Langkah-Langkah Membudidayakan Kopi Robusta

Siapa di sini yang berencana untuk membudidayakan kopi robusta? Kopi robusta merupakan kopi yang paling digemari oleh pecinta kopi di seluruh dunia. Banyak jenis kopi yang ada di dunia namun tidak semua memberikan kenimatan tersendiri bagi pecinta kopi.

Kopi robusta sangat mudah untuk dibudidayakan jika dibandingkan dengan kopi lainnya seperti Arabika atau Liberika. Mengapa? Karena tanaman ini tidak memerlukan bahan yang menyulitkan para petani kopi. Maka dari itu, banyak petani yang beralih untuk membudidayakan kopi robusta.

Nah, pada artikel pertanian ini, Pak Tani Digital ingin mengulas apa saja langkah-langkah dalam membudidayakan kopi robusta? Sudah penasaran bukan? Yuk, silahkan simak uraian berikut ini.

Ketahui Syarat Tumbuh Kopi Robusta

Agar dapat tumbuh optimal, terdapat beberapa syarat tumbuh kopi robusta yang perlu diketahui. Kopi robusta sebaiknya ditanam di daerah tropis dengan ketinggian sekitar 800-1500 mdpl, dengan curah hujan 2000-3000 mm/tahun. Suhu yang ideal untuk menanam kopi robusta berkisar 21-24 derajat Celcius.

Baca juga: 4 Syarat Tumbuh Tanaman Kopi yang Wajib Diketahui

Memilih Bibit Yang Berkualitas Unggul

Budidaya kopi robusta tentu dipengaruhi oleh bibit. Maka dari itu, pilihlah bibit yang baik dan berkualitas tinggi, yang akan menghasilkan buah yang memuaskan pula. Begitu juga sebaliknya, memilih bibit yang jelek akan mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

Kita juga bisa melakukan pembibitan sendiri atau membeli bibit yang telah terjamin kualitasnya. Akan tetapi, alangkah baiknya untuk memilih bibit yang sudah bersertifikasi dari dinas pertanian. Hal ini bertujuan untuk memastikan bibit yang kita beli berkualitas unggul.

Persiapan Lahan

Selain memilih bibit yang berkualitas, Anda harus memperhatikan lahan. Lahan yang tepat untuk mananam kopi robusta ialah tanah yang subur dan gembur serta memiliki pH tanah mencapai 4,5 – 6,5 sehingga hasil yang didapatkan akan memuaskan.

  • Buatlah lubang tanaman dengan diameter  60 cm dan kedalaman mencapai 60 cm. Pembuatan lubang dilakukan 3 – 4 bulan sebelum bibit di tanam dengan jarak tanam mencapai 2,5 x 2,5 cm.
  • Pisahkan antara tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah.
  • Setelah 1 bulan lubang tanam dibuat, berikan belerang dan kapur dolomite masing-masing 200 gram dan campurkan galian tanah bagian bawah, kemudian masukkan kembali ke dalam lubang tanam. Hal ini dilakukan untuk menetralkan kadar keasaman tanah (pH tanah).
  • Satu bulan sebelum masa tanam atau satu bulan kemudian, berikan pupuk organik yang sudah difermentasi sebanyak 10 – 20 kg dan campurkan dengan galian tanah bagian atas kemudian masukkan ke dalam lubang tanam.

Tanaman Kopi Robusta

Proses Menanam Kopi

Setelah mempersiapkan lahan, berikut ini adalah langkah-langkah dalam menanam bibit kopi robusta.

  • Papas daun bibit kopi terlebih dahulu sampai tersisa 1/3 bagian supaya penguapan pada tanaman kopi dapat dikurangi.
  • Keluarkan bibit kopi dari polybag dengan hati-hati supaya akarnya tidak rusak
  • Gali sedikit saja lubang yang sudah ditutupi oleh pupuk organik saat persiapan lahan. Usahakan kedalaman lubang sesuai dengan panjang akar bibit kopi robusta
  • Masukkan bibit kopi ke dalam lubang lalu tutup lubang tanam tersebut
  • Buatlah ajir untuk menopang bibit supaya tidak roboh dan dapat berdiri tegak lurus

Baca juga: Karakteristik Kopi Robusta yang Perlu Anda Ketahui!

Proses Perawatan Tanaman

Dalam proses perawatan tanaman kopi robusta, ada beberapa hal yang perlu dilakukan yaitu sebagai berikut.

1. Penyulaman

Sebelum tanaman kopi memasuki usia seminggu sebelum ditanam, lakukan penyulaman dengan mengganti tanaman kopi yang mati (tidak tumbuh normal) dengan tanaman kopi yang baru. Penyulaman dilakukan supaya tanaman kopi dapat tumbuh dengan serempak.

2. Proses Pemupukan

Pada saat tanaman kopi berumur sekitar 2 bulan, pemupukan pertama perlu dilakukan dengan memberikan pupuk urea, KCl, dan SP-36. Dosisnya disesuaikan dengan umur tanaman kopi. Cara melakukan pemupukan pada tanaman kopi robusta adalah membuat lubang di sekitar tanaman kopi dengan jarak 1 meter.

3. Pemangkasan atau pembersihan tunas adventif

Proses pemangkasan dilakukan setelah tanaman kopi sudah banyak cabang. Tujuan pemangkasan ini merangsang tumbuhnya cabang baru dan pembentukan bunga. Ada 3 cara pemangkasan, yaitu pemangkasan bentuk, pemangkasan produksi, dan pemangkasan peremajaan

4. Pemanenan

Waktu ideal untuk memanen kopi robusta adalah sekitar umur 3-4 tahun setelah tanam. Puncak kopi berbuah lebat atau panen raya yaitu ketika kopi berumur 7-9 tahun. Tanaman kopi sudah bisa dipanen jika biji kopi sudah terasa keras dan berwarna merah.


Itulah langkah-langkah dalam membudidayakan kopi robusta, mulai dari pemilihan bibit sampai proses perawatan (pemanenan).

Semoga info pertanian ini dapat bermanfaat bagi semua orang, terutama yang berencana untuk membudidayakan kopi robusta.

Klik & Baca: 4 Masalah pada Tahap TBM Kopi dan Cara Mengatasinya

 

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.