Mengenal Teknologi Agrikultur Modern yang Bermanfaat Bagi Petani

Berbicara mengenai teknologi agrikultur, tentu tidak terlepas dari perkembangan teknologi itu sendiri yang dalam tiap masa berubah, perubahan yang akan semakin jauh lebih maju dan modern. Teknologi yang ditemukan semakin memudahkan pekerjaan manusia di semua bidang, tak terkecuali bidang pertanian yang hingga sekarang masih menjadi salah satu andalan manusia.

Pertanian dari waktu ke waktu terus berubah dan berkembang. Dalam arti, seluruh aspek di dalam bidang pertanian juga berubah. Bahkan, hasil produksi pertaniannya juga berubah. Tentu saja, perubahan ke arah yang lebih baik atau bersifat progresif. Misalnya, hasil panennya semakin bertambah banyak, kualitas hasil panennya juga semakin bagus. Dengan begitu, hasil panen tersebut dapat didistribusikan di tengah masyarakat dengan nilai finansial yang lebih tinggi.

Para petani yang terlibat dalam memproduksi hasil pertanian tersebut akhirnya terangkat kesejahteraannya yang jauh lebih baik. Itulah yang paling diinginkan oleh para petani di seluruh dunia. Oleh karena itu, beragam cara dilakukan agar bisa mencapai tujuan tersebut. Salah satunya adalah dengan mengadakan beragam penelitian, percobaan, dan inovasi untuk bisa menemukan teknologi agrikultur yang tepat sasaran.

Teknologi pertanian yang tepat sasaran dapat diartikan sebagai teknologi tersebut benar-benar sangat membantu dan bermanfaat bagi para petani, baik petani secara umum atau keseluruhan maupun kelompok-kelompok petani tertentu.

Petani Digital
Foto: temasek.com.sg

Sebagai contoh, Anda seorang petani yang menggarap lahan tanaman padi di wilayah yang beresiko cukup tinggi. Dalam arti, lahan pertanian tersebut rawan terkena banjir saat musim penghujan sekaligus rawan kekeringan saat musim kemarau. Maka dari itu, Anda harus lebih jeli untuk menentukan kapan mulai menanam bibit padi yang disesuaikan dengan datangnya puncak musim penghujan dan kemarau. Dengan begitu, Anda masih bisa merasakan masa panen minimal dua kali setahun.

Baca juga: Petani Digital Tak Lagi Tertinggal

Bila hanya mengandalkan insting atau naluri bertani saja, tentu saja belum cukup. Oleh karena itu, Anda membutuhkan bantuan lainnya dalam wujud teknologi agrikultur. Ada cukup banyak teknologi pertanian yang sudah berhasil diciptakan oleh para pakar di bidangnya. Teknologi tersebut sudah berhasil diaplikasikan secara global. Berikut ini adalah beberapa teknologi agrikultur yang sangat membantu para petani.

Agriculture Information System (AIS)

Dapat disebut juga dengan Sistem Informasi pertanian dimana semua informasi di bidang pertanian secara umum disajikan dalam wujud digital dan diaplikasikan secara komputerisasi. Jenis datanya bukan hanya data kuantitatif atau fisik saja, tetapi juga data kualitatif atau non-fisik.

Dengan begitu, para petani atau tiap orang yang membutuhkan data perihal pertanian di wilayah ataupun daerah tertentu dapat mengaksesnya lebih mudah. Informasi dari data yang disajikan tersebut bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi petani untuk melakukan kegiatan pertanian seperti yang direncanakan sebelumnya.

Lalu, apa saja keunggulan dari AIS tersebut?

Petani yang Menggunakan Gadget untuk Pertanian

Pertama, informasinya disajikan dalam bentuk spasial atau keruangan. Artinya, informasi disampaikan sesuai dengan bentuk geografisnya, sehingga data-data tersebut lebih mudah dipahami meskipun baru saja mempelajari AIS. Karena datanya disajikan secara geografis dan keruangan, maka jangan heran jika Anda akan selalu melihat peta digital saat mengaksesnya. Bagi orang yang sudah familiar membaca maupun menginterpretasi peta (mapping), tentu saja tidak masalah saat melakukannya. Berbeda dengan sebagian orang lainnya yang belum pernah melakukannya sebelumnya. Dengan begitu, mereka perlu belajar dan pelatihan terlebih dulu.

Keunggulan yang kedua, yaitu akses data yang lebih mudah. Hal itu disebabkan oleh datanya ditampilkan dalam wujud digital dan spasial. Anda yang ingin mengaksesnya cukup membuka software terkait di komputer, lalu memilih data mana yang ingin dilihat. Bahkan, data tersebut juga bisa dibagikan secara online kepada orang ataupun pihak lain. Bila Anda menginginkan datanya untuk presentasi atau sejenisnya, bisa diambil secara digital maupun dicetak.

Keunggulan yang ketiga, yaitu dapat menganalisis data spasial. Sudah dijelaskan di atas bahwa data AIS ditampilkan secara spasial. Oleh karena itu, tiap orang yang mengaksesnya dapat juga menganalisisnya. Tentu saja hanya bagi orang yang mampu menganalisisnya. Cara menganalisis data spasial semacam itu bisa dimulai dari melihat dan membaca informasi yang disajikan. Selanjutnya, data yang dibaca tersebut dicocokkan atau disesuaikan dengan kondisi fisik lahan pertanian yang ingin diketahui. Setelah itu, barulah bisa disimpulkan perihal lahan pertaniannya, apakah bermasalah atau tidak. Selain itu, bisa juga mengetahui kondisi lingkungan alam di sekitar lahan tersebut. Semua bisa dilakukan dengan menganalisis data spasialnya di AIS.

Teknologi Sensor

Teknologi Sensor Gamaya
Foto: welcome.ai

Satu lagi teknologi agrikultur yang berhasil ditemukan dan diaplikasikan di lahan pertanian. Teknologi tersebut melibatkan kendaraan robot pertanian yang sudah dibekali dengan kamera yang berfungsi untuk mengambil gambar. Bukan sekedar gambar atau foto yang biasa diambil oleh kamera digital atau peralatan gadget lainnya,. teknologi ini mampu menangkap dan mengambil gambar dengan ukuran yang super kecil.

Selanjutnya, gambar-gambar tersebut dapat diolah datanya agar bisa mendapatkan informasi dalam bentuk spektrum elektromagnetik. Dengan begitu, orang yang menggunakannya bisa mengidentifikasi dan menganalisis lahan pertaniannya. Tentu saja, tujuannya untuk mendukung pengambilan keputusan atas lahan pertanian tersebut di kemudian hari. Misalnya, menentukan kapan mulai menanam atau yang lainnya.

Baca juga: Kenali 3 Teknologi Sensor Pada Lahan Sawah

Nah, sebuah perusahaan asal Swiss yang bernama Gamaya sudah mampu menciptakannya. Mereka berhasil membuat kendaraan robot pertanian yang sudah dilengkapi dengan sistem penangkap gambar Hyperspectral yang begitu kecil untuk dilihat dengan mata manusia. Namun, dengan teknologi sensor yang diterapkan tersebut, gambar-gambar super kecil tersebut mampu dilihat oleh mata manusia. Bukan hanya itu, juga disertai dengan informasi pendukung yang dibutuhkan.

Dengan begitu, kendaraan robot bisa mendeteksi segala proses yang terjadi saat diaplikasikan di sebuah lahan pertanian. Teknologi sensornya akan menangkap dan mengambil gambar-gambar yang dibutuhkan lalu mengirimkannya ke layar komputer yang sudah dipersiapkan.


Itulah beberapa teknologi di bidang pertanian modern hingga sekarang. Harapannya, penemuan teknologi agrikultur di kemudian hari akan banyak ditemukan lagi. Dengan begitu, bidang pertanian di dunia semakin maju dan menyejahterakan seluruh umat manusiaa, terutama menyejahterakan para petaninya.

Baca juga: 5 Teknologi Pertanian Anak Bangsa yang Patut Diapresiasi

Penulis: Arifin Totok

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital belum? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.