Hashtag Populer: #petani

Mentan Kaget Petani Jeruk di Karo Kantongi Omzet Rp 3 Miliar/Tahun

PakTaniDigital (Contoh Foto) - Petani pada: Sabtu, 17 Juni 2017

Siapa sangka seorang petani jeruk di Kabupaten Karo bisa kantongi omzet hingga Rp 3 miliar/tahun. Petani jeruk ini tidak sengaja dijumpai Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman ketika blusukan di Kabupaten Karo.

Usai menengok warga korban erupsi Gunung Sinabung di Perumahan Desa Hutan Siosar, Mentan menghentikan laju mobilnya untuk melihat kebun jeruk yang tengah ranum buahnya. Dari kejauhan sudah terlihat pohon jeruk yang ranting-rantingnya melengkung keberatan beban.

Saking banyaknya jeruk yang berbuah di setiap pohon, buah jeruk sampai berceceran jatuh ke tanah. Kebun jeruk ranum seluas 10 hektar tersebut milik Buru Tarigan, seorang guru sekolah dasar yang digarap bersama suaminya.

"Ranumnya, banyak sekali buahnya. Kenapa ini dibiarkan sampai jatuh buahnya? Terlalu lebat ini," kata Mentan Amran Sulaiman sambil mengajak ngobrol pemilik kebun jeruk.

Buru Tarigan balik bertaya kepada Amran bagaimana supaya panen jeruknya tidak berjatuhan sia-sia di tanah. "Iya pak, ini bagaimana biar tidak jatuh?" tanya Tarigan.

Mentan menyarankan agar petani jeruk tersebut melakukan penjarangan atau mengurangi ranting-ranting muda. Penjarangan berguna supaya buah tidak terlalu banyak namun ukurannya bisa lebih besar sehingga harganya pun lebih mahal.

"Ini terlalu berat pohon menahan beban buah. Misalnya satu pohon cuma kuat 100 buah saja, ini sampai berlebih. Ranting tidak kuat karena buah rebutan asupan unsur hara. Kalau ini digunting dilakukan penjarangan, buah jadi besar dan harganya lebih mahal," jelas Mentan.

Setelah diamati lebih seksama, selain kelebihan muatan buah, pohon jeruk juga kena penyakit putih akibat jamur atau fusarium. Mentan kemudian meminta salah satu stafnya dari Badan Litbang Hortikultura untuk mengidentifikasi penyakit tanaman jeruk tersebut.

Stafnya kemudian menjelaskan bahwa ranting dan daun jeruk terkena serangan jamur atau fusarium. Penyebabnya pun masih sama akibat rapatnya buah. Buah terlalu rapat dan rumput tinggi membuat jamur tumbuh subur. Antisipasinya bisa dengan penjarangan ranting supaya buah tidak terlalu lebat. Kemudian pembersihan gulma atau rumput di sekitar akar dan diberi fungisida atau obat serangan jamur.

Ranting-ranting penuh jeruk yang sudah matang tersaji di depan Mentan. Pemilik kebun pun menawarkan beberapa buah jeruk untuk dicicipi.

"Ini yang manis pak," kata Buru Tarigan mengarahkan Mentan Amran ke salah satu pohon yang seluruh buahnya sudah matang.

Mentan lalu memetik dan mencicipi jeruk langsung dari pohonnya. "Hmm, manis," kata Mentan.

Buru Tarigan menceritakan, sekali panen jeruk dari kebun seluas 10 hektar miliknya bisa mencapai Rp 1,5 miliar. "Ini jenis jeruk siam madu, sekali panen bisa Rp 1,5 miliar. Setahun bisa panen dua kali jadi Rp 3 Miliar," kata Tarigan.

Mentan pun berdecak kaget dengan omzet miliaran petani jeruk di hadapannya. Meski demikian, Mentan ingin hasil jeruk lebih bagus dan tidak sampai tercecer jatuh ke tanah. Mentan meminta Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo, Munarta Ginting untuk melatih petani jeruk teknik penjarangan ranting agar buahnya tidak berlebih serta memberi solusi serangan jamur.

"Wah sudah kaya ya petani jeruk. Tapi, saya pesan ke pak kadis, ini hasilnya kan bagus. Tolong dibantu teknik memetik jeruk. Ajari bagaimana penjarangan. Lalu bagaimana buat pestisida untuk atasi jamur," ujar Mentan.

Website Security Test