Rockwool Hidroponik - GU

Salah satu media tanam yang sering digunakan pada sistem pertanian hidroponik adalah rockwool. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam mengaplikasikan rockwool.

Hidroponik kini semakin menjadi pilihan metode berkebun yang menyenangkan. Dengan hidroponik, Anda tidak perlu membanting tulang dan memeras keringat untuk mengolah tanah, mencangkul, dan menggemburkan tanah, seperti biasa dilakukan pada pertanian konvensional.

Sebab itu, hidroponik dikenal sebagai metode budidaya tanaman tanpa tanah yang bersih dan memberikan hasil panen yang berkualitas tinggi.

Hidroponik dalam artian yang sesungguhnya adalah metode yang menggunakan kultur air untuk budidaya tanaman.

Kultur air disebut pula sebagai hidroponik yang sesungguhnya atau bare root system, karena akar tanaman langsung bersentuhan dengan larutan unsur hara yang dialirkan bersama air di dalam instalasi penanaman.

Kalau pun ada media yang digunakan untuk membantu pertumbuhan tanaman, biasanya adalah rockwool yang merupakan media semai di awal pertumbuhan tanaman, dan kemudian dipindahkan bersamaan dengan tanaman ke dalam instalasi penanaman.

Baca Juga: 5 Tips Mudah Menanam Bayam Hidroponik

Nah, agar Anda dapat berhidroponik secara menyenangkan, Anda perlu mengenal salah satu media tanam yang biasa digunakan yaitu rockwool.

Mari mengikuti langkah-langkah pemanfaatan rockwool dalam budidaya hidroponik.

Keunggulan Rockwool

Rockwool memiliki kelebihan sebagai media tanam. Salah satu yang menjadi keunggulannya adalah komposisi air dan udara yang ideal, sehingga terjadi pembasahan yang merata dan dainase yang baik dalam seluruh media tanam tersebut.

Rockwool merupakan media tanam anorganik yang dibuat dari batuan yang merupakan kombinasi batuan basalt, batu kapur, dan batu bara.

Batu-batuan tersebut dipanaskan dalam suhu 1600°C, sehingga meleleh menjadi seperti lava. Batuan dalam bentuk cair tersebut, akan membentuk serat-serat. Kemudian didinginkan dan kemudian dipotong sesuai ukuran yang dibutuhkan.

Sistem Hidroponik dengan Rockwool

Rockwool sebagai media tanam hidroponik memiliki keunggulan sebagai berikut.

  • Ramah lingkungan
  • Tidak mengandung patogen penyebab penyakit
  • Mampu menampung air hingga 14 kali kapasitas tampung tanah
  • Dapat meminimalkan penggunaan disinfektan
  • Dapat mengoptimalkan peran pupuk.

Rockwool dalam budidaya hidroponik dapat digunakan sebagai media tanam dari fase penyemaian sampai fase produksi.

Langkah-Langkah Pemanfaatan Rockwool pada Hidroponik

Berikut lima langkah yang perlu Anda lakukan dan terapkan untuk budidaya hidroponik dengan menggunakan rockwool sebagai media tanam.

 

Memilih Rockwool

Syarat utama media tanam untuk hidroponik adalah harus ringan dan mempunyai porositas yang baik. Substrat yang digunakan dalam hidroponik mempunyai fungsi yang sama dengan tanah, yaitu sebagai media yang dapat menyerap dan menyediakan air, unsur hara, dan oksigen bagi tanaman yang diserap melalui akar.

Media tanam yang ideal dan banyak digunakan adalah rockwool. Di pasar atau toko-toko, perlengkapan hidroponik tersedia pilihan rockwool dengan kualitas yang berbeda pula.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah kemampuan rockwool dalam hal menyerap air. Rockwool yang baik adalah yang mudah menyerap air dan dapat menyimpan air dengan baik.

Di pasar terdapat rockwool juga dengan kualitas penyerapan air yang buruk. Bahan rockwool permukaan licin sehingga sulit kemasukan air, sehingga tentu saja sulit untuk menyimpan air. Rockwool seperti ini jangan Anda gunakan.

Baca Juga: Hanya 4 Tahap Menanam Kacang Hijau Secara Hidroponik

Memotong Rockwool

Rockwool yang Anda beli biasanya dalam bentuk potongan seperti balok atau lembaran dengan ukuran tertentu. Untuk penyemaian, rockwool perlu dipotong dengan ukuran 3×3 cm, 2,5×2,5 cm atau potongan berbentuk dadu. Gunakan cutter yang tajam atau gergaji kecil yang bergerigi untuk memotong rockwool.

Gunakan penggaris besi agar potongan rockwool menjadi rapi dengan ukuran yang seragam. Penggunaan alat potong yang tumpul akan merusak rockwool dan menghasilkan serpihan-serpihan kecil yang mudah berterbangan dan berbahaya bila terhirup manusia.

Sebab itu, saat memotong rockwool, Anda sebaiknya memakai masker sebagai pelindung agar serpihan dan partikel-partikel kecil rockwool dari hasil pemotongan tidak terhirup melalui hidung. Potongan rockwool tersebut direndam dalam air, kemudian letakkan atau tata rockwool tersebut pada wadah semai atau tray semai.

Penyemaian Benih

Potongan rockwool yang sudah ditata dalam wadah semai, dibuatkan lubang tanam untuk menyemai benih sayuran. Lubang tanam dibuat pada permukaan rockwool dengan menggunakan lidi atau tusuk gigi.

Setelah itu siapkan benih sayuran yang ingin Anda semai. Sekarang Anda  masukkan benih sayuran itu ke dalam lubang tanam yang sudah dibuat pada permukaan rockwool.

Tentu sulit bila mengambil benih sayuran satu per satu dengan jari tangan. Untuk itu, gunakan tusuk gigi atau lidi yang ujungnya diruncing. Basahi ujung gigi atau lidi, lalu sentuhkan pada benih sehingga benih yang berupa biji-bijian yang kecil menempel pada ujung tusuk gigi.

Lalu biji tersebut Anda letakkan pada lubang tanam. Lakukan satu persatu sehingga seluruh rockwool yang Anda siapkan terisi benih sayuran  yang disemai.

Setelah penyemaian selesai, Anda perlu menyiram permukaan rockwool dengan air agar kelembabannya terjaga.  Kemudian Anda tutup permukaan rockwool dengan plastik hitam untuk mencegah penguapan.

Sistem Hidroponik

Perawatan Bibit Tanaman

Benih sayuran yang sudah disemai dalam satu dua hari sudah mulai berkecambah. Pada saat ini, benih yang berkecambah tersebut perlu mendapatkan cahaya matahari langsung.

Cahaya matahari sangat diperlukan untuk menghindarkan benih tersebut bertumbuh memanjang atau biasa dikenal sebagai etiolasi. Benih yang bertumbuh karena etiolasi biasanya kurus, tinggi, dan pucat.

Bibit yang telah tumbuh perlu selalu disiram secara rutin agar rockwool tidak mengering dan bibit tanaman dapat tumbuh baik.

Pemindahan Tanaman

Dalam waktu sekitar 10 hari-14 hari, tanaman yang disemai sudah  memiliki 2 lembar daun. Inilah saatnya yang tepat untuk memindahkan bibit tanaman pada instalasi penanaman.

Pemindahan tanaman biasanya dilakukan pada instalasi hidroponik dengan sistem NFT (nutrient film technique), sumbu wick,  atau rakit apung. Untuk penanaman pada instalasi hidroponik dibutuhkan netpot yang telah dipasangi  sumbu dari kain flanel.

 

Ambil bibit tanaman beserta rockwool lalu letakkan dalam netpot tersebut dan ditempatkan dalam lubang tanam pada instalasi hidroponik yang sudah disiapkan.

Pemindahan bibit tanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari, karena penguapan pada tanaman  belum tinggi, sehingga tanaman dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan tumbuhnya yang baru.


Itulah langkah mudah dalam terapkan rockwool pada hidroponik. Apakah Sobat PTD tertarik untuk mencobanya?

Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!

Baca Juga: 5 Langkah Budidaya Selada Hidroponik dengan Mudah

Penulis: Norbertus Kaleka

Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di sini.

Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.