Ini Dia Syarat-Syarat Tumbuh Tanaman Kale

Tanaman Kale merupakan salah satu tanaman family Brassicaceae, sering disebut juga dengan tanaman Kailan (Brassica Oleraceae var achepala). Kale termasuk salah satu jenis sayuran yang digemari oleh masyarakat. Tanaman ini berdaun tebal, mengkilap, berwarna hijau, dan batangnya tebal dengan sejumlah kepala bunga yang berukuran kecil, mirip dengan bunga brokoli.

Dengan mengandung sumber vitamin K yang sangat baik dalam membantu proses pembekuan darah, vitamin A untuk kesehatan mata, dan warna hijau yang mengandung isotiosianat (senyawa yang menangkal kanker), tanaman ini sangat popular di kalangan masyarakat (Hendra dan Andoko, 2014).

Permintaan masyarakat yang tinggi terhadap sayuran kailan ini dapat memiliki nilai komersial yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai sebuah  usaha. Usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksinya adalah dengan memperluas areal penanaman, menjaga kesuburan tanah, serta menerapkan teknik budidaya yang baik.

Syarat Tumbuh Tanaman Kale

Nah, dalam perluasan areal penanaman, kita perlu memperhatikan syarat tumbuh tanaman kale terlebih dahulu. Apa saja syarat-syarat tumbuhnya? Silahkan simak di bawah ini.

Tanaman kale cocok ditanam di tanah yang lempung berpasir, gambut, dan mengandung bahan organik serta dapat ditanam pada ketinggian 700-1500 mdpl. Suhu rata-rata hariannya sekitar 150C – 250C. Jika pada saat suhu yang rendah, tanaman tersebut menunjukkan nekrosa pada jaringan daunnya sehingga dapat mengakibatkan kematian pada tanaman itu sendiri.

Tanaman Kale

pH optimum yang dibutuhkan adalah 6,0 – 6,8. Syarat tumbuh tanaman kale yang lain yaitu lokasi atau lahan yang dijadikan sebagai tempat budidaya haruslah terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung serta drainase yang cukup (Wahyudi, 2010).

Tanaman Kale tidak hanya dibudidayakan di media tanah tetapi juga dapat dibudidayakan secara hidroponik. Tanaman ini biasanya dipanen pada umur 50-70 hari sesudah biji ditanam. Kale juga dapat dibudidayakan di lahan yang sempit dengan sistem vertikultur.

Baca juga: 3 Masalah yang Muncul pada Sistem Penanaman Vertikultur

Sistem vertikultur merupakan cara budidaya yang dilakukan dengan menetapkan media tanam yang digunakan pada wadah yang disusun secara vertikal dengan upaya hal tersebut dapat memanfaatkan ruang ke arah vertikal. Keuntungan budidaya tanaman kale dengan sistem vertikultur yaitu hemat lahan, air, umur tanaman relatif pendek, mendukung pertanian organik, wadahnya dapat disesuaikan dengan tempat budidayanya, dan dapat diaplikasikan oleh semua orang yang berminat. Media yang sering digunakan yaitu dengan top soil, pasir, dan kompos dengan perbandingan 3:1:1.

Dalam budidaya kale, dibutuhkan pupuk organik cair yang dapat melengkapi serta menambah ketersediaan bahan organik dalam tanah. Selain itu, unsur N merupakan unsur yang penting untuk tanaman Kailan, unsur N sangat membantu proses fotosintesis.


Nah, itulah syarat-syarat tumbuh tanaman kale yang perlu kamu ketahui. Bagaimana menurut kamu Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk membudidayakan tanaman kale?

Baca juga: 4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui

Penulis: Wiwi Sepriani
Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.