{"id":1049,"date":"2021-08-09T03:04:26","date_gmt":"2021-08-08T20:04:26","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1049"},"modified":"2021-08-09T08:27:17","modified_gmt":"2021-08-09T01:27:17","slug":"jenis-kelapa-sawit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-kelapa-sawit\/","title":{"rendered":"Jenis-Jenis Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui"},"content":{"rendered":"<p>Masyarakat awam mungkin hanya mengenal satu jenis kelapa sawit. Sebenarnya,\u00a0ada beberapa jenis kelapa sawit yang perlu diketahui. Pada umumnya, kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari 2 tipe yaitu <em><i>Elaeis Guineensis<\/i><\/em><strong><b>\u00a0<\/b><\/strong>dan<strong><b>\u00a0<\/b><\/strong><em><i>Elaeis Oleifera.\u00a0<\/i><\/em><em><i>Elaeis Guineensis<\/i><\/em> adalah tipe yang paling banyak dibudidayakan masyarakat.<\/p>\n<p>Kedua jenis tanaman ini memiliki keunggulannya masing-masing. <em><i>E. Guineensis<\/i><\/em>\u00a0memiliki produksi yang sangat tinggi, sementara <em><i>E. Oleifera<\/i><\/em>\u00a0memiliki tinggi\u00a0tanaman yang rendah. Itulah sebabnya banyak orang menyilangkan kedua jenis ini untuk mendapatkan tanaman sawit yang produksinya tinggi dan mudah\u00a0dipanen. Saat ini, <em><i>E. Oleifera<\/i><\/em>\u00a0mulai dibudidayakan untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.<\/p>\n<p>Selain itu, berdasarkan ketebalan cangkang,\u00a0kelapa sawit terbagi atas:<\/p>\n<h3><em><i>Dura<\/i><\/em><\/h3>\n<p>Buah dari sawit jenis ini memiliki\u00a0cangkang\u00a0tebal, sehingga sering dianggap bisa memperpendek umur mesin pengolah. Biasanya tandan buahnya besar-besar dan kandungan minyak per tandannya berkisar 18%.<\/p>\n<p>Ciri-ciri dura adalah tebal cangkangnya sekitar 2-8mm, bagian luar cangkang tidak terdapat lingkaran serabut, daging buahnya cenderung tipis, tetapi daging bijinya besar dengan kandungan minyak yang rendah.<\/p>\n<p>Sawit <em>dura<i> <\/i><\/em>banyak digunakan sebagai induk betina dalam program pemuliaan.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/target-peremajaan-kelapa-sawit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Mengintip Target Kerja Pemerintah Dalam Peremajaan Kelapa Sawit<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><em><i>Pisifera<\/i><\/em><\/h3>\n<p>Buahnya tidak memiliki cangkang, sehingga tidak memiliki inti (kernel) yang menghasilkan minyak ekonomis. Bunga betinanya steril sehingga sangat jarang menghasilkan buah.<\/p>\n<p>Secara umum, <em><i>pisifera <\/i><\/em>memiliki cangkang yang sangat tipis bahkan hampir tidak ada, daging buahnya\u00a0lebih tebal daripada sawit jenis <em><i>dura<\/i><\/em>, daging biji yang sangat tipis, dan tidak bisa diperbanyak tanpa disilangkan\u00a0dengan jenis lain.<\/p>\n<p><em><i>Psifera<\/i><\/em>\u00a0tidak bisa\u00a0digunakan sebagai bahan untuk tanaman komersial, namun bisa digunakan sebagai induk jantan.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/6-langkah-kementan-dorong-peremajaan-kelapa-sawit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>6 Langkah Kementan Dorong Peremajaan Kelapa Sawit<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><em><i>Tenera<\/i><\/em><\/h3>\n<p>Sawit <em><i>tenera <\/i><\/em>merupakan hasil persilangan dari\u00a0induk <em><i>dura<\/i><\/em>\u00a0dan jantan <em><i>p<\/i><\/em><em><i>i<\/i><\/em><em><i>sifera<\/i><\/em>. Jenis ini dianggap sebagai bibit unggul karena melengkapi kekurangan masing-masing induk. Cangkang buahnya tipis namun bunga betinanya tetap <em><i>fertil<\/i><\/em>. Beberapa <em><i>tenera<\/i><\/em>\u00a0unggul memiliki persentase daging per buah mencapai 90% dan kandungan minyak per tandannya bisa mencapai 28%.<\/p>\n<p>Ciri-ciri <em><i>tenera <\/i><\/em>yaitu<em><i>\u00a0<\/i><\/em>cangkang yang tipis\u00a0(sekitar 0.5 mm \u2013 4 mm)\u00a0terdapat lingkaran serabut di sekeliling tempurung, daging buah yang sangat tebal, tandan buah lebih banyak, dan ukuran buahnya yang cenderung lebih kecil.<\/p>\n<p>Jenis inilah paling banyak ditanam dalam perkebunan dengan skala besar.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Kelapa sawit memiliki karakteristik sesuai dengan originnya. Persilangan antara <em><i>dura <\/i><\/em>(D) dan <em><i>pisifera <\/i><\/em>(P) akan menghasilkan tanaman komersial seperti\u00a0<em><i>tenera <\/i><\/em>(T atau DP). Karakteristik <em><i>tenera <\/i><\/em>merupakan rekombinasi lagi antara sifat-sifat <em><i>dura <\/i><\/em>dan <em><i>pisifera. <\/i><\/em>Tetua <em><i>dura <\/i><\/em>yang digunakan sebagai materi dasar persilangan,\u00a0sebagian besarnya berasal dari <em><i>Dura Deli, <\/i><\/em>sementara tetua <em><i>pisifera <\/i><\/em>berasal dari berbagai origin.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-kelapa-sawit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>10 Manfaat Kelapa Sawit<\/strong><\/a><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masyarakat awam mungkin hanya mengenal satu jenis kelapa sawit. Sebenarnya,\u00a0ada beberapa jenis kelapa sawit yang perlu diketahui. Pada umumnya, kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari 2 tipe yaitu Elaeis Guineensis\u00a0dan\u00a0Elaeis&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1050,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[190],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Jenis-Jenis-Kelapa-Sawit.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1049"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1049"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1049\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1052,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1049\/revisions\/1052"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1050"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1049"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1049"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1049"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}