Syarat Tumbuh Cengkeh, Tanaman Penghasil Minyak Atsiri

Bagi kamu yang ingin menanam tanaman cengkeh, terdapat beberapa syarat tumbuh cengkeh yang perlu diketahui terlebih dahulu. Sebelum membahas syarat tumbuhnya, alangkah baiknya jika kamu mengetahui asal usul tanaman cengkeh.

Cengkeh (Syzigium aromaticum) tergolong jenis tanaman rempah dengan aroma dan rasa yang khas. Tidak jelas sebenarnya dari mana tanaman ini berasal, namun pohon cengkeh tertua berada di Ternate, Maluku. Tanaman ini diperkenalkan melalui perdagangan oleh pedagang yang membawa cengkeh ke Eropa, hingga sampai kini cengkeh sudah dikenal secara luas di dunia.

Cengkeh menghasilkan minyak atsiri yang berguna sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan. Namun, umumnya cengkeh digunakan sebagai bahan campuran rokok kretek.

Terdapat beberapa varietas cengkeh yang cukup dikenal di dunia maupun di Indonesia, yakni cengkeh siputih, cengkeh sikotok, dan cengkeh zanzibar. Perbedaan ketiganya terletak pada tampilan morfologi daun dan bunga, hanya saja cengkeh zanzibar memiliki kualitas paling baik dibandingkan dengan varietas cengkeh lainnya.

Tanaman cengkeh umumnya memiliki daun majemuk berbentuk lonjong dan berbunga pada ujungnya. Batangnya berbentuk bulat dengan banyak ranting yang menyebabkan berdaun lebat.

Tanaman ini berakar tunggang dan ditumbuhi bulu akar. Perakaran cengkeh yang kuat memungkinkan menembus tanah cukup dalam. Pohon cengkeh juga menghasilkan biji setelah berumur 5 tahun setelah tanam.

Bunga cengkeh bertangkai pendek dan bertandan serta jumlah bunga majemuk. Kemudian, yang menarik adalah ketika masa awal muncul, tangkai buah cengkeh berwarna hijau dan saat sudah mekar berubah menjadi warna merah.

Baca juga: 4 Syarat Tumbuh Jagung Agar Tumbuh Optimal

Syarat Tumbuh Tanaman Cengkeh

Cengkeh
Foto: hellosehat.com

Agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, terdapat beberapa syarat tumbuh cengkeh yang harus dipenuhi. Sebelum melakukan proses budidaya secara intensif, aspek lingkungan seperti iklim, ketinggian tempat, tanah, curah hujan, intensitas penyinaran, suhu dan kelembaban udara menjadi faktor penentu keberhasilan tanaman cengkeh dapat dibudidayakan.

 

  • Iklim

Tanaman cengkeh umumnya tumbuh di daerah beriklim tropis. Daerah beriklim tropis hanya memiliki 2 musim, yakni kemarau dan penghujan, sehingga cocok untuk tanaman cengkeh yang mengharuskan adanya bulan kering dan bulan basah dalam kalender waktu tumbuh dan perkembangannya.

Indonesia merupakan salah satu wilayah yang tepat untuk budidaya cengkeh. Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara adalah daerah penghasil cengkeh yang cukup dikenal.

  • Ketinggian tempat

Beberapa ahli menyebutnya sebagai elevasi, atau derajat kemiringan geografis lahan atau dataran. Tanaman cengkeh lebih produktif ditanam di dataran rendah, sekitar 0-900 meter di atas permukaan laut. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya budidaya cengkeh di dataran tinggi.

Selain itu, apabila lahan tanam berada dekat dengan laut, maka lebih dianjurkan untuk menanam cengkeh dengan hamparan menghadap ke lautan, untuk memudahkan sirkulasi udara (angin).

  • Tanah

Tanah yang gembur serta memiliki aerase dan drainase yang baik sangat dianjurkan untuk media tanam cengkeh. Apabila diperlukan, dapat dibuat parit drainase untuk mencegah kelebihan air ketika musim penghujan tiba. Jenis tanah seperti andosol, latosol, dan regosol juga cocok untuk cengkeh.

Kemudian, pH tanah yang diperlukan berkisar antara 5,5-6,5 untuk mencapai hasil optimal. Jika tanah terlalu asam atau terlalu basa, dapat menyebabkan tanaman cengkeh mudah terserang penyakit serta kurang optimal penyerapan unsur haranya.

  • Curah Hujan

Tanaman cengkeh membutuhkan curah hujan cukup merata karena tanaman ini tidak tahan terhadap kemarau panjang. Curah hujan rata-rata 1500-4500 mm/tahun. Namun, perlu diperhatikan antara kesesuaian waktu tanam dengan kalender musim, karena cengkeh tergolong tipe tanaman yang sensitif terhadap perubahan kondisi alam yang terjadi.

Membudidayakan Cengkeh
Foto: inspirasipertanian.com
  • Intensitas Penyinaran

Sinar matahari diperlukan cengkeh untuk proses fotosintesis, pertumbuhan dan perkembangan organ tanaman. Waktu penyinaran minimal 8 jam per hari untuk mencapai hasil optimal.

  • Suhu dan Kelembaban

Suhu yang dikehendaki tanaman cengkeh berkisar antara 22-30 derajat Celcius dengan kelembaban udara antara 60-80%. Untuk mencapai suhu optimal, bisa menggunakan bantuan tanaman penunjang atau tutupan lahan berupa pepohonan, agar mencegah kenaikan suhu terlalu tinggi.


Itulah syarat-syarat tumbuh tanaman cengkeh. Setelah syarat tumbuhnya terpenuhi, yang harus dilakukan selanjutnya adalah melakukan proses budidaya. Diawali dengan pemilihan bibit yang berkualitas dan sesuai standar kelayakan, pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, hingga akhirnya waktu panen tiba.

Selain itu, perencanaan dan strategi produksi cengkeh serta penghitungan waktu panen dengan kebutuhan pasar harus dilakukan. Hal ini sebagai upaya meningkatkan harga cengkeh dan keuntungan yang diterima oleh petani di kemudian hari.

Klik & Baca: 7 Komoditi Unggulan Perkebunan Indonesia yang Mendunia

Penulis: Boiman Manik
Lulusan Agribisnis Universitas Brawijaya

 

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.