{"id":1001,"date":"2018-10-10T16:48:26","date_gmt":"2018-10-10T09:48:26","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1001"},"modified":"2019-09-18T08:19:30","modified_gmt":"2019-09-18T01:19:30","slug":"feri-agus-yadi-petani-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/feri-agus-yadi-petani-muda\/","title":{"rendered":"Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani"},"content":{"rendered":"<p>Jika kita berbicara tentang\u00a0petani,\u00a0pasti yang ada pada <em><i>m<\/i><\/em><em><i>indset<\/i><\/em>\u00a0kita pertama kali adalah orang tua, kotor, dan panas. Memang pada umumnya petani diidentikkan demikian.\u00a0Namun,\u00a0lain halnya dengan pria kelahiran Pamekasan tahun 1998 ini, selain dia menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Madura,\u00a0ia juga memiliki usaha sendiri dalam bidang pertanian.<\/p>\n<p>Pria dengan nama lengkap Feri Agus Yadi ini mengaku bahwa ia telah memulai usahanya sekitar 3 bulan lalu. Ia pun mengatakan bahwa ia tidak sendiri dalam melakukan usahanya itu. Ia dibantu oleh kedua orang tuanya mengingat ia juga seorang mahasiswa dan jarak lahannya pun jauh dari tempat dimana ia kuliah.<\/p>\n<p>Sekitar 2 minggu sekali,\u00a0ia pulang untuk mengontrol dan mengolah lahannya. Sementara jika ia sedang berada di kampus,\u00a0ia kontrol melalui via telepon. Adapun komoditas pertanian yang ia budidayakan\u00a0yaitu kacang panjang, kangkung, dan terong yang ditanam pada lahan dengan luas\u00a0kurang dari 0,5 hektar dan semua komoditas itu dikelola dengan teknik pertanian organik sederhana.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Mahasiswa yang saat ini tengah duduk di semester 5 Agroteknologi Universitas Trunojoyo ini telah mencintai dunia pertanian sejak\u00a0kecil. Hal ini karena ia didukung oleh keluarganya yang memang setiap anggota keluarganya\u00a0memiliki usaha tersendiri dalam bidang pertanian.<\/p>\n<p><strong>Baca:\u00a0<\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/tak-perlu-malu-jadi-petani-muda\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Tak Perlu Malu Jadi Petani Muda<\/strong><\/a><\/p>\n<figure id=\"attachment_1003\" aria-describedby=\"caption-attachment-1003\" style=\"width: 1080px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1003 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kebun-Kangkung-Feri-Agus-Yadi.jpg\" alt=\"Kebun Kangkung Feri Agus Yadi\" width=\"1080\" height=\"802\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kebun-Kangkung-Feri-Agus-Yadi.jpg 1080w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kebun-Kangkung-Feri-Agus-Yadi-300x223.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kebun-Kangkung-Feri-Agus-Yadi-768x570.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kebun-Kangkung-Feri-Agus-Yadi-1024x760.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kebun-Kangkung-Feri-Agus-Yadi-600x446.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1003\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kebun Kangkung Feri Agus Yadi | Sumber: Instagram @feriagusyadi<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Awalnya,\u00a0ketika ia ingin memulai usahanya, ia\u00a0memiliki satu tujuan yakni ingin membuktikan kepada orang tuanya yang beranggapan bahwa ia tidak bisa sukses dengan usahanya itu. Karena orang tuanya tahu bahwa ia lebih suka meluangkan waktunya untuk sekedar bermain dan melakukan hal lain yang kurang berguna.<\/p>\n<p>Namun,\u00a0ketika ia duduk di semester 4 lalu,\u00a0ia mulai berevolusi dan memulai usaha kecil-kecilannya yang hanya bermodalkan Rp. 300.000. Siapa yang dapat menyangka, dengan usaha yang ulet dan tekun itu, ia mampu mendatangkan omset yang\u00a0luar biasa dalam kurun waktu yang cukup singkat.<\/p>\n<p>Selama menjalani usahanya selama 3 bulan,\u00a0ia telah bisa membeli 1 buah laptop dari omset penjualannya itu. Jika diuangkan selama 3 bulan,\u00a0ia bisa memiliki omset sebesar \u00b1 Rp. 5.000.000. Omset tersebut ia dapatkan setelah ia menjual hasil\u00a0pertaniannya kepada masyarakat di sekitar rumahnya atau tukang sayur keliling yang memang sengaja memesan darinya. Selain masih <em><i>fresh<\/i><\/em>,\u00a0harganya pun cukup murah jika dibandingkan dengan harga pasaran untuk sayur organik. Itulah keunggulan dari usahanya itu.<\/p>\n<p>Untuk ke depannya, ia semakin ingin mengembangkan usahanya itu. Ia memiliki impian untuk membuat supermarket yang dikhususkan untuk menjual produk-produk pertanian organik.<\/p>\n<p><strong>Baca: <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/keuntungan-dan-perkembangan-pertanian-organik\/\" rel=\"bookmark\">Keuntungan dan Perkembangan Pertanian Organik di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_1004\" aria-describedby=\"caption-attachment-1004\" style=\"width: 400px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1004\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kacang-Panjang-Hasil-Panen-Feri-Agus-Yadi-819x1024.jpg\" alt=\"Kacang Panjang Hasil Panen dari Kebun Feri Agus Yadi\" width=\"400\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kacang-Panjang-Hasil-Panen-Feri-Agus-Yadi-819x1024.jpg 819w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kacang-Panjang-Hasil-Panen-Feri-Agus-Yadi-240x300.jpg 240w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kacang-Panjang-Hasil-Panen-Feri-Agus-Yadi-768x960.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kacang-Panjang-Hasil-Panen-Feri-Agus-Yadi-600x750.jpg 600w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kacang-Panjang-Hasil-Panen-Feri-Agus-Yadi.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 400px) 100vw, 400px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1004\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kacang Panjang Hasil Panen dari Kebun Feri Agus Yadi | Sumber: Instagram @feriagusyadi<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Dengan manajemen waktu yang baik,\u00a0kini ia semakin gencar untuk\u00a0mengembangkan usahanya. Salah satu caranya adalah\u00a0dengan menambah komoditas yang ia tanam. Ia juga melontarkan\u00a0\u201cSampai kapanpun,\u00a0pertanian pasti akan tetap ada karena selama manusia masih hidup,\u00a0pasti masih memerlukan yang namanya makan\u201d. Kata-kata inilah yang menjadi salah satu pendorong untuk lebih mencintai pertanian terkhusus usahanya itu.<\/p>\n<p>Maka dari itu,\u00a0kita sebagai generasi muda pada umumnya dan untuk mahasiswa pertanian pada khususnya,\u00a0jangan malu untuk menjadi seorang petani\u00a0karena petani merupakan pekerjaan yang akan terus berjaya sampai manusia telah tiada. Kita harus mengubah <em><i>mindset<\/i><\/em>\u00a0diatas menjadi <em><i>mainset<\/i><\/em>\u00a0Petani Muda Berdasi.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kiyoto-saito-petani-jepang-modis\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Belajar dari Kiyoto Saito, Sang Petani Muda Jepang yang Modis<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Ahkmad Zaynuri Alfarizi<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa S1 Agribisnis Universitas Trunojoyo<br \/>\n<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika kita berbicara tentang\u00a0petani,\u00a0pasti yang ada pada mindset\u00a0kita pertama kali adalah orang tua, kotor, dan panas. Memang pada umumnya petani diidentikkan demikian.\u00a0Namun,\u00a0lain halnya dengan pria kelahiran Pamekasan tahun 1998 ini,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1002,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70,862],"tags":[12,80],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Feri-Agus-Yadi-Seorang-Petani-Muda-dan-Mahasiswa-di-Pamengkasan.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1001"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1001"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1154,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1001\/revisions\/1154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}