budidaya hidroponik

Tertarik untuk melakukan tanam sayur secara hidroponik? Jika ya, maka artikel ini bisa kamu jadikan sebagai pedoman. Artikel kali ini akan menjelaskan langkah-langkah apa saja yang perlu kamu lakukan.

Tahukah Anda jika menanam sayur secara hidroponik saat ini mulai digemari masyarakat perkotaaan? Bagaimana tidak, jika dulu menanam sayur harus dilakukan di lahan yang luas, maka saat ini prosesnya jauh lebih mudah karena tanaman bisa ditanam pada lahan yang sempit dan tanpa tanah.

Jenis sayuran ini dikenal dengan sebutan sayur hidroponik. Cara menanam sayur hidroponik juga tergolong sangat mudah dan praktis.

Walaupun pada beberapa tipe penanaman ada yang menggunakan perangkat otomatis yang canggih, namun Anda juga bisa memulainya dari proses yang lebih sederhana seperti menggunakan barang-barang bekas.

Langkah-Langkah Menanam Sayur Secara Hidroponik

Hidroponik sendiri diartikan sebagai proses penanaman tanpa media tanah. Anda bisa menggunakan berbagai media lain pengganti tanah seperti sabut kelapa, rockwoll, pecahan batu bata, sekam, dan masih banyak lagi.

Jika Anda tertarik untuk mulai menanam sayur secara hidroponik, ini dia langkah-langkah yang harus dilakukan:

Baca Juga: 5 Bahan untuk Membuat Tanaman Hidroponik dengan Mudah

Siapkan Media Tanam

Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika akan memulai menanam sayur hidroponik adalah menyiapkan media tanam terlebih dahulu.

Beberapa bahan yang harus disiapkan ketika akan menanam sayuran hidroponik antara lain pupuk kandang, pupuk kompos, kain flannel, sekam, air dan juga wadah seperti botol plastik bekas.

Setelah bahan-bahan yang dibutuhkan telah siap, maka langkah-langkah yang harus dilakukan yaitu:

  1. Potong botol plastik menjadi dua bagian yang tepat. Bagian bawah botol harus memiliki diameter kira-kira 4 cm. Setelah itu, buatlah banyak lubang kecil pada bagian bawah botol.
  2. Iris bagian tutup botol sehingga diameter lubang menjadi lebih besar dan juga lebar. Ukuran diameter untuk bagian tutup botol kira-kira sebesar 1 cm.
  3. Jika Anda tidak menggunakan botol melainkan gelas plastik mineral bekas, jangan lupa juga untuk membuat lubang lubang kecil di bagian dasarnya
  4. Buat lubang di bagian atas leher botol dengan diameter sekitar 1 cm. Buat lubang yang sama pada bagian bawahnya. Setelah itu Anda bisa langsung meletakkan kain flannel pada bagian dasar botol sebagai media penyerapan air.
  5. Setelah kain flannel dimasukkan, maka langkah selanjutnya yaitu memasukkan nutrisi hidroponik. Agar lebih praktis, Anda bisa membeli bahan ini di toko pertanian terdekat. Jangan memasukkan nutrisi melebihi kapasitas sehingga tidak berkurang banyak.
  6. Setelah selesai memasukkan nutrisi hidroponik. Anda bisa memasang sumbu pada bagian botol. Gunakan kain flannel atau sumbu kompor. Setelah itu letakkan botol bagian atas yang telah dipasangi sumbu secara terbalik pada botol bagian bawah.
  7. Setelah siap, Anda bisa mengisi bagian atas botol dengan campuran tanah, pupuk kompos, dan juga pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.
media tanaman
taufikhidayah.student.telkomuniversity.co.id

Baca Juga: Terapkan Rockwool pada Hidroponik dengan 6 Langkah Ini

Semai Benih Sayuran yang Telah Disiapkan

Setelah media siap, langkah selanjutnya yaitu melakukan penyemaian benih. Pada sistem tanam hidroponik sendiri ada 2 cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan benih. Apa saja itu?

  1. Cara pertama, Anda bisa mendapatkan benih dengan membelinya langsung di toko pertanian. Selain lebih praktis, Anda juga tidak perlu melakukan proses penyemaian benih sendiri karena benih bisa langsung ditanam ke media hidroponik.
  2. Cara lainnya, Anda bisa mendapatkan benih dari petani sayuran langsung. Benih yang berasal langsung dari petani biasanya menghadirkan kualitas yang lebih baik dan bisa langsung ditanam.

Sebelum melakukan penyemaian, pastikan bahwa indukan yang digunakan memiliki kualitas yang baik, sehat, dan juga tidak cacat.

Setelah mendapatkan benih yang diinginkan Anda bisa langsung melakukan penyemaian. Cara penyemaian yang harus dilakukan yaitu dengan menebarkan benih pada media semai yang telah disiapkan didalam tray.

Setelah itu siram tray yang telah terisi benih secara rutin dengan menggunakan alat semprot. Lakukan perawatan secara rutin hingga benih menghasilkan tunas setinggi 5 hingga 10 cm dan juga berakar.

bibitonline.com

Pindahkan Bibit Sayuran

Setelah bibit yang disemai menghasilkan tunas, maka Anda sudah bisa memindahkannya kedalam media hidroponik. Langkah-langkah yang harus dilakukan ketika melakukan proses pemindahan antara lain:

  1. Isi media penanaman dengan larutan hidroponik terlebih dahulu.
  2. Jika ingin lebih praktis, Anda bisa melakukan penyemaian dengan menggunakan rockwoll sehingga benih bisa dipindahkan langsung bersama dengan rockwoll.
  3. Jika sebelumnya Anda menggunakan tanah untuk penyemaian, maka isi media penanaman dengan bahan lain seperti pecahan batu bata, arang, ataupun potongan genteng.
  4. Susun benih dalam media sehingga posisinya menjadi kuat dan kokoh.

Lakukan Perawatan Harian dan Pemanenan yang Tepat

Ketika media sudah dimasukkan kedalam media hidroponik, maka Anda tinggal melakukan perawatan rutin.

Sistem hidroponik sendiri menghadirkan berbagai keuntungan karena lebih praktis. Anda tidak perlu kagi melakukan penyiraman dan pemupukan rutin layaknya menanam sayuran di lahan.

Hal-Hal yang harus dilakukan ketika melakukan perawatan sayur hidroponik antara lain:

  1. Cek ketersediaan nutrisi secara rutin. Secara umum, nutrisi hidroponik akan habis selama seminggu. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengisi cairan hidroponik secara rutin seminggu sekali
  2. Cek kondisi bagian bawah botol, jangan sampai sayuran kering karena cairan yang ada di bagian bawah botol habis dan tidak diisi ulang.
  3. Sayur hiroponik umumnya sudah bisa dipanen ketika memasuki usia 3 bulan setelah masa tanam. Namun waktu ini juga berbeda-beda sesuai dengan jenis sayur yang Anda tanam.

Itulah tadi beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menanam sayur hidroponik. Selain lebih mudah dan praktis, menanam sayur hidoponik juga lebih menguntungkan karena tidak membutuhkan pekarangan yang luas.

Teknik ini juga bisa dicoba bagi Anda yang gemar berkebun namun terkendala oleh halaman rumah yang sempit. Selamat mencoba!

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Cara Sederhana Tanam Hidroponik dengan Media Air

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • http://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-hidroponik-sayuran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.