pembenihan ikan lele

Bagi kamu yang ingin memulai ternak lele dengan cara pembenihan ikan lele. Yuk, jadiin artikel ini sebagai panduan kamu PTD akan memberikan cara mudahnya.

Siapa yang tidak mengenal kelezatan lele? Lele termasuk kedalam jenis ikan yang sangat lezat dan gurih, sehingga banyak dijadikan menu utama di banyak rumah makan.

Oleh karena itu, tak heran prospek ternak lele tentu sangat menjanjikan. Secara umum pembudidayaan lele dibagi kedalam dua jenis yaitu pembenihan ikan lele dan pembesaran lele.

Proses pembenihan sendiri memerlukan keahlian dan keterampilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembesaran.

Cara Pembenihan Ikan Lele yang Tepat dan Sesuai

Karena prosesnya yang berbeda, maka Anda disarankan untuk memilih salah satu tahap pembudidayaan ketika akan memulai usaha ternak lele.

Jika Anda lebih tertarik untuk menggeluti usaha pembenihan ikan lele, ini dia beberapa cara pembenihan yang bisa dilakukan, yaitu:

Baca Juga: Budidaya Lele dengan Buis Beton? Ikuti 5 Tips Ini

Penyeleksian Indukan Lele

Untuk mendapatkan benih berkualitas, pilihlah calon indukan lele yang memiliki ukuran panjang kira-kira 5-10 cm. Pilih calon indukan yang memiliki berbagai sifat unggul seperti bentuk tubuh yang baik, lincah, dan juga tidak cacat.

Calon indukan unggul kemudian dipelihara pada kolam pemeliharaan khusus. Agar perkembanganya maksimal, maka berilah pakan berkualitas dan pengairan yang bagus.

Setelah 2 minggu pemeliharaan, Anda sudah bisa menyeleksi calon indukan. Lele jantan sudah bisa dijadikan indukan ketika berusia 8 bulan, sedangkan lele betina sudah bisa menjadi indukan ketika berusia 1 tahun.

Setelah induk berkualitas sudah dipilih, maka Anda bisa memindahkannya ke kolam khusus. Agar tidak terjadi pembuahan yang tidak diinginkan, maka pisahkan indukan jantan dan betina pada kolam yang berbeda.

Ciri-ciri indukan jantan yang sudah siap untuk pembenihan antara lain:

  1. Alat kelamin memerah
  2. Tubuh terlihat ramping
  3. Gerakannya lebih lincah
  4. Warna tubuh terlihat lebih coklat kemerahan

Sedangkan ciri-ciri indukan betina yang siap dipijah antara lain:

  1. Perut mulai membesar di daerah sekitar anus dan terasa cukup lembek
  2. Gerakan indukan menjadi lebih lambat
  3. Alat kelamin berwarna kemerahan dan membengkak
  4. Jika perut diurut, akan keluar telur berwarna hijau tua

Untuk mempercepat pematangan gonad nantinya, Anda bisa memberikan pakan dengan jumlah 3-5% dari bobot tubuh ikan.

Perhatikan jumlah indukan yang dipelihara dalam kolam. Agar ikan bisa bergerak dengan leluasa, maka kepadatan ikan tidak boleh lebih dari 6 ekor per m2.

indukan lele
komunitaspenyuluhperikanan.blogspot.com

Pemijahan Ikan Lele

Ada berbagai teknik dan cara yang bisa dilakukan dalam proses pemijahan lele. Pemijahan ikan bisa dilakukan dengan cara alami maupun dengan bantuan manusia.

Untuk proses pemijahan yang dilakukan oleh manusia, ada beberapa teknik yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Pembuahan in vitro
  2. Penyuntikan hormone
  3. Penyuntikan hipofisa

Pemeliharaan Larva Ikan

Ketika proses pemijahan berhasil dilakukan, maka telur yang menetas akan menghasilkan larva ikan. Jika telur sudah berubah menjadi larva, maka segera pisahkan dari indukannya dan peliharalah dalam kolam khusus.

Agar larva dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, pastikan untuk menjaga kualitas air. Gunakan aerator agar pasokan oksigen selalu terjaga.

Jaga suhu air pada kisaran 28˚C-29 ˚C. Jika suhu air berada di bawah 25 ˚C, hal ini bisa memicu munculnya bintik putih yang dapat menyebabkan kematian pada larva ikan.

Selain menjaga suhu, Anda juga harus memperhatikan kebersihan kolam. Bersihkan kolam dari sisa pakan dan juga kotoran dengan menggunakan spons.

Jika tidak dibersihkan, pakan dan kotoran yang menumpuk akan menghasilkan gas ammonia dan membuat larva ikan mati.

Anda bisa menggunakan kuning telur rebus yang dicampurkan kedalam 1 liter air untuk pakan larva. Namun ketika larva sudah berumur 1 minggu, berilah pakan dengan kandungan protein tinggi seperti cacing sutra.

Pemberian pakan cacing ini bisa dilakukan hingga larva mencapai usia 3 minggu. Setelah melewati usia 3 minggu, larva sudah berubah menjadi benih ikan.

larva ikan lele
misterlele.blogspot.com

Baca Juga: Cara Beternak Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

Pendederan Benih Ikan

Apa itu pendederan? Pendederan merupakan suatu tahapan yang dilakukan untuk melakukan pembesaran benih ikan. Proses pendederan sendiri merupakan suatu tahapan penting yang harus dilakukan pada proses pembenihan ikan lele.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pada proses pendederan ikan antara lain:

Siapkan Kolam Pendederan

Ukuran kolam yang biasa digunakan untuk pendederan yaitu 2×3 atau 3×4 m. Sedangkan kedalamannya yaitu sekitar 0,75-1 meter.

Agar benih tidak mati akibat panas matahari yang terlalu terik, Anda bisa memasangi paranet sebagai peneduh kolam.

Buat juga saluran air. Agar terhindar dari hama dan mencegah benih keluar dari saluran, jangan lupa untuk memasang jaring halus pada saluran air.

Isi air kolam secara bertahap. Pada tahap awal, isi air kolam dengan kedalaman kolam sekitar 20-30 cm. Hal ini bertujuan agar benih bisa dengan leluasa mengambil oksigen langsung dari udara.

Pelepasan Benih

Benih sudah bisa dilepas ke kolam pendederan setelah usia 3 minggu semenjak menetas, dengan ukuran benih sekitar 1-2 cm. Tebar benih pada kolam dengan kepadatan 300 hingga 600 ekor benih per m2.

Proses pemindahan benih ke kolam pendederan harus dilakukan secara hati-hati karena benih masih sangat sensitif. Agar benih tidak stress saat dipindahkan, gunakan ember platik yang telah terisi dengan air kolam asal.

Setelah itu, ambil benih dengan menggunakan jaring dan masukkan kedalam ember yang berisi air kolam asal.

Jika ember sudah penuh, pindahkan benih ke kolam pendederan dengan cara memiringkan ember hingga air kolam asal dengan air kolam pendederan menyatu. Biarkan hingga benih ikan berpindah sendiri menuju kolam pendederan.

Pemberian Pakan Benih

Di awal pemindahan, benih ikan yang masih berukuran 1-2 cm membutuhkan pakan dengan kadar protein yang tinggi hingga 40%. Anda bisa menggunakan pellet PSC atau pellet udang.

Perhatikan juga kadar pemberian pakan. Jangan memberikan pakan terlalu banyak karena akan sisa pakan akan membentuk ammonia yang sangat berbahaya bagi ikan.

Ketika panjang ikan sudah mencapai 2-3 cm, Anda bisa memberikan pakan PF1000 atau PF999. Lakukan pemberian pakan hingga ikan mencapai panjang 4-6 cm.

Pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 4-5 kali dalam sehari. Lakukan pemberian pakan lebih banyak pada malam hari, karena ikan lele termasuk kedalam hewan nokturnal.

Proses pendederan biasanya dilakukan sekitar 5-6 minggu hingga benih ikan berukuran 5-7 cm.

Pemanenan Benih Ikan

Proses pembenihan ikan lele berlangsung sekitar 8-9 minggu setelah telur menetas. Benih lele sudah siap dipanen ketika sudah memiliki panjang 5-7 cm.

Proses pemanenan dilakukan dengan cara mengeringkan air kolam secara perlahan hingga benih berkumpul pada satu tempat.

Setelah itu, Anda bisa langsung mengambil benih ikan dengan menggunakan jaring halus dan memindahkannya ke kolam lain.

Jika dilakukan secara serius dan sesuai dengan ketentuan, maka usaha pembenihan ikan lele akan menghasilkan untung yang maksimal. Namun sebelum melakukan usaha ini, Anda juga harus memastikan pembeli yang akan membeli benih siap panen.

Jika tidak ada pembeli, maka Anda tentu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk menanggung proses pemeliharaan lanjutan ikan.

Oleh karena itu, agar usaha pembenihan ikan tidak merugi, sangat penting untuk mempertimbangkan berbagai aspek.


Itulah tadi cara pembenihan ikan lele, bagaimana apakah kamu berminat untuk melakukannya? selamat mencoba.

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: Panduan Lengkap Budidaya Cacing Sutra dengan Mudah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Sumber:

  • https://alamtani.com/pembenihan-ikan-lele

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.