/read/2017/10/18/163000726/rantai-pasok-cabai-panjang-e-commerce-bisa-jadi-solusi
  • ekonomi.kompas.com/read/2017/01/24/182803526/ini.strategi.kementan.hadapi.masa.paceklik.dan.fluktuasi.harga.

Solusi Digital Pertanian Indonesia | Mempertemukan petani dan pembeli akhir produk pertanian Indonesia - Sejahteralah Petani Indonesia

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top