Suryono, Petani Indonesia yang Berhasil Mendunia

Kita sering mendengar ada beberapa orang Indonesia yang berhasil mendunia karena prestasinya. Misalnya, aktor Indonesia yang bisa bermain film Hollywood, atau ada orang Indonesia yang bisa bekerja di Google. Selain mereka, ternyata ada lagi satu orang Indonesia yang berhasil mendunia padahal dia adalah seorang petani. Ya, seorang petani hortikultura yang mendunia itu bernama Suryono.

Kenapa pria asal Desa Pinang, Kabupaten Siak, Riau itu bisa mendunia? Pasalnya, pada tahun 2016 lalu, Suryono sukses menjadi pembicara di forum internasional. Suryono ditunjuk menjadi perwakilan Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi PBB yang diadakan di Maroko. Konferensi itu dihadiri oleh banyak negara di dunia. Tercatat, ada 190 negara yang turut hadir.

“Awal mula dipanggil ke Maroko saya juga bingung. Bisa dibilang saya hanya petani kecil dibanding yang di luar itukan jauh lebih bagus dari saya. Saya juga tidak mengira kok bisa sih,” kata Suryono seperti dikutip dari Netz.id.

Suryono rupanya ditunjuk karena dia dianggap sebagai petani yang sukses beralih dari petani sawit menjadi petani hortikultura. Di konferensi tersebut, Suryono memaparkan pemikirannya mengenai kerusakan pada lingkungan dan hutan.

Baca juga: Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani

Suryono Berbicara di KTT PBB di Maroko 2016
Sumber: kompas.com

Suryono pun mengatakan bahwa kerusakan lingkungan seperti sekarang ini adalah akibat dari ulah manusia yang tak peduli dengan alam. Wajar saja jika Suryono peduli dengan alam karena dia sendiri tergabung dalam Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di daerah tempat tinggalnya. Salah satu tujuan dibentuknya organisasi itu adalah untuk mencegah kebakaran hutan, yang tentu saja bisa merusak lingkungan, bukan hanya di hutan saja, melainkan juga lingkungan di sekitarnya.

Suryono yang banting setir dari petani sawit menuju ke petani hortikultura ini ternyata menjadi inspirasi bagi petani lain, yang juga mengikuti jejaknya dari petani sawit menuju ke hortikultura. Selain menjadi inspirasi bagi petani lainnya, Suryono juga pernah menerima beberapa penghargaan, seperti Adikarya Pangan Nusantara 2015, serta memperoleh gelar Petani Terbaik Siak Bidang Hortikultura 2016.

Menurut Suryono, peralihan dari petani sawit menjadi petani hortikultura tidaklah semudah yang terdengar. Pasalnya, Suryono sudah menjadi petani sawit selama bertahun-tahun, namun mendadak harus beradaptasi lagi untuk menjadi petani hortikultura. Proses adaptasi inilah yang memakan waktu.

Namun, berkat kerja keras dan pantang menyerah, pada tahun 2013 lalu, Suryono berhasil menguasai segala teknik hortikultura dan memperoleh hasil yang cukup baik. Dari situ, tanah miliknya yang memiliki luas 2 hektar sudah dipenuhi oleh buah dan sayur-sayuran, seperti cabai dan kangkung untuk sayurannya, sampai pepaya dan melon untuk buah-buahannya.

Baca juga: 2 Mahasiswi Denpasar Sukses Membangun Pondok Tani

Suryono, Petani yang Beralih dari Sawit ke Hortikultura
Sumber: kompas.com

Rupanya, bakat Suryono bukan hanya dalam bidang pertanian saja, namun juga dalam bidang perdagangan. Terbukti, dia berhasil memasarkan hasil pertaniannya sendiri. Diketahui, Suryono bisa mengantongi omzet sebesar Rp 15 juta per bulannya. Jumlah yang cukup fantastis, apalagi nominal tersebut dihasilkan hanya dari setengah lahannya. Jika semua lahannya dipanen, maka jelas Suryono akan menerima penghasilan 2 kali lipat.

Kesuksesan Suryono dalam memasarkan produk taninya sendiri ini diharapkan juga bisa mendorong petani lain untuk bisa memasarkan sendiri tanpa perantara. Dengan begitu, para petani lain juga bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal dibandingkan dengan menggunakan perantara.

Itulah kisah sukses petani Indonesia, Suryono, yang bisa mendunia karena tampil dalam konferensi tingkat dunia. Semoga kisahnya ini bisa menjadi inspirasi untuk Anda, dan Anda bisa memulai untuk menjadi petani yang bisa memasarkan hasil pertaniannya sendiri.

Baca juga: Belajar dari Kiyoto Saito, Sang Petani Muda Jepang yang Modis

Sumber gambar utama: revolusimental.go.id

Penulis: Hutomo Dwinugrahanto


Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini

Solusi Digital Pertanian Indonesia | Mempertemukan petani dan pembeli akhir produk pertanian Indonesia - Sejahteralah Petani Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to Top