Sandi Octa Susila

Perkenalkan, namanya Sandi Octa Susila, seorang petani muda yang sudah terjun ke dunia pertanian sejak menduduki semester lima di bangku perkuliahan di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Sama seperti pemuda kebanyakan, orang tua Sandi dahulu menyarankannya untuk menjadi dosen. Namun permintaan ayahnya ia tolak dan tetap memutuskan diri menjadi seorang petani.

Baca Juga : Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani

“Almarhum ayah saya waktu itu tidak tahu kalau saya sudah memulai usaha bertani karena beliau inginnya saya menjadi cendekiawan. Tapi, saya merasa sayang kalau sudah kuliah di IPB tapi tidak menjadi petani,” tutur Sandi.

Perjalanan Yang Panjang

Menjadi petani tentu tetap menghadapi tantangan. Ia bahkan pernah ditipu hingga Rp130 juta. Namun kegagalan itu membuatnya semakin kuat dan sekarang mampu meraup omset ratusan juta perbulannya.

Semua usaha itu ia lakukan lewat menjadi petani, dengan mengelola hasil usaha di bidang pertanian yang ia kelola. Sampai saat ini ia sudah punya sekitar 8 hektar lahan dan menjalin kerja sama dengan ratusan petani.

Tidak hanya itu saja, ia bahkan sudah menjalin dengan berbagai mitra dari berbagai kalangan seperti hotel, restoran, catering yang tersebar di berbagai daerah seperti Cianjur, Bogor dan sekitarnya.

Sandi Octa Susila Sang Petani Muda
Sandi Octa Susila (kanan) Sang Petani Muda

Melihat Mitra Sandi Sang Petani Muda

Tidak hanya mitra-mitra umum seperti suplier, hotel, catering, dsb, ia juga menjalin kerja sama dengan PTPN VIII. Kerja sama dengan PTPN VIII ia buat untuk memberikan lahan pada para petani untuk menghasilkan komoditas.

“Tapi kalau yang kerja sama dengan PTPN VIII, kita kelola 70 ha. Itu yang kita bagikan kepada para petani, jadi petani yang tidak memiliki lahan, kita suruh menggarap dan bisa memberikan kompensasi berupa produk atau sewa yang semuanya dikelola PTPN,” imbuhnya.

Baca Juga : Nugroho Hari, Alumni ITB Pencipta Encomotion Sistem Irigasi Pintar

Sandi yang kini sedang menempuh pendidikan S-2 di IPB itu selalu menjaga kualitas, baik dari hasil pertanian maupun layanan yang disediakan. Mitra Tani Parahyangan yang berada di bawah asuhan Sandi telah berhasil menarik begitu banyak konsumen dari kalangan bisnis, seperti hotel, restoran, dan katering yang tersebar di berbagai daerah mulai Cianjur, Bogor, dan sekitarnya.

Executive Chef Royal Padjadjaran Hotel, Bogor, Rahmat Ali Surahman, mengatakan awal mulanya cukup panjang hingga akhirnya dapat bekerja sama dengan Mitra Tani Parahyangan. Ia mengaku selalu selektif dalam memilih supplier, baik menyangkut kualitas produk, harga, maupun pengiriman.

“Dari beberapa, sekitar 10 supplier yang masuk ke Royal Padjadjaran, setelah saya bandingkan ternyata Mitra Tani Parahyangan yang terbaik. Sayur dan buahnya bagus, pengirimannya juga tepat waktu, dan dari segi harga itu paling murah di antara yang lainnya,” terang Rahmat.

Sayang Kalau Tidak Menjadi Petani

Sandi adalah satu dari sekian anak muda yang telah sukses menjadi petani. Ia juga membuktikan bahwa menjadi petani adalah profesi yang patut dicoba anak-anak muda.

Baca Juga : Kisah Budidaya Jagung Warna-Warni Membawakan Petani ini Sukses

Keberhasilan Sandi yang terjun di dunia pertanian membuatnya menjadi tulang punggung keluarga dan dapat membiayai kuliah adiknya. Tidak hanya itu, para petani dibawah binaan Sandi pun juga mendapatkan manfaat. Keuntungan menjadi lebih tinggi dibanding menjualnya saat di pasaran.

Nah itu dia sedikit ulasan mengenai Sandi Octa Susila, sang Petani Muda. Bagaimana menurut kamu sobat PTD?

Berani jadi petani?

Disadur dari Media Indonesia


Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.