budidaya cacing tanah

Mau budidaya cacing tanah dan bisnis menjanjikan? Pak Tani Digital akan berbagi cara budidaya cacing tanah yang mudah. Berikut penjelasannya!

Siapa bilang cacing tanah menjijikkan? Dibalik bentuknya yang menggelikan, ternyata cacing tanah memberikan bayak manfaat bagi manusia. Di alam, cacing tanah berperan penting sebagai dekomposer.

Selain itu cacing tanah juga dapat digunakan sebagai obat dan juga pakan ternak yang sangat bergizi. Oleh karena itu, tak heran jika budidaya cacing tanah saat ini banyak digeluti masyarakat.

Cacing tanah memiliki banyak sekali kandungan protein yang sangat bagus untuk ternak. Cacing tanah juga berkhasiat sebagai obat penurun panas bagi manusia.

Bahkan saat ini, produk berbahan dasar cacing tanah mulai merambah ke dunia kosmetik karena khasiatnya dalam melembabkan dan meremajakan kulit.

Tahap Budidaya Cacing Tanah Bagi Pemula

Tingginya manfaat yang dihadirkan oleh cacing tanah, menjadikannya semakin banyak dicari. Walaupun cacing tanah mudah ditemukan di bawah tanah yang lembab.

Budidaya cacing tanah sangat menguntungkan, karena saat ini banyak orang yang membutuhkan cacing tanah dalam jumlah yang banyak. Beberapa tahapan budidaya yang bisa dilakukan antara lain

Persiapkan Media Budidaya Cacing Tanah

Untuk memulai budidaya cacing tanah, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mempersiapkan media budidayanya terlebih dahulu. Media perkembangbiakannya, Anda bisa menggunakan kotak box yag telah diisi dengan media tanah berukuran 90 x 50 x 30 cm.

Tanah yang dimasukkan kedalam box tersebut haruslah tanah humus. Jika tanah kekurangan nutrisi, Anda bisa menambahkannya dengan pupuk kompos atau pupuk kandang. Isi kotax box dengan tanah hingga mencapai ketinggian 5-10 cm.

Setelah itu letakkan kotax di tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung. 

budidaya cacing tanah
romadecade.org

Baca juga: Mulai Beternak Jangkrik dengan Langkah-Langkah Ini

Persiapkan Bibit Cacing Berkualitas

Untuk bisa mendapatkan hasil panen yang memuaskan, maka Anda harus memilih bibit berkualitas. Bibit cacing bisa diambil langsung dari tempat-tempat yang banyak dihuni cacing seperti sampah organik atau tanah-tanah lembab.

Untuk memperbanyak bibit cacing, ada langkah-langkah yang harus dilakukan antara lain

  1. Siapkan kotak box sebagai media perkembangbiakan cacing tanah Lumbricus rubellus lalu isi dengan bibit cacing yang sudah diperoleh
  2. Pelihara cacing dengan memberikan makan berupa sayur atau daun kering
  3. Setelah 2 bulan, cacing akan berkembangbiak menjadi banyak dan bisa Anda pindahkan ke media budidaya yang lebih besar.

Secara umum, untuk membudidayakan cacing dalam 1 box budidaya, Anda membutuhkan sekitar 50-100 cacing. Perbanyakan bibit cacing diatas bisa dilakukan untuk budidaya skala kecil.

Jika berencana untuk melakukan budidaya cacing tanah skala besar, maka cukup membeli bibit dari peternak cacing lain untuk menghemat waktu. 

Pemindahan Bibit Cacing

Bibit yang sudah diperbanyak pada kotak box sudah bisa Anda pindahkan ke media budidaya. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk memindahkan bibit cacing.

  1. Jaga kelembaban tanah dengan membasahi tanah yang telah dimasukkan kedalam media box.
  2. Ukur media tanah dan pastikan nilainya normal. Ph tanah yang sesuai untuk perkembangbiakan cacing tanah yaitu 5,5-7,5. Setelah itu Anda bisa langsung mengisi box dengan bibit cacing sebanyak 50-100 ekor.
  3. Periksa cacing setiap 3 jam sekali pada hari pertama pengembangbiakan. Jika cacing keluar dari tanah dan ingin pergi dari dalam box, maka bisa jadi kondisi media tanah tidak nyaman. Bisa karena suhu tanah atau Ph-nya yang tidak sesuai dengan tempat tinggal asalnya.

Perawatan dan Pemeliharaan Cacing Tanah

Selama proses budidaya cacing tanah, Anda harus melakukan perawatan cacing tanah secara rutin. Beberapa perawatan cacing tanah yang harus dilakukan antara lain :

1. Pemberian pakan cacing

Agar cacing dapat tumbuh sehat, maka Anda harus melakukan pemberian pakan secara rutin. Pakan yang paling bagus untuk perkembangbiakan cacing tanah adalah kotoran hewan ternak seperti sapi dan kerbau.

Namun Anda juga bisa menggunakan jenis pakan lain seperti kompos sayuran. Selain itu, pastikan juga bahwa pakan yang diberikan memiliki struktur gembur sehingga cacing mudah untuk mencernanya. Metode fermentasi juga bisa dilakukan untuk membuat pakan menjadi gembur.

Cukup memercikan sisa sayuran dan buah-buahan dengan larutan fermentasi yang terdiri dari air yang divampur dengan EM4 dan tetes tebu. Setelah 1-2 hari, maka kompos sayuran ini bisa digunakan untuk pakan cacing tanah.

budidaya cacing tanah
youtube.com

2. Penggantian Media Tanah

Tanah merupakan faktor penting perkembangbiakan cacing tanah. Karena perkembangannya sangat pesat, maka harus rutin mengganti media tanah. Penggantian media ini bisa dilakukan 1-2 bulan sekali.

Cara pemindahannya yaitu dengan mengeluarkan semua cacing yang dibudidayakan dalam media box. Setelah itu masukkan tanah baru dan pindahkan cacing kedalam media perkembangbiakan tersebut.

Sedangkan tanah lama bekas cacing didiamkan hingga kokon yang berada didalamnya menetas dan mengeluarkan cacing baru.

Baca Juga: Cara Panen Kroto yang Tepat Agar Hasilnya Maksimal

3. Pembuatan Media untuk Bertelur

Ketika cacing akan bertelur, maka Anda harus mempersiapkan media yang sesuai baginya. Media favorit yang bisa digunakan sebagai media bertelur cacing yaitu campuran jerami dengan pupuk kandang dan juga kompos kering.

Tanam media ini kedalam media box perkembangbiakannya. Ketika akan bertelur, cacing otomatis akan menuju lokasi media bertelur dan akan meletakkan telurnya di tempat tersebut.

Dengan membuat media khusus untuk bertelur, maka Anda bisa dengan mudah mengumpulkan telur ketika proses penggantian tanah ada box.

 4. Pengendalian Hama dan Penyakit

Selama proses budidaya cacing tanah, maka serangan hama dan penyakiit tentu tidak bisa dihindari. Jenis hama yang menggangu budidaya cacing tanah biasanya berasal dari jenis serangga.

Jenis serangga yang menjadi musuh paling besar adalah semut. Semut biasanya akan memangsa cacing tanah. Untuk menghindari serangan semut, bisa meletakkan box media perkembangbiakan cacing dirak susun yang telah diberik kapur anti serangga.

Pemanenan Cacing Tanah

Cacing tanah bisa dipanen ketika sudah memasuki usia 6 bulan perawatan. Cacing tanah yang sudah dipanen bisa dijual.  Untuk memanen cacing cukup mudah, karena cacing sangat takut cahaya, maka Anda hanya perlu mendekatkan lampu ke media perkembangbiakan. Maka dengan sendirinya cacing akan keluar dari tempat tinggalnya dan bisa langsung dipanen.

Setelah cacing hasil panen diambil, Anda bisa memisahkan kokon pada sarang untuk dikembangbiakkan lagi. Sedangkan tanah bekas cacing (kascing) bisa dikumpulkan dan digunakan sebagai sebagai pupuk organik.

Itulah tadi beberapa tahap budidaya cacing tanah yang bisa dilakukan. Karena sangat bermanfaat bagi para peternak cacing, maka usaha budidaya ini tentu sangat bagus untuk dicoba. Jadi walaupun terlihat menjijikkan, cacing tanah ternyata mendatangkan berbagai keuntungan dan manfaat.


Selamat mencoba budidaya cacing tanah sobat PTD, semoga informasi yang diberikan bermanfaat dalam membuka bisnis baru.

Baca juga: Cara Mudah Budidaya Keong Mas, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

Penulis: Novita Awalia Rahmah

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini

Sumber:

  • http://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-cacing-tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.