{"id":1053,"date":"2022-11-11T01:45:04","date_gmt":"2022-11-10T18:45:04","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1053"},"modified":"2022-11-11T04:16:22","modified_gmt":"2022-11-10T21:16:22","slug":"durian-sisamud-sambung-pucuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/durian-sisamud-sambung-pucuk\/","title":{"rendered":"Cara Menanam Durian Sisamud dengan Sambung Pucuk"},"content":{"rendered":"<p>Tumbuhan Durian dengan nama latin <em><i>Durio zibethinus<\/i><\/em>\u00a0merupakan salah satu tanaman tropis\u00a0yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia,\u00a0pulau yang memiliki banyak varietas tanaman durian terdapat\u00a0di Pulau Kalimantan. Nama durian diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai\u00a0duri.<\/p>\n<p>Penanaman tumbuhan durian dilakukan di dataran tinggi yang memiliki ketinggian 700 mdpl. Umumnya,\u00a0penanaman durian menggunakan dua cara yaitu vegetatif dan generatif. Namun, penanaman secara generatif memiliki kekurangan,\u00a0salah satunya adalah buah yang dihasilkan kurang bagus.<\/p>\n<p>Durian Sisamud adalah salah satu varietas durian yang terdapat di Kepulauan Kalimantan, tepatnya di kota Banjarmasin. Buah Durian Sisamud berukuran kecil dan memiliki aroma yang sangat menyengat jika sudah siap panen. Hal itulah yang menyebabkan buah Durian Sisamud selalu digerumuni semut.<\/p>\n<p>Durian Sisamud ditanam dengan cara <em><i>grafting<\/i><\/em>\u00a0atau sambung pucuk. Cara ini mungkin masih asing bagi sebagian orang. Penanaman sambung pucuk dinilai efisien untuk durian karena memiliki keunggulan yaitu menghasilkan bibit yang sama dengan induknya.<\/p>\n<p>Teknik sambung pucuk dilakukan dengan cara menggabungkan batang atas dan batang bawah. Batang bawah diharapkan menjadi batang yang tahan terhadap patogen tanah dan kokoh, sedangkan batang atas merupakan bagian yang memiliki karakter produksi yang diinginkan. Batang bawah ini biasanya menggunakan tanaman yang berasal dari biji sehingga memiliki perakaran yang kuat.<\/p>\n<p>Perpaduan dari bagian tanaman tersebut diharapkan dapat menghasilkan\u00a0tanaman jenis baru dengan sifat genetis yang memiliki keunggulan, yaitu kokoh, perakaran kuat, cepat berbuah, produktif, tahan penyakit,\u00a0dan mutu buah baik sesuai dengan sifat genetis induknya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/produksi-kopi-indonesia-turun\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Produksi Kopi Turun dalam 5 Tahun Terakhir, Apa yang Harus Dilakukan?<\/strong><\/a><\/p>\n<h3>Cara Pengembangbiakan Durian Sisamud<\/h3>\n<p>Cara pengembangbiakan dengan sambung pucuk sebaiknya dilakukan pada sore hari. Hal tersebut bertujuan agar kambium tanaman durian tidak mudah kering dan suhu udara tidak terlalu panas. Berikut ini adalah langkah-langkah pengembangbiakan durian sisamud dengan\u00a0sambung pucuk.<\/p>\n<ol>\n<li>Potong batang pada bibit utama dan sisakan 2 helai daun pada batang utama untuk mengurangi evaporasi\u00a0dan proses fotosintesis pada tanaman durian dapat terus berlangsung.<\/li>\n<li>Membelah batang utama tepat ditengah-tengah batang dengan panjang belahan 2-2,5 cm.<\/li>\n<li>Runcingkan batang calon bibit sambungan, saat bibit sambungan berusia 7 hari,bibit siap\u00a0untuk dipotong sepanjang 12 cm. Buatlah runcingan membentuk huruf (V).<\/li>\n<li>Satukan calon sambungan dengan batang utama, lakukan secara perlahan agar kambium tidak rusak.<\/li>\n<li>Ikat dengan plastik es lilin karena bahannya yang elastis dan kuat. Lakukan pengikatan dari atas ke bawah, usahakan tidak ada celah agar tidak ada embun air yang masuk.<\/li>\n<li>Tutup ujung sambungan dengan plastik sungkup untuk mencegah penguapan udara.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Cara Merawat Durian Sisamud<\/h3>\n<p>Berikut adalah cara merawat tanaman durian\u00a0dengan sambung pucuk.<\/p>\n<ol>\n<li>Buang tunas-tunas baru pada batang utama, hal ini bertujuan agar sari makanan akan optimal diserap oleh bakal tunas baru pada sambungan.<\/li>\n<li>Siram secara teratur dengan menyesuaikan kelembaban tanah<\/li>\n<li>Letakkan pada tempat yang intensitas anginnya tidak terlalu kencang agar proses penyatuan kambium tidak goyah.<\/li>\n<li>Setelah 3 minggu,\u00a0jika sambung pucuk berhasil,\u00a0maka tunas baru pada sambungan akan muncul.<\/li>\n<li>Buka plastik sungkup saat 1 bulan setelah proses sambung pucuk.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Pemanenan Durian Sisamud dilakukan setahun sekali,\u00a0umumnya pada bulan Januari atau Februari. Durian Sisamud dihargai Rp. 50.000 per\u00a0buahnya.<\/p>\n<p>Hal yang perlu diperhatikan pada saat penanaman durian adalah ketersediaan air. Air merupakan faktor utama dalam penanaman durian. Jika air kurang,\u00a0maka buah durian yang dihasilkan kurang manis. Luas tanah juga perlu dipertimbangkan, umumnya satu tumbuhan durian memerlukan luas sebesar 10\u00a0m x\u00a010 m atau 12\u00a0m x\u00a012\u00a0m tergantung seberapa besar tanaman duriannya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-cabai\/\" rel=\"bookmark\"><strong>6 Cara Mengendalikan Penyakit Antraknosa \/ Patek pada Cabai<\/strong><\/a><\/p>\n<h3><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-1057\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Durian.jpg\" alt=\"Durian\" width=\"1280\" height=\"960\" \/><\/h3>\n<h3>Manfaat Durian Sisamud<\/h3>\n<p>Manfaat Durian Sisamud sama halnya dengan kebanyakan durian yaitu :<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Mengandung antioksidan yang cukup tinggi.<\/strong><br \/>\nAntioksidan dikenal sebagai zat yang dapat melindungi tubuh kita dari bahaya radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya, seperti kanker dan penyakit jantung. Radikal bebas ini merupakan molekul yang muncul di dalam tubuh ketika kita merokok atau ketika tubuh menguraikan makanan yang kita konsumsi.<\/li>\n<li><strong><b>Mengandung serat<\/b><\/strong><br \/>\nDurian mengandung 3.8 gr serat. Adapun jenis serat di dalam durian adalah serat tidak larut dan serat larut yang dapat membantu pencernaan. Selain itu, serat yang terkandung di dalamnya juga dapat menurunkan kadar kolesterol, serta baik untuk peredaran darah dan kesehatan jantung.<b><\/b><\/li>\n<li><strong><b>Kalium<\/b><\/strong><strong><b><br \/>\n<\/b><\/strong>Durian mengandung setidaknya 436 mg kalium. Kalium sendiri dapat membantu tubuh dalam menjaga kesehatan otot, tulang, kardiovaskular, dan menurunkan tekanan darah tinggi.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Manfaat Penanaman Durian Sisamud<\/h3>\n<ul>\n<li><b><\/b>Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yg miring.<\/li>\n<li><b><\/b>Batangnya bisa digunakan sebagai bahan bangunan\/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf dengan kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus.<\/li>\n<li><b><\/b>Bijinya memiliki kandungan pati yang cukup tinggi (dapat dibuat bubur yg dicampur daging buahnya).<\/li>\n<li><b><\/b>Kulitnya bisa dipakai sebagai bahan abu gosok yg bagus, dengan\u00a0cara dijemur sampai kering &amp; dibakar sampai hancur.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-mengatasi-penyakit-bulai-pada-jagung\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Mengatasi Penyakit Bulai pada Jagung<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Albert Emillio<\/strong><br \/>\n<em>Mahasiswa UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana)<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong>.<\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tumbuhan Durian dengan nama latin Durio zibethinus\u00a0merupakan salah satu tanaman tropis\u00a0yang berasal dari wilayah Asia Tenggara. Di Indonesia,\u00a0pulau yang memiliki banyak varietas tanaman durian terdapat\u00a0di Pulau Kalimantan. Nama durian diambil&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1061,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[841,1],"tags":[197,198],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Durian-Sisamud.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1053"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1138,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1053\/revisions\/1138"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}