5 Tips Sukses Beternak Ayam Sistem Closed House

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin maju juga dirasakan oleh subsektor pertanian Indonesia yaitu sektor peternakan. Pemeliharaan ayam yang pada mulanya berbulan-bulan, dengan memanfaatkan rekayasa genetika, dapat diperoleh sekarang hanya dalam waktu 2-3 bulan, bahkan beberapa sudah mulai memikirkan untuk mendapatkan ayam hanya dengan memeliharanya selama 1 bulan penuh.

Selain bibit yang berkualitas, ketahui pula bahwa kandang menjadi salah satu solusi dalam peternakan ayam. Peternakan yang pada awalnya mengadopsi cara konvensional perlu dikembangkan lagi ke arah peternakan “Closed House” untuk memperoleh hasil ternak yang berkualitas.

Berikut ini adalah beberapa tips sukses beternak ayam dengan sistem Closed House yang dapat Anda terapkan :

Kenali lingkungan

Hampir dalam setiap usaha ataupun bisnis, sangatlah penting untuk mengenal lingkungan sebelum menjalankan usaha terutama usaha peternakan. Dalam usaha peternakan, mungkin Anda tidak akan terlalu pusing mengenai kejadian penyakit pada suatu lokasi tertentu. Namun, yang perlu kalian lakukan ialah mengenali potensi pasar dimana Anda akan menjual ayam hasil produksi dari peternakan ayam anda.

Perbanyak ilmu dengan artikel dan buku mengenai peternakan ayam, juga perlu ada mentor dalam proses manajemen peternakan yang Anda kerjakan. Potensi lingkungan lainnya yang dapat Anda kembangkan ialah potensi pakan daerah Anda sehingga tidak membutuhkan pakan pabrikan. Hal ini juga akan menekan jumlah pengeluaran Anda khususnya pengeluaran pakan.

Baca juga: 4 Langkah Sukses Beternak Ayam Kampung

Tetapkan sistem pemeliharaan

Sistem Closed House
Peternakan Ayam Sistem Closed House | Foto: alatternakayam.com

Sistem pemeliharaan, dalam hal ini, menyangkut tentang kandang peternakan ayam yang akan Anda gunakan. Adapun sistem pemeliharaan dibagi menjadi Open House dan Closed House. Yang menjadi pembahasan di artikel ini adalah sistem Closed House.

Namun, kandang Closed House dibagi lagi menjadi kandang Semi Intensif atau Semi Closed House dan Intensif atau Closed House karena biaya pemeliharaan yang dibutuhkan dalam kandang Intensif secara penuh. Dalam pola pemeliharaan ini, beternak ayam dengan kandang Semi Intensif atau Semi Closed House memberikan kepuasan terhadap hasil peternakan yang tidak maksimal.

Menggunakan kipas kandang

Pengelolaan peternakan Closed House terdapat pada kemampuan kandang untuk menggunakan kipas kandang yang baik. Kipas kandang yang digunakan dapat berupa kipas kandang pabrikan atau kipas hasil rakitan sendiri. Akan tetapi, penggunaan kipas rakitan tidak memiliki standar yang bisa diperhitungkan sehingga potensi kerugiannya sangatlah besar. Anda harus lebih bijak dalam kasus ini.

Tujuan dari penggunaan kipas kandang adalah menghasilkan kondisi kandang dengan suhu dan perputaran udara yang sejuk, terkontrol dan dingin, membuat ayam tidak stres, dan mampu meningkatkan produktivitasnya. Kipas kandang dapat mengurangi kemampuan ayam dalam hal “panting” untuk menyesuaikan suhu tubuhnya sehingga produktivitasnya meningkat. Perputaran angin yang terjadi terus-menerus menyebabkan virus, bakteri, ataupun bibit penyakit tidak dapat menghinggap karena sentuhan sirkulasi angin yang lancar.

Baca juga: 5 Tips Membeli Anak Ayam Kampung Unggulan

Anak Ayam

Menggunakan kontroler Klimatron

Kontroler Klimatron berfungsi dalam hal penggunaan kipas di dalam kandang. Alat ini berfungsi untuk mengontrol apakah kipas berfungsi atau tidak, mampu menyesuaikan kebutuhan akan sirkulasi udara pada kandang sehingga lebih efisien dalam meningkatkan produktivitas ternak ayam. Manfaat lainnya, ayam tidak perlu melakukan penyesuaian lingkungan dengan kontrol suhu dan sirkulasi yang terstandarisasi sehingga pertumbuhan bobot badan dapat terukur.

Usahakan listrik stabil

Dalam peternakan ayam Closed House, listrik berkorelasi dengan kemampuan kipas sehingga bila listrik yang digunakan tidak stabil, hal itu akan menyebabkan kipas mati pula. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan Genset sebagai cadangan listrik untuk mencegah terjadinya pemadaman listrik. Berbeda dengan penggunaan listrik skala konvensional, pada kandang Closed House, listrik yang digunakan umumnya berskala tegangan tinggi karena dibutuhkan oleh penggerak kipas kandang dan pencahayaan pada anak ayam dalam membantu temperatur.


Nah, itulah 5 tips yang bisa Anda terapkan untuk beternak ayam dengan sistem Closed House. Bagaimana menurut Sobat PTD? Apakah kamu tertarik untuk beternak ayam dengan sistem Closed House?

Baca juga: Cara Membuat Alat Penetas Telur Ayam yang Sederhana

Penulis : Suryadi Pappa

Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.