gambar ikan lele

Lele termasuk kedalam jenis ikan yang memiliki permintaan pasar yang tinggi. Jika biasanya pembudiayaan ikan lele dilakukan secara umum, maka ada satu sistem budidaya yang tergolong baru dan dipecaya bisa menaikkan rasio pemberian pakan atau Feed Conversion Artio (FCR) pada ikan.

Mengenal Budidaya Sistem Booster

Mungkin banyak dari Anda yang belum memahami sistem budidaya booster. Sistem booster memang termasuk ke dalam metode baru. Metode ini mulai banyak digunakan oleh para peternak lele karena mampu meningkatkan hasil produksi serta kualitas ikan.

gambar ikan lele diberi pakan

Baca juga: Aneka Hama dan Penyakit Ikan Lele

Tidak hanya itu saja, sistem booster juga memiliki beberapa keunggulan lain yaitu mampu menekan kebutuhan pakan, menurunkan resiko gagal panen, serta memberikan banyak sekali keuntungan bagi pada peternak.

Manajemen Sistem Booster

Untuk membuat sistem booster, maka ada beberapa manajemen sarana dan prasarana yang harus diperhatikan dengan seksama. Beberapa manajemen tersebut antara lain:

  • Manajemen pakan ikan
  • Manajemen kualitas air
  • Manajemen kesehatan ikan
  • Manajemen konstruksi kolam

Untuk lebih jelasnya berikut adalah penjelasan dari setiap manajemen:

1. Manajemen Pakan Ikan

Budidaya ikan lele dengan sistem booster lebih menekankan pada penekanan kebutuhan pakan ikan serta pencegahan resiko gagal panen. Untuk bisa mendapatkan dua manfaat tersebut, maka para peternak bisa memberikan pakan dengan prinsip adlibitum.

gambar ikan lele

Baca juga: Ingin Ternak Lele? Ketahui Cara Pembenihan Ikan Lele Ini

Atur frekuensi pemberian pakan dengan takaran yang tepat dan usahakan agar sesuai seperti dengan kondisi di alam. Selain itu, tambahkan pula multivitamin serta suplemen agar ikan lebih mudah mencerna makanan.

Dengan pemberian pakan yang tepat ditambah dengan supelemen dan multivitamin, maka ikan tentu dapat tumbuh dengan sehat dan berkualitas serta terhindar dari serangan hama dan juga penyakit.

2. Manajemen Kualitas Air

Selain pakan, kualitas air juga merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam pembudidayaan ikan lele.

Agar kesehatan ikan selalu terjaga, maka selalu jaga kebersihan air kolam secara rutin. Jika perawatan dilakukan secara rutin, maka secara otomatis ekosistem yang terdapat di dalam kolam juga akan selalu terjaga.

Baca juga: Melirik Potensi Budidaya Ikan Air Tawar

3. Manajemen Kesehatan Ikan

Untuk bisa mendapatkan ikan lele yang berkualitas, maka kesehatan ikan juga perlu dikontrol secara rutin. Untuk memantau kesehatan ikan, Anda bisa melakukan pemantauan secara rutin mulai dari pengecekan kualitas air hingga pembuangan kotoran di dasar kolam secara teratur.

Jangan lupa untuk menjaga kestabilan kondisi pH dan keasaman air sehingga tidak berubah-ubah. Jika kondisi cuaca sedang ekstrem, berikan tambahan asupan suplemen multivitamin C untuk menjaga kondisi imun ikan lele.

4. Manajemen Konstruksi Kolam

Pada sistem booster, Anda bisa menggunakan konstruksi kolam dengan desain central drain. Desain ini mampu membuat bahan organik yang mengendap di bagian dasar kolam berkumpul di satu titik tengah sehingga lebih mudah untuk dibersihkan.

Mengapa Anda harus menggunakan desain central drain? Hal ini dikarenakan budidaya dengan sistem booster mengharuskan Anda untuk membuang kotoran secara rutin.

Baca juga: Kenali 4 Cara Pemijahan Ikan Lele

Untuk membersihkan kotoran di dasar kolam, buka bagian central drain di saat-saat tertentu sehingga kotoran dapat keluar dengan sendirinya. Setelah kotoran yang terdapat di dasar kolam bersih, jangan lupa untuk menutup central drain kembali.

Konstruksi kolam dengan desain central drain bisa diterapkan jika Anda melakukan budidaya ikan berskala besar dengan volume air yang berlimpah. Namun jika volume air terbatas, maka ada cara lain yang bisa digunakan yaitu dengan sistem dominasi bakteri photosintetic bacteria (PSB):

  1. Dominasi Bakteri

Jika Anda menggunakan sistem dominasi photosintetic bacteria, maka jika bakteri ini sudah mendominasi kolam, air pada kolam akan berubah warna menjadi kemerahan. Bakteri ini mampu melakukan fotosintesis tanpa harus membentuk molekul dari oksigen.

  1. Dominasi Plankton

Jika air kolam berwarna hijau, hal tersebut menandakan bahwa kolam sudah didominasi dengan plankton. Warna hijau sendiri berasal dari kandungan klorofil yang ada pada fitolankton.

Plankton memiliki sifat yang lebih stabil terhadap perubahan cuaca serta memiliki waktu mortalitas yang lebih panjang. Walaupun fitoplankton sangat bermanfat karena bisa menyupali kebutuhan pakan lele, namun pengelolaan jumlahnya juga harus dilakukan dengan cermat akan tidak menggangu kenyamanan ikan.

Baca juga: Cara Beternak Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

Itulah tadi penjelasan terkait sistem booster pada budidaya ikan lele serta manajemen apa saja yang harus dilakukan. Semoga bisa menjadi inspirasi dan informasi yang bermanfaat bagi Anda semua. Selamat mencoba.

Sumber:

http://alamtani.com/video/mengenal-budidaya-ikan-lele-dengan-sistem-booster/

https://www.pertanianku.com/teknik-tepat-budidaya-ikan-lele-sistem-booster/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.