Wabah covid-19 yang masuk ke Indonesia sudah menginfeksi hampir 7.000 masyarakat. Tingginya penyebaran Covid-19 mau tidak mau membuat pemerintah harus membatasi mobilitas masyarakat. Untuk menjaga kecukupan bahan pangan selama pandemic, penyuluh pertanian juga ikut turun tangan dalam melaksanakan tugasnya.


Pandemi Covid-19 memang sangat mengkhawatirkan, namun untuk menggenjot produktivitas bahan pangan, Kementrian Pertanian terus berupaya mengoptimalkan sumber daya manusia agar tetap bisa produktif selama Covid-19.

Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan pangan selama Covid-19, Plt Bupati Kudus juga menghimabu kepada para petani untuk menyimpan Sebagian hasil panen sebagai cadangan makanan dan tikda menjual seluruh hasil panen.

Tugas Penyuluh Pertanian

Penyuluh pertanian sendiri bertugas untuk membimbing dan membantu para petani agar bisa mengakses sumber daya, teknologi, modal, serta hal-hal lain yang dibutuhkan untuk bisa meningkatkan produktivitas hasil panen mereka.

Untuk membantu para petani, maka kunjungan langsung dan bertatap muka menjadi pilihan terbaik. Hal ini disebabkan karena penyuluh bisa langsung berkomunikasi dengan para petani untuk mendampingi aktivitas mereka. Selain itu juga, penyuluh mampu memberikan solusi langsung atas beragam kesulitan serta kendala yang ditemukan di lapangan.

Sistem Penyuluhan Pertanian Saat Covid-19

Pola penyuluhan saat Covid-19 bisa dilakukan via online. Untuk sistemnya, nanti pihak penyuluh dapat membuat grup online bersama dengan kelompok tani untuk berdiskusi terkait masalah dan kendala pertanian yang dihadapi di lapangan. Saat malam harinya, penyuluh dapat merekap data permasalahan untuk diferifikasi.

Untuk hari berikutnya, penyuluh bisa memberikan rekaman video untuk menjawab pertanyaan atau permasalahan yang diajukan oleh para petani. Selain itu penyuluh juga bisa memberikan video lain yang sesuai untuk menjawab kendala para petani.

Baca Juga: Lewat Bantuan Petani Milenial Melawan Virus Corona

Masalah Penyuluh Pertanian Saat Covid-19

Karena tingginya penularan Covid-19, maka saat ini pemerintah sudah menerapkan sistem social distancing atau menjaga jarak untuk memutus rantai penularan virus. Masyarakat disarankan untuk bekerja dari rumah dengan memanfaatkan teknologi digital yang sudah ada.

Sayangnya, bagi para penyuluh pertanian, social distancing bisa menjadi kendala tersendiri. Walaupun proses penyuluhan dengan para petani bisa dilakukan dengan menggunakan social media atau situs online, namun masih banyak petani yang sulit menerapkannya.

Mayoritas petani di desa masih banyak yang belum memiliki perangkat digital yang mendukung. Selain itu, banyak dari mereka yang masih kesulitan untuk menggunakan teknologi digital sehingga penggunaannya harus dibantu dengan pendamping atau penyuluh.

Solusi Permasalahan Kendala Penyuluhan

Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini, penyuluh pertanian bisa menyampaikan informasi kepada pada pengurus atau petani yang sudah bisa menguasai teknologi. Nantinya, pengurus atau petani yang sudah mendapatkan informasi dari penyuluh akan menyampaikannya kepada petani lain yang belum bisa menguasai teknologi.

Walaupun kebutuhan pangan tetap harus dipenuhi, namun faktor kesehatan untuk terhindar dari virus Covid-19 tetap harus diperhatikan. Sebagai garda terdepan, maka penyuluh pertanian harus tetap mengontrol dan memimpin aktivitas para petani sehingga ketersediaan bahan makanan pokok tetap terpenuhi selama pandemik.

Walaupun berada di tenagh pandemic, diharapkan pada penyuluh pertanian masih tetap bisa bekerja secara maksimal untuk mengayomi dan membimbing para petani sehingga aktivitas pertanian untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan tetap bisa berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Penyuluhan Online Untuk Panen Raya Jagung Saat Covid-19 

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.
Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.


Referensi:

http://cybex.pertanian.go.id/artikel/92207/kendala-penyuluh-pertanian-saat-wabah-covid-19/

https://amp.timesindonesia.co.id/read/news/268041/pola-pendampingan-penyuluhan-online-penyuluh-pertanian-saat-pandemi-covid19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.