{"id":1028,"date":"2023-01-12T01:00:54","date_gmt":"2023-01-11T18:00:54","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1028"},"modified":"2023-01-12T10:51:04","modified_gmt":"2023-01-12T03:51:04","slug":"hidroponik-sistem-tetes","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hidroponik-sistem-tetes\/","title":{"rendered":"Mengenal Hidroponik Sistem Tetes dan Cara Membuatnya"},"content":{"rendered":"<p>Apa itu hidroponik sistem tetes? Anda yang tidak mengikuti perkembangan di bidang pertanian tentu belum mengetahuinya. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui informasinya. Bukan hanya untuk menambah wawasan saja. Namun, siapa tahu Anda tertarik untuk mencoba metode bercocok tanam modern yang satu ini?<\/p>\n<p>Perlu Anda ketahui bahwa hidroponik merupakan salah satu teknik <em><i>indoor farming<\/i><\/em>\u00a0atau bercocok tanam di dalam ruangan. Hidroponik adalah teknik menanam berbagai jenis tanaman tanpa tanah karena hanya menggunakan air sebagai medianya.<\/p>\n<p>Hidroponik sudah populer di seluruh dunia. Bahkan, di negara-negara maju seperti Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan lainnya, sistem pertanian tersebut sudah menjadi industri yang serius dikembangkan karena cukup menguntungkan. Sementara di Indonesia, hidroponik hanya sebatas digeluti dalam skala kecil, baik perorangan, rumah tangga, ataupun kelompok.<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, salah satu metode hidroponik berhasil ditemukan yaitu sistem tetes. Hidroponik sistem tetes adalah salah satu sistem hidroponik dimana cara kerjanya adalah dengan meneteskan larutan nutrisi pada akar tanaman untuk menjaga kelembapannya, sehingga menghemat air dan pupuk.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/perbedaan-sayur-hidroponik-dengan-organik\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Perbedaan Sayur Hidroponik VS Organik<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Dua jenis hidroponik sistem tetes<\/h3>\n<p>Ada 2 jenis hidroponik sistem tetes yang berhasil dikembangkan. Berikut sedikit penjelasannya.<\/p>\n<h4>Sistem resirkulasi<\/h4>\n<p>Bisa juga disebut sebagai <em><i>recovery drip<\/i><\/em>, yaitu penggunaan kembali nutrisi tanaman yang terdapat pada media air dan sudah diserap akar tanaman. Lalu, akar tanaman yang basah akan kembali ke reservoir\u00a0untuk diresirkulasi melalui sistem hidroponik. Hal tersebut terus berputar dan berulang-ulang.<\/p>\n<p>Sementara itu, nutrisi yang digunakan bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing tanaman, sehingga tumbuh berkembangnya tanaman lebih bagus karena mendapatkan nutrisi yang tepat.<\/p>\n<h4>Sistem non-resirkulasi<\/h4>\n<p>Bisa juga disebut sebagai <em><i>non-recovery drip<\/i><\/em>, yaitu penggunaan media air yang sudah diberikan nutrisi yang tepat untuk tanaman. Tidak ada larutan nutrisi yang didaur ulang dan digunakan lagi dalam reservoir. Hal itu disebabkan oleh pemberian nutrisi dilakukan melalui tetesan dan siraman air yang dilakukan secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pihak orang atau petaninya yang menentukan sendiri.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1031\" aria-describedby=\"caption-attachment-1031\" style=\"width: 750px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1031 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Metode-Hidroponik-Sistem-Tetes.jpg\" alt=\"Metode Hidroponik Sistem Tetes\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Metode-Hidroponik-Sistem-Tetes.jpg 750w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Metode-Hidroponik-Sistem-Tetes-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Metode-Hidroponik-Sistem-Tetes-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1031\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: arinibalifarm.blogspot.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-menanam-bawang-merah-secara-hidroponik\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Mudah Tanam Bawang Merah Secara Hidroponik<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><strong><b>Cara membuat <\/b><\/strong><strong><b>hidroponik sistem tetes<\/b><\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum membuatnya, Anda harus menyiapkan bahan dan alatnya terlebih dulu, antara lain sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Sebuah ember berkapasitas 5 galon &amp; penutupnya<\/li>\n<li>Pot tanaman berukuran 15 cm<\/li>\n<li>Pisau untuk melubangi beberapa bagian perlengkapan<\/li>\n<li>Pompa <em><i>submersible <\/i><\/em>dengan fitting berduri<\/li>\n<li>Tabung irigasi polythylene (<em><i>polytube<\/i><\/em>) yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran pompa<\/li>\n<li>Media tumbuh<\/li>\n<li>Tabung Spaghetti<\/li>\n<li>Pasak dan dripper<\/li>\n<\/ul>\n<p>Setelah semua alat dan bahan seperti yang ditulis di atas tersedia, Anda bisa memulai pembuatan hidroponik sistem tetes\u00a0dengan langkah-langkah sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Langkah pertama, silahkan melihat bagian bawah tutup ember. Pasalnya, bagian bawah pot harus sedikit lebih kecil dibanding bagian atasnya. Gunakan pisau untuk memotong lubang di tutup ember.<\/li>\n<li>Pastikan pot masuk ke dalam lubang tutup ember. Anda perlu melubangi diameter sekitar 1 inci di tutup ember, di samping lubang untuk pot tanaman.<\/li>\n<li>Lanjutkan dengan melubangi dekat tepi tutupnya. Lalu, letakkan pompa di bawah ember. Setelah itu, pasangkan <em>polytube<\/em> ke kepala berduri pada pompa <em><i>submersible<\/i><\/em>.<\/li>\n<li>Selanjutnya, masukkan <em>polytube<\/em> melalui lubang di dekat lubang pot tanaman. Masukkan kabel daya pompa di lubang lainnya.<\/li>\n<li>Setelah itu, masukkan sekitar 2 galon larutan nutrisi ke dalam ember, lalu tutup rapat. Potong bagian ujung <em>polytube<\/em> dan sisakan sekitar 6 inci di atas tutup ember.<\/li>\n<li>Buatlah lubang sekitar 2 inci dari ujung jalur irigasi <em>polytube<\/em>. Hubungkan tabung spaghetti ke pipa irigasi.<\/li>\n<li>Hubungkan pasak dan tetesan <em><i>(dripper) <\/i><\/em>pada ujung tabung spaghetti lainnya.<\/li>\n<li>Langkah berikutnya, tancapkan bagian ujung atas tabung spaghetti menggunakan pisau\u00a0agar bagian tersebut mempunyai tekanan, sehingga aliran air dan nutrisi mengalir.<\/li>\n<li>Lalu, mulai\u00a0menanam jenis tanaman di lubang yang sudah dibuat.\u00a0Fungsikan pompa\u00a0untuk memulai aliran nutrisi.<\/li>\n<li>Perlu diingat, Anda perlu mengganti atau mengisi kembali larutan nutrisi tiap 7-10 hari. Tujuannya agar nutrisi yang diberikan pada tanaman selalu segar dan tepat dosis seperti kebutuhannya.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Itulah informasi singkat mengenai hidroponik sistem tetes. Anda yang tertarik membuatnya, silahkan mempraktikkannya\u00a0seperti yang diuraikan di atas. Jika masih ada yang bingung atau menemukan masalah, jangan pernah ragu atau malu untuk bertanya kepada orang ataupun pihak yang lebih kompeten di bidang ini.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/oshi-trisna-petani-millenial\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Oshi Trisna, Mahasiswa Yang Sudah Menekuni Hidroponik<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Referensi: ilmubudidaya.com<br \/>\n<\/em><em>Sumber gambar utama: hydro-ponics.blogspot.com<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Arifin Totok<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa itu hidroponik sistem tetes? Anda yang tidak mengikuti perkembangan di bidang pertanian tentu belum mengetahuinya. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mengetahui informasinya. Bukan hanya untuk menambah wawasan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1030,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,844],"tags":[50,196],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Hidroponik-Sistem-Tetes.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1028"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1028"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1028\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1032,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1028\/revisions\/1032"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1030"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1028"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1028"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1028"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}