{"id":10449,"date":"2022-07-22T01:09:28","date_gmt":"2022-07-21T18:09:28","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10449"},"modified":"2022-07-22T09:39:12","modified_gmt":"2022-07-22T02:39:12","slug":"membuat-jamu-herbal-sebagai-pakan-tambahan-ayam-aduan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membuat-jamu-herbal-sebagai-pakan-tambahan-ayam-aduan\/","title":{"rendered":"Membuat Jamu Herbal Sebagai Pakan Tambahan Ayam Aduan"},"content":{"rendered":"<p>Yuk, membuat jamu herbal sebagai pakan tambahan ayam aduan. Ikutin langkah-langkah yang ada pada artikel berikut ini.<\/p>\n<p>Semua peternak ayam aduan tentu ingin memiliki ayam yang sehat, kuat, serta stamina yang baik terutama ketika berada dalam arena pertarungan. Hal ini sangat mempengaruhi performa ayam aduan saat dihadapkan dengan lawannya.<\/p>\n<p>Layaknya manusia, ayam aduan juga perlu diberi makanan tambahan atau vitamin agar staminanya tetap terjaga dan terpelihara.<\/p>\n<p>Pemberian makanan tambahan atau vitamin juga diharapkan dapat membuat ayam aduan terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin bisa menyerang sewaktu-waktu.<\/p>\n<p>Salah satu cara untuk memelihara kesehatan dan stamina ayam aduan adalah dengan memberi jamu herbal.<\/p>\n<p>Selain pembuatannya mudah, kelebihan jamu herbal ayam aduan adalah tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan kimia, ramah lingkungan, dan membuat kandang bebas dari bau tidak sedap.<\/p>\n<p>Bahan herbal juga dianggap lebih manjur, menyehatkan, dan tentunya relatif murah. Pada umumnya peternak ayam aduan menggunakan kunyit sebagai salah satu bahan jamu herbal.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil riset, dalam kunyit terkandung senyawa kurkumin anti radang, anti virus, anti mikroba dan anti kolesterol.<\/p>\n<p>Institusi Badan Litbang Pertanian Kementan menyebutkan bahwa kunyit (<em>Curcuma domestica<\/em>) di samping sebagai bahan anti hama juga berkhasiat mengubah bau tidak sedap.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, tidak mengherankan bila kunyit kerap digunakan peternak untuk tetap memelihara kesehatan ayam aduannya.<\/p>\n<h2>Cara Membuat Jamu Herbal Pakan Tambahan Ayam<\/h2>\n<p>Pola pemberian jamu herbal ayam aduan alami bervariasi, tergantung kegunaan apakah untuk mengatasi penyakit, menjaga kesehatan, atau menambah stamina ayam aduan. Berikut langkah-langkah membuat jamu herbal untuk ayam aduan:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-menanam-pohon-turi-untuk-pakan-ternak\/\">5 Langkah Menanam Pohon Turi untuk Pakan Ternak<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ramuan pertama<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Bahan baku:<\/p>\n<ol>\n<li>Kunyit \u00bd kg<\/li>\n<li>Jahe 1 kg<\/li>\n<li>Kopi bubuk \u00bd kg<\/li>\n<li>Gula merah 1 kg<\/li>\n<li>Daun-daun herbal<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Blender atau parut kunyit dan jahe yang sudah dikupas dan dicuci<\/li>\n<li>Campur kopi bubuk ke dalam bahan kunyit dan jahe yang sudah dihaluskan<\/li>\n<li>Larutkan gula merah ke dalam rebusan air<\/li>\n<li>Setelah larut, masukkan kunyit, jahe, kopi, dan daun-daun herbal.<\/li>\n<li>Aduk semua bahan hingga mengental.<\/li>\n<li>Setelah adonan dingin, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil sesuai ukuran paruh ayam.<\/li>\n<li>Jemur dan keringkan agar jamu bisa bertahan lama.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_10455\" aria-describedby=\"caption-attachment-10455\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10455\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/jamu-herbal-pakan-ayam-aduan.jpg\" alt=\"jamu herbal pakan ayam aduan\" width=\"600\" height=\"313\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/jamu-herbal-pakan-ayam-aduan.jpg 960w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/jamu-herbal-pakan-ayam-aduan-300x156.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/jamu-herbal-pakan-ayam-aduan-768x400.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10455\" class=\"wp-caption-text\">duniaunggas.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/budidaya-kutu-air-untuk-pakan-ikan-tanpa-bibit-dengan-4-cara-ini\/\">Budidaya Kutu Air Untuk Pakan Ikan Dengan 4 Cara Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ramuan kedua<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Bahan baku:<\/p>\n<ul>\n<li>Daun jeruk purut 5 lembar<\/li>\n<li>Merica 1 sendok teh<\/li>\n<li>Cabai jamu\/puyang 5 buah<\/li>\n<li>Lele 1 ekor<\/li>\n<li>Madu secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<figure id=\"attachment_10456\" aria-describedby=\"caption-attachment-10456\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10456\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/madu-jamu-herbal-pakan-ayam.jpg\" alt=\"madu jamu herbal pakan ayam\" width=\"600\" height=\"399\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/madu-jamu-herbal-pakan-ayam.jpg 640w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/madu-jamu-herbal-pakan-ayam-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10456\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Cara Membuat:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Haluskan daun jeruk, merica, dan cabai jamu\/puyang.<\/li>\n<li>Panggang lele lalu lumatkan.<\/li>\n<li>Campurkan bahan yang sudah dihaluskan dengan lele.<\/li>\n<li>Tambahkan madu ke dalam adonan dan aduk hingga mengental.<\/li>\n<li>Setelah adonan dingin, bentuk menjadi bulatan-bulatan kecil sesuai ukuran paruh ayam.<\/li>\n<li>Jemur dan keringkan jamu herbal ayam aduan agar bisa bertahan lama.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Beri jamu herbal ayam aduan secara teratur atau sehari sekali. Jamu herbal ayam aduan terbukti sudah banyak diteliti oleh para ahli karena mengandung banyak sekali manfaat.<\/p>\n<p>Jamu ini aman dikonsumsi bukan hanya untuk ayam aduan dewasa melainkan juga untuk anak ayam aduan, apalagi jika takaran pemberiannya pas (tidak berlebihan).<\/p>\n<p>Tak kalah penting, manfaat lain yang menarik dari jamu herbal aduan ini adalah mampu membuat <a href=\"https:\/\/ayambangkokpurwokerto.blogspot.com\/2019\/08\/primbon-ayam-aduan.html\">bulu ayam<\/a> yang kusam menjadi mengkilap dan sehat.<\/p>\n<p>Setelah semua proses pemberian tambahan makanan berupa jamu herbal selesai, istirahatkan ayam aduan selama tiga hari sebelum ayam aduan dibawa bertarung.<\/p>\n<p>Ingat, tidak ada hasil yang didapat secara instan. Semua usaha membutuhkan proses dan ketekunan dalam merawat hewan ternak kesayangan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah cara membuat jamu herbal sebagai pakan tambahan ayam aduan, yang dapat Anda coba dirumah.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bungkil-kedelai-bisa-menjadi-pakan-ternak-begini-cara-membuatnya\/\">Bungkil Kedelai Bisa Menjadi Pakan Ternak, Begini Cara Membuatnya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Sri Lestari Samosir<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em>Sumber gambar<\/em> <em>utama<\/em>: pixabay.com<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, membuat jamu herbal sebagai pakan tambahan ayam aduan. Ikutin langkah-langkah yang ada pada artikel berikut ini. Semua peternak ayam aduan tentu ingin memiliki ayam yang sehat, kuat, serta stamina&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":10454,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842],"tags":[2066],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/pakan-tambahan-ayam.jpg","author_info":{"display_name":"Sri Lestari Samosir","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/sri-lestari-samosir\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10449"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10449"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10449\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10662,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10449\/revisions\/10662"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10449"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10449"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10449"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}