{"id":10154,"date":"2024-09-07T01:51:12","date_gmt":"2024-09-06T18:51:12","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10154"},"modified":"2024-09-07T10:24:52","modified_gmt":"2024-09-07T03:24:52","slug":"kenali-perbedaan-dedak-padi-dan-bekatul","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kenali-perbedaan-dedak-padi-dan-bekatul\/","title":{"rendered":"Kenali Perbedaan Dedak Padi dan Bekatul"},"content":{"rendered":"<p>Masih bingung untuk mengetauhi perbedaan dedak padi dan bekatul? yuk, cari tahu disini.<\/p>\n<p>Bagi Anda peternak pemula mungkin sudah familiar dengan formulasi pakan ternak untuk mengurangi biaya produksi. Pakan sendiri diberikan pada ternak dengan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak sehingga bisa menghasilkan hasil ternak berkualitas.<\/p>\n<p>Karbohidrat pada ternak sendiri sangat penting sebagai sumber energi dalam metabolisme tubuh ternak, sehingga peternak memanfaatkan jagung, dedak, bekatul, dan sumber karbohidrat yang lain sebagai komponen karbohidrat utama.<\/p>\n<p>Khusus untuk peternak pemula akan sulit untuk membedakan antara bekatul dan dedak. Bagi kamu yang baru belajar formulasi pakan dapat menjadikan referensi ini dalam mengenali perbedaan keduanya.<\/p>\n<h2>Cara mengenali perbedaan dedak padi dan bekatul<\/h2>\n<p>Berikut ini merupakan cara mudah untuk mengenali perbedaan diantara keduanya:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/yuk-kenali-cara-pembuatan-kompos-takakura\/\">Yuk, Kenali Cara Pembuatan Kompos Takakura<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kandungan Nutrien Dedak Padi dan Bekatul<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tabel di bawah ini menunjukkan perbedaan nilai nutrisi antara keduanya:<\/p>\n<table width=\"591\">\n<tbody>\n<tr>\n<td>Nutrien\/ Bahan<\/td>\n<td>Dedak Padi<\/td>\n<td>Bekatul<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>PK<\/strong><\/td>\n<td>8.5%<\/td>\n<td>12.0%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>SK<\/strong><\/td>\n<td>17.0%<\/td>\n<td>5.2%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>LK<\/strong><\/td>\n<td>4.2%<\/td>\n<td>10.7%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>Abu<\/strong><\/td>\n<td>12.6%<\/td>\n<td>7.7%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><strong>BETN<\/strong><\/td>\n<td>43.7%<\/td>\n<td>50.4%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>(Hartadi <em>et al<\/em>., 1980)<\/p>\n<p>Komponen utama dalam bekatul terdapat 3 asam lemak utama yakni palmitat, oleat, dan linoleat. Beberapa nutrisi pada bekatul lainnya ialah antioksidan (oryzanol dan vitamin E) serta kaya akan vitamin B khususnya vitamin B12. Sedangkan pada dedak padi mengandung hemiselulosa, selulosa, dan pati dan B-Glucan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10163\" aria-describedby=\"caption-attachment-10163\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10163\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/dedak.jpg\" alt=\"dedak\" width=\"600\" height=\"450\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10163\" class=\"wp-caption-text\">tokopedia.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Tekstur<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Perbedaan lainnya antara keduanya dapat ditentukan dari tekstur masing \u2013 masing bahan tersebut. Dedak memiliki tekstur yang lebih kasar sedangkan bekatul memiliki tekstur yang lebih halus karena pada dedak padi memiliki kulit ari.<\/p>\n<p>Apabila direndam dalam air maka umumnya dedak padi akan mengapung, sedangkan bekatul akan tenggelam pada saat direndam di dalam air. Hal ini disebabkan karena kandungan serat kasar dedak padi lebih banyak dibandingkan dengan bekatul.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-pembuatan-pupuk-organik-cair-bokashi\/\">5 Langkah Pembuatan Pupuk Organik Cair Bokashi<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Harga<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Umumnya harga untuk bekatul lebih mahal dibandingakan dengan harga dedak padi sehingga kerap kali terjadi memanipulasi harga. Pedagang mengklaim dedak padi sebagai bekatul untuk mendapatkan harga yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Bekatul juga memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga saat ini sudah banyak yang memanfaatkannya sebagai salah satu sumber makanan bergizi seperti bubur.<\/p>\n<p>Kami sangat menyarankan Anda sebelum membeli untuk memantau terlebih dahulu harga yang normal di pasaran sehingga mampu membedakan antara dedak padi dan bekatul.<\/p>\n<p>Usahakan untuk membeli kepada pedagang yang telah Anda percayai untuk memberikan hasil terbaik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10164\" aria-describedby=\"caption-attachment-10164\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-10164\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/dedak-padi.jpeg\" alt=\"dedak padi\" width=\"600\" height=\"449\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10164\" class=\"wp-caption-text\">bukalapak.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Menguji Pemalsuan Dedak Padi dan Bekatul<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pengujian dedak padi dan bekatul yang asli dapat dilakukan dengan bantuan alat bernama <em>Fluoroglucinol<\/em>. Alat ini berguna dalam test kandungan sekam pada dedak padi (Li-Test) sehingga dapat diketahui kandungan serat kasar didalamnya.<\/p>\n<p>Sekam umumnya kurang dari 13 % tetapi pada dedak padi bisa 15% sedangkan bekatul hanya memiliki kandungan serat kasar sekitar 5 \u2013 7 %. Dengan memanfaatkan alat ini, kita bisa mengerti kandungan serat kasar pada beberapa bahan pakan ternak.<\/p>\n<p>Prinsip penggunaan alat tes <em>fluoroglucinol<\/em> ialah giling sekam dan kulit gabah hingga halus. Dedak padi yang berkualitas disaring pada 0,6 mm. siapkan dedak padi standar 5%; 10%, 15%, 20%, 25% sekam lalu timbang 1 gram.<\/p>\n<p>Letakkan pada petri disk kemudian pipet 4 ml fluoroglucinol ke masing-masing petri disk. Homogenkan lalu diamkan sampai 10 menit. Amati perubahan yang terjadi.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah ulasan mengenai perbedaan dedak padi dan bekatul, semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-ampas-ubi-dari-limbah-menjadi-bisnis\/\">Manfaat Ampas Ubi dari Limbah Menjadi Bisnis<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Anonim. 2017. 4 Perbedaan Dedak Padi dan Bekatul serta Cara Membedakannya. Diakses dari : https:\/\/sinauternak.com\/perbedaan-dedak-padi-dan-bekatul\/<\/li>\n<li>Anonim. 2017. 4 Perbedaan Dedak Padi dan Bekatul. Diakses dari: https:\/\/pakanternak.fapet.ugm.ac.id\/2018\/03\/13\/4-perbedaan-dedak-padi-dan-bekatul\/<\/li>\n<\/ul>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih bingung untuk mengetauhi perbedaan dedak padi dan bekatul? yuk, cari tahu disini. Bagi Anda peternak pemula mungkin sudah familiar dengan formulasi pakan ternak untuk mengurangi biaya produksi. Pakan sendiri&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10162,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842],"tags":[1988,1987],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/perbedaan-dedak-padi-dan-bekatul.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10154"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10154"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10154\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10165,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10154\/revisions\/10165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10162"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}