{"id":10658,"date":"2025-02-07T01:37:13","date_gmt":"2025-02-06T18:37:13","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10658"},"modified":"2025-02-07T07:21:38","modified_gmt":"2025-02-07T00:21:38","slug":"mengenal-bunga-kantil-dan-cara-penanamannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-bunga-kantil-dan-cara-penanamannya\/","title":{"rendered":"Mengenal Bunga Kantil dan Cara Penanamannya"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum kamu menanam bunga kantil, bagaimana jika kamu kenali dulu tanaman ini. Di artikel berikut ini PTD akan memberikan penjelasannya secara ringkas.<\/p>\n<p>Bunga kantil merupakan bunga yang secara umum digunakan dalam ritual-ritual adat oleh masyarakat Indonesia. Selain nama kantil, bunga ini juga dikenal dengan nama cempaka putih.<\/p>\n<p>Bunga kantil dipakai di sesajen, hiasan ujung ronce, dan biasanya juga dipakai di daun telinga pendeta atau pengantin. Bunga kantil memiliki nama ilmiah (<em>Magnolia x<\/em> <em>alba (D.C.) Figlar &amp; Noot<\/em>) dan merupakan keluarga <em>Magnoliaceae<\/em>.<\/p>\n<p>Dalam bahasa Jawa, kantil berarti menggantung dan makna ritualnya adalah kemantil-kemantil yang artinya selalu ingat dimana pun berada meskipun sudah berada di alam yang berbeda.<\/p>\n<p>Terdapat beberapa mitos mistik tentang bunga kantil di Indonesia, seperti aromanya yang disukai oleh kuntil anak, digunakan untuk memanggil makhluk halus dan untuk menolak sial.<\/p>\n<p>Tanaman kantil tumbuh di daerah tropis, tersebar di Asia Tenggara dan beberapa kawasan pasifik. Di Indonesia, bunga kantil merupakan tanaman identitas Provinsi Jawa Tengah.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-pohon-anting-putri-di-halaman-rumah\/\">5 Tips Budidaya Pohon Anting Putri di Halaman Rumah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Habitat tanaman kantil adalah dataran rendah dengan ketinggian mencapai 1600 mdpl. Bunga kantil banyak ditanam di halaman maupun pekarangan rumah.<\/p>\n<p>Penggunaan bunga kantil secara umum sejauh ini masih untuk kepentingan ritual karena manfaatnya secara medis belum tereksploitasi secara maksimal.<\/p>\n<p>Namun, bunga kantil secara umum diketahui mengandung <em>alkaloid mikelarbina<\/em> dan <em>liriodenina<\/em> yang dipercaya memiliki khasiat dalam ekspektoran dan diuretik.<\/p>\n<p>Selain itu, bunga kantil juga dapat dimanfaatkan dalam mengatasi perut kembung, vertigo, sinusitis, masalah radang pernapasan, keputihan pada wanita, mengurangi bau badan dan sebagai obat batuk.<\/p>\n<p>Ciri-ciri morfologi tanaman bunga kantil adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Tinggi pohon mencapai 30 meter.<\/li>\n<li>Batangnya berkayu.<\/li>\n<li>Memiliki daun tunggal berwarna hijau yang berbentuk bulat telur dengan tangkai daun yang panjang hampir setengah daunnya.<\/li>\n<li>Bunga berwarna putih dengan aroma khas.<\/li>\n<li>Buahnya jarang sehingga lebih sering dibudidayakan secara vegetatif.<\/li>\n<\/ol>\n<figure id=\"attachment_10664\" aria-describedby=\"caption-attachment-10664\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10664\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga-kantil.jpg\" alt=\"bunga kantil\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga-kantil.jpg 640w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga-kantil-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga-kantil-360x270.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10664\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-menanam-bunga-vinca-gantung-bagi-pemula\/\">5 Tips Menanam Bunga Vinca Gantung Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h2>Menanam Bunga Kantil<\/h2>\n<p>Jika Anda tertarik untuk menanam bunga mistik ini, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda ketahui:<\/p>\n<figure id=\"attachment_10668\" aria-describedby=\"caption-attachment-10668\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10668\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga_kantil.jpg\" alt=\"bunga_kantil\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga_kantil.jpg 640w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga_kantil-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bunga_kantil-360x270.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10668\" class=\"wp-caption-text\">pixabay.com<\/figcaption><\/figure>\n<ol>\n<li>Tanaman kantil dapat tumbuh dengan baik di lingkungan kering, namun akan lebih baik lagi jika basah.<\/li>\n<li>Untuk pengadaan bibit, tanaman kantil dapat dikembangbiakkan secara generatif dan vegetatif. Metode vegetatif yang dapat digunakan adalah cangkok dan stek. Namun metode vegetatif merupakan metode yang paling sering diterapkan karena lebih mudah dan cepat.<\/li>\n<li>Untuk menanam bunga kantil dalam pot, Anda dapat menggunakan media berupa tanah, pasir dan pupuk dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Dan sabut pembungkus stek harus dilepaskan dengan hati-hati. Tempatkan bibit yang telah ditanam dalam pot di tempat yang teduh dan setiap 1 tahun sekali, 1\/3 sisa tanah yang ada di dalam potnya ditukar dengan tanah yang lebih bagus.<\/li>\n<li>Menanam bunga kantil di pekarangan lebih mudah karena hanya dengan menggali lubang, menabut bibit dan menutup lubangnya.<\/li>\n<li>Bunga kantil yang berusia muda membutuhkan penyiraman yang lebih banyak, apalagi saat musim kemarau. Sementara tanaman dewasa tidak membutuhkan penyiraman kecuali jika menunjukkan gejala kelayuan.<\/li>\n<li>Lakukan pemupukan di awal musim hujan atau saat mendekati musim kemarau. Bunga kantil dapat kita panen setelah berbuah kurang lebih sekitar satu tahun. Bunga kantil dapat dipanen dengan menggunakan tangan atau alat bantu berupa galah.<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>Bagaimana sobat PTD tertarik untuk menanam bunga kantil di halaman rumah kamu? Semoga artikel ini membantu dalam proses budidaya Anda.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengetahui-cara-budidaya-saffron-dengan-benar\/\">Mengetahui Cara Budidaya Tanaman Saffron Crocus<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><em>Sumber gambar utama<\/em>: pixabay.com<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum kamu menanam bunga kantil, bagaimana jika kamu kenali dulu tanaman ini. Di artikel berikut ini PTD akan memberikan penjelasannya secara ringkas. Bunga kantil merupakan bunga yang secara umum digunakan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":10665,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1332],"tags":[2120,161],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/menanam-bunga-kantil.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10658"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10658"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10658\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10669,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10658\/revisions\/10669"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10658"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10658"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10658"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}