Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW Membudidayakan Gandum Tropika

InfoInspirasi

Written by:

UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) adalah salah satu Universitas swasta yang berada di Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. UKSW terkenal dengan sebutan Indonesia Mini. UKSW sudah terakreditasi A dengan total 14 fakultas.  Salah satu fakultas yang berada di UKSW adalah Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB). Terdapat 2 program studi di FPB yaitu Program studi Agroteknologi dan Agribisnis dan Magister Agroteknologi.

Komoditas yang dikembangkan sekarang adalah Gandum Tropika. Gandum merupakan tanaman yang dapat tumbuh di iklim subtropis. Tidak hanya tumbuh di iklim subtropis, tanaman gandum juga dapat hidup di iklim tropis dengan benih yang resisten. Tanaman ini dibudidayakan di kebun percobaan Salaran di Desa Wates, Kec. Getasan. Lahan yang digunakan seluas 2 hektar. Budidaya gandum-nya dimulai pada tahun 2000.

Griya Gandum Tropis terdiri dari rumah tanam dan lahan, gandum yang dibudidayakan adalah gandum edisi baru varietas Dewata. Proses budidaya yang dilakukan yaitu pengolahan lahan yang menggunakan traktor sistem alur. Proses penanamannya menggunakan benih secara langsung sehingga tidak perlu dilakukan proses pembibitan. Proses perawatannya yaitu dengan melakukan penyiangan, pemupukan (proses pemupukan dilakukan sebanyak 2 kali dengan menggunakan pupuk kandang), dan pengendalian hama secara biologis. Hama yang biasanya menyerang tanaman gandum adalah burung.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi

Wiwi Sepriani, Mahasiswa UKSW

Musim tanamnya yaitu pada bulan April-Mei sedangkan untuk panen gandum biasanya pada bulan Agustus-September. Gandum dipanen setelah berumur 115 hari setelah tanam. Hasil dari tanaman gandum diolah menjadi makanan seperti bubur gandum, mie ayam gandum, nasi gandum, dan lain-lain.

Gandum tropika tidak hanya diproduksi untuk mendukung penelitian saja, tetapi juga dijual. Penjualan gandum harus disesuaikan dengan keinginan produsen sehingga dapat memperoleh profit. Ketika petani ingin membudidayakan gandum, mereka harus memiliki lahan yang luas serta tekstur tanah yang ringan.

Budidaya gandum dikerjakan oleh Ir. Djoko Murdono dan rekan-rekan  mahasiswa. Setiap 1 kali dalam 2 tahun, FPB mengadakan festival gandum. Festival ini dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur. Menurut Ir. Djoko Murdono sebagai ketua penelitian Pusat Studi Gandum Tropika dan dosen FPB, penanam Gandum Tropika FPB tidak bekerja sama dengan masyarakat lokal, tetapi dengan mitra dan dengan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: 5 Teknologi Tepat Guna yang Dibutuhkan Petani Padi

Penulis: Wiwi Sepriani
Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Silahkan klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.