{"id":10522,"date":"2020-03-13T16:49:55","date_gmt":"2020-03-13T09:49:55","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10522"},"modified":"2020-03-13T16:49:55","modified_gmt":"2020-03-13T09:49:55","slug":"apakah-kemunculan-buaya-karena-kehilangan-habitat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/apakah-kemunculan-buaya-karena-kehilangan-habitat\/","title":{"rendered":"Apakah Kemunculan Buaya, Karena Kehilangan Habitat ?"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai kemunculan buaya? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!<\/p>\n<h2>Habitat Buaya<\/h2>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penemuan Buaya<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_10525\" aria-describedby=\"caption-attachment-10525\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10525\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kalamanthanaid.jpg\" alt=\"buaya\" width=\"500\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kalamanthanaid.jpg 500w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/kalamanthanaid-300x150.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10525\" class=\"wp-caption-text\">kalamanthana.id<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pentingnya-lahan-untuk-habitat-satwa-liar\/\">Pentingnya Lahan Untuk Habitat Satwa Liar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>BKSDA Kalimantan Tengah telah menerima satu anak buaya yang berhasil ditangkap oleh warga setempat, hal ini memperkuat dugaan<\/p>\n<p>Bahwa di desa tersebut terdapat habitat buayadi \u00a0permukiman dekat desa tersebut selain itu ukuran buaya yang muncul di desa tersebut berbeda-beda.<\/p>\n<p>Menurutnya, anak buaya yang muncul di saluran primer di Desa Mentaren II merupakan jenis buaya muara. Melihat ukuran dari anak buaya diperkirakan buaya telah berusia lebih dari tiga tahun dan bisa membahayakan warga sekitar.<\/p>\n<p>Kemunculan anak buaya dengan ukuran dan lokasi yang berbeda-beda membuat masyarakat hatus lebih berhati-hati jika melakukan aktivitas<\/p>\n<p>di tepian saluran primer atau sungai untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti mengurangi kegiatan di malam hari, karena buaya lebih sering mencari makan pada malam hari.<\/p>\n<p>BKSDA Kalteng telah melakukan tindakan seperti sudah melihat lokasi dan memasang beberapa jerat untuk menangkap anak buaya.<\/p>\n<p>Dan menghimbau untuk masyarakat sekitar untuk bekerjasama dalam penangkapan buaya, untuk melaporkan \u00a0kepada BKSDA<\/p>\n<p>Jika ada yang menemukan buaya dan diperingati bahwa buaya jangan dibunih karena buaya merupakan satwa yang dilindungi.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penyebab Kemunculan Buaya<\/span><\/h4>\n<figure id=\"attachment_10524\" aria-describedby=\"caption-attachment-10524\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10524\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/apahabarcom.jpg\" alt=\"buaya\" width=\"500\" height=\"305\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/apahabarcom.jpg 798w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/apahabarcom-300x183.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/apahabarcom-768x468.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10524\" class=\"wp-caption-text\">apahabar.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tahap-budidaya-ikan-sepat-siam-dengan-praktis\/\">5 Tahap Budidaya Ikan Sepat Siam dengan Praktis<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Beberapa warga juga menyebut kemunculan anak-anak buaya ini terjadi setelah sebuah perusahaan membuka lahan untuk perkebunan tanaman sengon hingga buaya kehilangan habitatnya.<\/p>\n<p>Kawasan tersebut sebelumnya merupakan hutan yang belum tersentuh dan diperkirakan habitatnya terganggu hingga masuk ke permukiman warga.<\/p>\n<p>Meski berukuran kecil, dalam evakuasi anak buaya milik Wandi, salah satu petugas BKSDA bernama Aliansyah terkena gigitan\u00a0buaya. Gigitan tersebut membuat jari Aliansyah robek dan berdarah.<\/p>\n<p>Dalam evakuasi anak buaya disaksikan juga Kepala Desa Mentaren II Agus Imam Murdianto, Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Widodo<\/p>\n<p>Bersama sejumlah anggota Kodim 1011\/KLK dan instansi terkait yang juga melakukan koordinasi dan mencarikan solusi agar keberadaan hewan liar ini tidak membahayakan masyarakat sekitar.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai penemuan buaya di permukinan warga. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kejadian-langka-ada-kunang-kunang-di-hutan-mangrove\/\">Kejadian Langka, Ada Kunang-Kunang di Hutan Mangrove<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p style=\"text-align: right;\">Sumber:\u00a0<strong>Liputan6.com<\/strong><\/p>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai kemunculan buaya? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya! Habitat Buaya Penemuan Buaya Baca juga: Pentingnya Lahan Untuk Habitat Satwa Liar&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10523,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[2082,2081,2083],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/photography-reptile-monochrome-fauna-crocodile-close-up-1390079-pxhere.com_.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10522"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10527,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10522\/revisions\/10527"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}