{"id":10725,"date":"2024-08-23T01:00:57","date_gmt":"2024-08-22T18:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10725"},"modified":"2024-08-24T14:12:52","modified_gmt":"2024-08-24T07:12:52","slug":"mengenal-tanaman-buah-gandaria-beserta-cara-budidayanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-tanaman-buah-gandaria-beserta-cara-budidayanya\/","title":{"rendered":"Mengenal Tanaman Buah Gandaria Beserta Cara Budidayanya"},"content":{"rendered":"<p>Sebelum melakukan budidaya buah gandaria, bagaimana jika kamu ketahui jenis tanaman apa ini dan apa manfaatnya. Yuk, simak artikel berikut ini.<\/p>\n<p>Gandaria merupakan tanaman buah yang tumbuh di daerah tropis dan menyerupai mangga. Tanaman ini merupakan tanaman khas Maluku, namun penyebarannya mencapai Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan hingga Malaysia.<\/p>\n<p>Gandaria memiliki potensi untuk dijadikan sebagai obat herbal. Selain itu, secara umum buah gandaria dimanfaatkan untuk campuran pembuatan sambal.<\/p>\n<p>Secara morfologi, batang tanaman gandari memiliki diameter sekitar 55 cm. Memiliki daun berbentuk lonjong dengan panjang yang dapat mencapai 30 cm dan lebar sekitar 4-8 cm berbentuk baji.<\/p>\n<p>Daunnya berwarna coklat saat mudah dan hijau tua saat tua. Untuk bunganya, jenis bunga gandaria adalah majemuk dengan panjang 4-13 cm.<\/p>\n<p>Buah gandaria memiliki bentuk lumayan bundar dan berwarna hijau saat mudah dan berubah menjadi oranye saat masak. Kulit buahnya dapat dimakan, terasa masam atau manis dan berair.\u00a0 Warna bijinya keunguan.<\/p>\n<p>Gandaria diketahui mengandung minyak essensial golongan hidrokarbon terpena serta mengandung senyawa yang mengandung oksigen seperti alkohol, asam, aldehid, ester dan keton.<\/p>\n<p>Gandaria juga mengandung senyawa metabolit sekunder berupa saponin, fenolik dan flavonoid.<\/p>\n<p>Karena kandungannya, buah gandaria dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, diantaranya: sebagai antioksidan, menjaga kelembaban kulit, meningkatkan ketahanan tubuh, mengurangi resiko kanker, dll.<\/p>\n<h2>Cara Budidaya Buah Gandaria<\/h2>\n<p>Jika Anda tertarik membudidayakan tanaman gandaria, berikut adalah hal-hal yang perlu Anda\u00a0 perhatikan:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-buah-tin-dalam-pot-bagi-pemula\/\">Cara Budidaya Buah Tin Dalam Pot Bagi Pemula<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Syarat Tumbuh<\/span><\/h4>\n<p>Tumbuhan gandaria mampu tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Secara liar tanaman gandaria tumbuh di ketinggian 300 mdpl, namun pada pembudidayaan, telah berhasil di tanam pada ketinggian 850 mdpl.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10730\" aria-describedby=\"caption-attachment-10730\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10730\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/buah-gandaria.jpg\" alt=\"buah gandaria\" width=\"600\" height=\"401\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/buah-gandaria.jpg 800w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/buah-gandaria-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/buah-gandaria-768x513.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10730\" class=\"wp-caption-text\">https:\/\/www.wasatha.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penyiapan Bibit<\/span><\/h4>\n<p>Jika menggunakan biji, Anda harus memilih pohon gandaria dengan silsilah yang bagus. Ambil buah dari pohon, pisahkan biji dengan daging buahnya kemudian disemai dan ditanam sampai bertunas.<\/p>\n<p>Setelah tumbuh sekitar 20 cm, pindahkan bibit ke polybag dan pindahkan lagi ke tanah saat tanaman sekitar 70 cm.<\/p>\n<p>Jika menggunakan cara vegetatif, metode umum yang digunakan adalah cangkok dan okulasi. Anda dapat membeli bibit hasil cangkokan di penjual tanaman buah atau taman.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-buah-naga-di-dalam-pot\/\">5 Tips Budidaya Buah Naga di dalam Pot<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pembuatan Lubang Tanam<\/span><\/h4>\n<p>Buat lubang dengan kedala 50 cm dan dengan ukuran 40 cm x 40 cm. Kemudian taburkan kompos atau pupuk kandang setinggi 1\/3 bagian dan biarkan lubang selama 5-7 hari untuk stabilisasi.<\/p>\n<p>Dan perhatikan areal penanaman untuk memastikan tanaman gandaria mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dan jangan menanam gandaria di dekat bangunan karena akarnya dikhawatirkan akan merusak struktur bangunan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10731\" aria-describedby=\"caption-attachment-10731\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10731\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/gandaria.jpg\" alt=\"gandaria\" width=\"600\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/gandaria.jpg 640w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/gandaria-300x172.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10731\" class=\"wp-caption-text\">Bibliotika.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perawatan<\/span><\/h4>\n<p>Untuk perawatannya, bersihkan gulma di sekitar tanaman gandaria agar tidak terjadi kompetisi hara dan gandaria dapat tumbuh dengan maksimal.<\/p>\n<p>Lakukan pemupukan saat tanaman sudah berusia 2 bulan dengan menggunakan pupuk kandang dan sebisa mungkin hindari penggunaan pupuk kimia.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemanenan<\/span><\/h4>\n<p>Tanaman gandaria yang dibudidayakan dengan cangkok biasanya lebih cepat berbuah. Umumnya buah gandaria hasil cangkokan akan berbuah saat berusai 5-6 tahun setelah penanaman.<\/p>\n<p>Namun hal tersebut tetap tergantung kualitas bibit dan keadaan tanah. Sementara untuk tanaman gandaria yang ditanam melalui biji, akan lebih lama berbuah yaitu sekitar 10 tahun setelah penanaman.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah artikel mengenai cara budidaya buah gandaria dan manfaatnya. Selamat mencoba.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/panduan-cara-budidaya-langsat-agar-cepat-berbuah\/\">Panduan Cara Budidaya Langsat Agar Cepat Berbuah<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0.<\/p>\n<p>Sumber gambar utama: <em>food.detik.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebelum melakukan budidaya buah gandaria, bagaimana jika kamu ketahui jenis tanaman apa ini dan apa manfaatnya. Yuk, simak artikel berikut ini. Gandaria merupakan tanaman buah yang tumbuh di daerah tropis&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":10729,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,840,1420],"tags":[2132,2131],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/budidaya-buah-gandaria.jpeg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10725"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10725"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15070,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10725\/revisions\/15070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}