{"id":10779,"date":"2021-02-14T04:06:35","date_gmt":"2021-02-13T21:06:35","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10779"},"modified":"2021-02-14T04:25:47","modified_gmt":"2021-02-13T21:25:47","slug":"ingin-usaha-ternak-bebek-petelur-berikut-analisa-usahanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-usaha-ternak-bebek-petelur-berikut-analisa-usahanya\/","title":{"rendered":"Ingin Usaha Ternak Bebek Petelur? Berikut Analisa Usahanya"},"content":{"rendered":"<p>Kamu ingin usaha ternak bebek petelur? yuk, cari tahu dulu bagaimana analisa usahanya pada artikel pertanian berikut ini.<\/p>\n<p>Telur merupakan salah satu bahan pangan asal ternak yang memiliki kandungan protein yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.<\/p>\n<p>Selain karena faktor murah, kandungan protein didalamnya bersaing dengan protein yang bersumber dari daging. Telur bebek walaupun tidak sepopuler telur ayam ras namun masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bisnis yang menjanjikan.<\/p>\n<h2>Analisa Usaha Ternak Bebek Petelur<\/h2>\n<p>Masih terbatasnya pelaku pembudidaya bebek petelur memberikan peluang bagi kamu yang tertarik untuk menekuninya. Jika kamu tertarik untuk usaha ini, berikut analisa usaha ternak bebek petelur:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-sukses-beternak-bebek\/\">6 Langkah Sukses Beternak Bebek<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kandang Bebek<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kandang bebek harus dibuat untuk lebih mudah dibersihkan, sirkulasi udaranya lancar dan bersih, serta mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk mendapatkan kebutuhan kalsium dari sinar matahari.<\/p>\n<p>Modal awal pembuatan kandang bebek semi intensif sekitar Rp 800.000 dengan kandang dikerjakan sendiri. Anda bisa memanfaatkan bahan bambu atau kayu bekas untuk lantai dan dinding kandang. Gunakan kayu yang tahan air dan kuat serta atap yang terbuat dari seng.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10785\" aria-describedby=\"caption-attachment-10785\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10785 size-large\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Bebek-Petelur-1-1024x576.jpg\" alt=\"Bebek-Petelur\" width=\"600\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Bebek-Petelur-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Bebek-Petelur-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Bebek-Petelur-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Bebek-Petelur-1.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10785\" class=\"wp-caption-text\">arenahewan.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Seleksi Bibit<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Bibit memegang peranan penting untuk jenis telur bebek yang dihasilkan sehingga anda harus memastikan jenis bibit mana yang anda akan pelihara.<\/p>\n<p>Untuk peternak pemula, seleksi bibit dapat dilakukan dengan membeli bibit kecil yan masih berumur sekitar 2 minggu kemudian diternakkan sampai dewasa untuk dipelihara sampai siap bertelur.<\/p>\n<p>Anda pun bisa menghemat biaya pengeluaran dengan cara menetaskan sendiri telur bebek anda. Caranya ialah anda bisa membeli telur bebek dari pasar kemudian anda menempatkannya pada bebek yang sedang mengerami telurnya.<\/p>\n<p>Bila di sekitar anda tidak terdapat bebek yang sedang mengeram, anda bisa memastikannya pada ayam yang sedang mengeram.<\/p>\n<p>Harga pasaran untuk seekor ternak bebek berusia 2 minggu sekitar Rp 4.500\/ekor sehingga bila anda ingin memelihara 100 ekor pertama ternak bebek anda wajib menyiapkan paling kurang sekitar Rp 450.000.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Biaya Pakan<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Pakan berguna untuk memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak bebek dalam menghasilkan telur bebek yang berkualitas pula. Pemberian pakan pada ternak bebek dilakukan dalam 3 \u00d7 sehari yakni pada pagi, siang, dan malam hari.<\/p>\n<p>Pakan yang diberikan pada ternak bebek dapat berupa campuran bahan \u2013 bahan seperti dedak padi, jagung giling, bungkil kedelai, tepung keong, dan tepung kerabang telur. Cara pemberian pakan untuk ternak bebek secara semi intensif 100 ekor ialah:<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"210\"><strong>Umur<\/strong><\/td>\n<td width=\"413\"><strong>Cara Pemberian<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"210\">0 \u2013 16 hari<\/td>\n<td width=\"413\">diberikan melalui tempat pakan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"210\">16 \u2013 21 hari<\/td>\n<td width=\"413\">diberikan melalui tempat pakan dan disebar di lantai<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"210\">21 hari \u2013 18 minggu<\/td>\n<td width=\"413\">diberikan pada bebek melalui lantai dengan di sebar<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"210\">18 minggu \u2013 72 minggu<\/td>\n<td width=\"413\">diberikan di luar kandang dengan cara disebarkan di tanah<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>Pakan pada bebek petelur dapat anda berikan sebanyak 70 % konsentrat dan jagung giling serta 30 % dedak padi sebagai bahan pokok.<\/p>\n<p>Beberapa bahan tambahan pakan lainnya seperti tepung keong dan tepung kulit telur untuk mendapatkan kerabang telur terbaik.<\/p>\n<h4><strong><span style=\"color: #008000;\">Obat<\/span> <\/strong><\/h4>\n<p>Umumnya sangat jarang ditemukan adanya penyakit pada ternak bebek petelur, namun penyakit yang berpotensi pada bebek tentunya dapat ditularkan dari ayam juga.<\/p>\n<p>Sampai sejauh ini, jarang ditemukan adanya laporan kasus sehingga vaksinasi dirasa belum cukup perlu apalagi bila daerah pemeliharaan tidak endemik penyakit pada bebek petelur.<\/p>\n<p>Beberapa tambahna obat yang perlu anda persiapkan ialah vitamin untuk merangsang nafsu makan dan antibiotik untuk dugaan serangan bakteri.<\/p>\n<p>Beberapa peternak juga menyiapkan Austelin (obat lumpuh) dan New Bro (obat perangsang pertumbuhan) diberikan satu kali masa periode pemeliharaan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10784\" aria-describedby=\"caption-attachment-10784\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10784\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bebek-petelur.jpg\" alt=\"bebek petelur\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bebek-petelur.jpg 860w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bebek-petelur-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bebek-petelur-768x576.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bebek-petelur-360x270.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10784\" class=\"wp-caption-text\">wibsitehwan.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-ternak-entok-supaya-cepat-besar\/\">5 Tips Ternak Entok Supaya Cepat Besar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Analisis Usaha<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Berikut ini adalah analisis usaha bagi anda yang ingin membuka usaha ternak bebek petelur:<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"234\"><strong>Keterangan investasi<\/strong><\/td>\n<td width=\"264\"><strong>Satuan<\/strong><\/td>\n<td width=\"126\"><strong>Jumlah<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"234\">Pembuatan kandang bebek petelur<\/td>\n<td width=\"264\">1 paket<\/td>\n<td width=\"126\">Rp 800.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"234\">Bibit bebek petelur umur 2 minggu<\/td>\n<td width=\"264\">Rp 4.500 \u00d7 100 ekor<\/td>\n<td width=\"126\">Rp 450.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"234\">Biaya Pakan (jumlah ternak bebek petelur (100 ekor ternak) \u00d7 jumlah konsumsi harian (gram\/ekor)<\/td>\n<td width=\"264\">Konsentrat \u00d7 Rp 6.000 \u00d7 55 %<\/p>\n<p>Jagung Giling \u00d7 Rp 4.000 \u00d7 15 %<\/p>\n<p>Dedak Padi \u00d7 Rp 3.500 \u00d7 28 %<\/p>\n<p>Tepung Keong \u00d7 Rp 0 \u00d7 1 %<\/p>\n<p>Tepung Kulit Telur \u00d7 Rp 0 \u00d7 1 %<\/td>\n<td width=\"126\">Rp 3.300<\/p>\n<p>Rp 600<\/p>\n<p>Rp 980<\/p>\n<p>Rp 0<\/p>\n<p>Rp 0<\/p>\n<p><strong>Rp 4.880\/kg<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"234\">Obat \u2013 obatan<\/td>\n<td width=\"264\">1 paket (biaya vaksinasi, Vitamin, Austelin dan New Bro)<\/td>\n<td width=\"126\">Rp 1.000.000<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h3><strong>Biaya Pengeluaran<\/strong><\/h3>\n<p>Kerugian dalam memelihara bibit yang dimulai dari telur bebek yang dibeli dipasaran kemudian ditetaskan dan atau membelinya pada umur 2 minggu ialah anda harus menunggu sampai pada umur 5 \u2013 6 bulan untuk dapat bertelur.<\/p>\n<p>Sebelum mencapai periode tersebut, anda harus mengeluarkan biaya untuk pembelian pakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"228\"><strong>Masa Pemeliharaan<\/strong><\/td>\n<td width=\"192\"><strong>Umur<\/strong><\/td>\n<td width=\"180\"><strong>Jumlah Konsumsi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"228\"><strong>Masa starter<\/strong><\/td>\n<td width=\"192\">Umur 2 \u2013 3 minggu<\/p>\n<p>Umur 3 \u2013 4 minggu<\/p>\n<p>Umur 4 \u2013 5 minggu<\/p>\n<p>Umur 6 \u2013 7 minggu<\/p>\n<p>Umur 7 \u2013 8 minggu<\/td>\n<td width=\"180\">35 gram\/hari<\/p>\n<p>45 gram\/hari<\/p>\n<p>60 gram\/hari<\/p>\n<p>75 gram\/hari<\/p>\n<p>90 gram\/hari<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"228\"><strong>Masa grower<\/strong><\/td>\n<td width=\"192\">Umur 8 \u2013 9 minggu<\/p>\n<p>Umur 9 \u2013 12 minggu<\/p>\n<p>Umur 12 \u2013 13 minggu<\/p>\n<p>Umur 13 \u2013 20 minggu<\/td>\n<td width=\"180\">120 gram\/hari<\/p>\n<p>135 gram\/hari<\/p>\n<p>145 gram\/hari<\/p>\n<p>155 gram\/hari<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"228\"><strong>Masa finisher (produksi telur)<\/strong><\/td>\n<td width=\"192\">Umur &gt;20 minggu<\/td>\n<td width=\"180\">180 gram\/hari<\/p>\n<p>&nbsp;<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pengeluaran pakan untuk modal pertama sampai umur &gt; 20 minggu, belum untung sekitar:<\/p>\n<p>= Rp 4.880\/kg \u00d7 0,043 kg \u00d7 140 hari \u00d7 100 ekor<\/p>\n<p><strong>= Rp 2.889.000<\/strong><\/p>\n<p>Sedangkan biaya pengeluaran satu kali periode pemeliharaan (2 tahun) ialah:<\/p>\n<p>= Rp 4.880\/kg \u00d7 0,180 kg \u00d7 730 hari (2 tahun) \u00d7 100 ekor bebek<\/p>\n<p><strong>= Rp 64.123.200<\/strong><\/p>\n<h3><strong>Pemasukan<\/strong><\/h3>\n<p>Bila satu kali periode pemeliharaan untuk ternak bebek terhitung dari periode pemeliharaan sampai afkir dengan kemampuan produksi telur untuk bebek Jawa sekitar 250 butir telur dan tetap produktif pada umur 2 tahun, maka dapat diestimasikan:<\/p>\n<p><strong>Total pemasukan telur:<\/strong><\/p>\n<p>= 2 tahun \u00d7 250 butir \u00d7 100 ekor<\/p>\n<p>= 50.000<\/p>\n<p><strong>Pendapatan dari penjualan telur di pasar:<\/strong><\/p>\n<p>= 50.000 \u00d7 Rp 1.900<\/p>\n<p><strong>= Rp 95.000.000<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pendapatan dari penjualan bebek afkir:<\/strong><\/p>\n<p>= 100 ekor \u00d7 Rp 20.000<\/p>\n<p><strong>= Rp 2.000.000<\/strong><\/p>\n<p>Total Pemasukan ialah: <strong>Rp 97.000.000<\/strong><\/p>\n<p>Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam satu kali periode pemeliharaan diperoleh keuntungan sekitar<\/p>\n<p><strong>= Rp 97.000.000 \u2013 Rp 64.123.200 \u2013 Rp 2.250.000<\/strong><\/p>\n<p><strong>= Rp 30.626.800<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p>Gimana sobat PTD, sudah mulai tertarik untuk berbisnis ternak bebek petelur? Semoga artikel ini bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/sistem-terpadu-padi-dan-bebek\/\">Sistem Terpadu Padi dan Bebek Mendukung Pertanian Berkelanjutan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Sinaga, R., S.N. Lubis dan H.B. Butar. 2013. Analisa Usaha Ternak Itik Petelur (Studi Kasus Kec. Bandar Khalifah Kab. Serdang Bedagai. <em>Journal on Social Economic of Agriculture and Agribusiness Vol. 2 No. 4<\/em>. Hal. 1 &#8211; 14.<\/li>\n<li>Hasti. 2019. Menentukan Modal Ternak Ayam Petelur 100 ekor. Diakses melalui: https:\/\/hobiternak.com\/modal-ternak-ayam-petelur\/<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber gambar utama: <em>pixabay.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamu ingin usaha ternak bebek petelur? yuk, cari tahu dulu bagaimana analisa usahanya pada artikel pertanian berikut ini. Telur merupakan salah satu bahan pangan asal ternak yang memiliki kandungan protein&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":10783,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1423],"tags":[2143,2144],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/ternak-bebek-petelur.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10779"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10779"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10786,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10779\/revisions\/10786"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10783"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}