Mengenal Sistem Irigasi Otomatis Tanpa Kabel (Wireless Sensor Network)

Sistem pengairan merupakan salah satu sistem pokok yang memiliki nilai penting dalam penentuan berhasil atau tidaknya suatu produk tani dibudidayakan. Sistem pengairan yang baik tentunya akan meningkatkan produksi hasil tani karena asupan air yang dibutuhkan oleh tanaman menjadi semakin tercukupi.

Masalahnya, banyak petani yang masih mengandalkan sistem pengairan konvensional. Jumlah kadar air yang diberikan selama proses pengairan pun tidak ditentukan dengan rinci dan hanya mengandalkan perkiraan saja. Hal ini tentu secara tidak langsung dapat menurunkan kualitas produk tani karena asupan air yang diberikan kurang sesuai dengan kebutuhan tanaman itu sendiri.

Oleh karena itu, saat ini, para ilmuwan pertanian sudah mulai aktif mengembangkan berbagai teknologi pertanian tepat guna di berbagai sektor pertanian, termasuk juga dalam mengatasi masalah pengairan. Salah satu teknologi yang mulai dikenalkan adalah sistem irigasi otomatis tanpa kabel, Wireless Sensor Network (WSN).

Apa itu Sistem Irigasi Otomatis WSN?

Teknologi pengairan WSN adalah sekumpulan perangkat yang dibuat dari beberapa node yang dapat saling berkomunikasi melalui jaringan tanpa kabel. Kegunaan dari teknologi ini adalah kemampuannya dalam melakukan proses monitoring, penyajian informasi ke user, dan juga melakukan pengiriman data melalui sistem tertanam. Dengan begitu, para petani dapat memberikan kadar air yang sesuai dengan kebutuhan tanaman secara cepat dan otomatis.

Teknologi pengairan nirkabel WSN ini menggunakan banyak komponen elektro yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, antara lain transceiver nRF24L01+ yang berfungsi sebagai transmiter untuk mengirimkan data melalui gelombang radio, Arduino Nano yang digunakan sebagai pengendali elektronik, dan mikrokontoler Solenoid Valve yang digunakan sebagai pengendali penyaluran irigasi yang diaktivasi oleh mikrokontroler.

Baca juga: Ketahui Jenis-Jenis Irigasi dalam Pertanian

Bagaimana sistem kerjanya?

Wireless Sensor Network Irigasi Otomatis
Sumber: ugm.ac.id

Sistem irigasi otomatis yang satu ini menggunakan sistem kerja yang menghubungkan beberapa rangkaian yang nantinya akan dikontrol dengan sistem kontrol. Rangkaian alatnya sendiri dibagi ke dalam 2 macam yaitu rangkaian node sensor yang berfungsi untuk menghitung kelembaban tanah, rangkaian server gateway, dan sistem energi surya.

 

Untuk bisa menjalankan teknologi kontrol irigasi otomatis ini, pengguna harus mengatur terlebih dahulu berapa nilai standar atau set point dari kelembaban tanah yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan perkembangan produk tani. Sensor mesin irigasi biasanya sudah menunjukkan beberapa skala kelembaban tanah antara lain 0 – 300 untuk tanah kering, 300 – 700 untuk tanah lembab, dan 700 – 1023 untuk tanah basah.

Mekanisme kerja dari teknologi irigasi nirkabel ini adalah dengan mengambil data sensor dari kelembaban tanah irigasi. Namun sebelumnya, alat ini sudah diatur terlebih dahulu untuk bisa menentukan berapa nilai kadar yang tepat untuk kelembaban tanah. Jika nilai kelembaban tanah sudah sesuai dengan nilai standar, maka mesin otomatis mati. Namun, jika nilai kelembaban tidak sesuai, maka mesin irigasi otomatis akan menyala.

Jika kondisi tanah pertanian terdeteksi kering, maka Solenoid Valve akan membuka aliran air secara otomatis hingga tanah basah dan akan menutup secara otomatis jika kelembaban tanah telah mencapai nilai set point yang telah ditetapkan. Cara kerja ini akan terus berjalan secara otomatis sehingga kelembaban tanah akan selalu berada pada nilai optimal untuk perkembangan tanaman.

Apa manfaatnya di bidang pertanian?

Sawah

Dengan adanya sistem atau mesin irigasi otomatis ini, maka para petani tidak harus selalu mengecek kondisi pengairan yang terjadi pada tanaman mereka. Cara kerja mesinnya yang otomatis ini akan semakin mempermudah petani karena mereka tidak harus lagi pergi bolak-balik ke sawah ataupun kebun untuk mengecek kondisi perairan.

Petani juga tidak lagi mengairi tanaman dengan modal perkiraan saja. Mesin ini sudah secara otomatis mengatur kadar kelembaban yang dibutuhkan oleh tanaman yang dibudidayakan agar mencapai nilai optimum.


Demikianlah informasi tentang sistem irigasi otomatis tanpa kabel. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan Anda semuanya.

Baca juga: 5 Manfaat Teknologi Drone Untuk Sektor Pertanian

Sumber gambar utama: Jurnal Simetris

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.