Cara Mengatasi Hama Keong Mas pada Padi

Produksi padi di Indonesia merupakan salah satu produksi terbesar di Asia Tenggara. Wajar jika hampir di setiap daerah, kita menemukan lokasi budidaya padi. Selain itu, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah beras, maka produksi padi dituntut selalu tinggi agar dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional. Petani harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produksi padi dan menghindari produksi dari berbagai ancaman, termasuk hama dan penyakit.

Salah satu hama yang kerap menyerang tanaman padi adalah keong mas. Berdasarkan data yang dilansir oleh Dinas Pertanian DI Yogyakarta melalui situs distan.jogjaprov.go.id, keong mas dapat menyebabkan kerusakan tanaman mulai dari 10-40%. Biasanya, jenis hama ini menyerang tanaman pada masa vegetatif, terkadang dari masa pembibitan. Cara kerja hama ini dalam merusak tanaman padi adalah dengan mengikis (memarut) jaringan tanaman lalu memakannya.

Oleh karena itu, petani sudah seharusnya tahu bagaimana cara mengendalikan hama ini. Berikut ini adalah 4 cara yang dapat dijadikan panduan.

Cara Mekanik

Untuk mengendalikan keong mas dengan cara mekanik, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Mengambil langsung telur dan keong mas yang ada di area budidaya padi,
  2. Membuat parit sempit yang dalam (sesuai kebutuhan), lalu diisi air dengan daun-daun sebelum area budidaya padi dikeringkan. Parit berisi air dan dedaunan ini akan ‘mengundang’ keong mas untuk berkumpul sehingga petani lebih mudah mengumpulkannya.Penelitian yang dilakukan oleh beberapa civitas dari Jurusan Hama dan Penyakit, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, menunjukkan bahwa daun yang paling efektif digunakan dalam tahap pengendalian keong mas ini adalah daun pisang, daun pepaya, dan daun tagalolo.

Kedua cara pengendalian keong mas secara mekanik di atas akan efektif digunakan jika lahan padi tidak terlalu luas.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Mengusir Hama Burung Padi

Menerapkan pengairan macak-macak

Pengairan macak macak dalam pengendalian hama keong mas pada padiPengairan macak-macak pada budidaya padi memiliki berbagai manfaat. Selain menghemat penggunaan air dalam budidaya, sistem pengairan macak-macak ternyata dapat menjadi salah satu solusi pengendalian hama keong mas.

Sistem pengairan ini dapat dilakukan pada area budidaya tanaman padi muda hingga berumur 20-30 hari. Pada sistem ini, sawah memang tidak tergenang oleh air, namun kondisi tanah yang macak-macak tersebut tentu saja tetap cukup untuk menyuplai air bagi tanaman.

Keong mas cenderung tidak menyukai wilayah penanaman yang kondisinya macak-macak. Jika petani membuat sistem pengairan demikian, keong mas akan berusaha mencari tempat yang lebih tergenang.

Oleh karena itu, untuk menciptakan area berkumpul keong mas (agar lebih mudah diambil dan dimusnahkan), petani sebaiknya membuat parit di pinggir area penanaman padi.

Baca juga: 3 Cara Ampuh Mengusir Hama Wereng dan Tikus

Membuat plastik penghalang

Sifat plastik yang licin akan membuat keong mas kesulitan untuk bisa bergerak ke area budidaya padi. Petani dapat memanfaatkan plastik tersebut sebagai pagar yang mengelilingi area budidaya. Tentu saja dalam hal ini pemasangan plastik harus dilakukan dari dasar tanah (petani tidak boleh membiarkan adanya celah antara tanah dan plastik).

Memasang tongkat kayu di sekitar sawah

Saat ingin bertelur, keong mas cenderung mencari tempat-tempat yang tidak tergenang air. Petani dapat mengendalikan keong mas dengan perilaku tersebut. Caranya adalah cukup dengan menancapkan tongkat kayu pada beberapa titik di area budidaya padi.

Keong mas akan bergerak ke sana untuk bertelur, sehingga mudah untuk mengumpulkan telur-telur tersebut dan memusnahkannya dengan cara dikubur. Sebaiknya, telur-telur tersebut tidak dibuang ke saluran irigasi karena akan mempercepat penyebarannya.

Baca: 4 Cara Membasmi Hama Berdasarkan Waktu

Sumber: litbang.kemendagri.go.id

Penulis: Hutri Cika Berutu 


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Solusi Digital Pertanian Indonesia | Mempertemukan petani dan pembeli akhir produk pertanian Indonesia - Sejahteralah Petani Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top