{"id":10869,"date":"2023-07-03T08:00:55","date_gmt":"2023-07-03T01:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=10869"},"modified":"2023-07-03T06:38:46","modified_gmt":"2023-07-02T23:38:46","slug":"langkah-langkah-budidaya-semangka-inul-bagi-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-langkah-budidaya-semangka-inul-bagi-pemula\/","title":{"rendered":"Langkah-Langkah Budidaya Semangka Inul Bagi Pemula"},"content":{"rendered":"<p>Semangka Inul merupakan buah semangka yang berbentuk lonjong seperti pepaya, dengan kulit berwarna hijau gelap serta berat 2,5 sampai 3,5 kg.<\/p>\n<p>Sudah banyak petani yang membudidayakan buah ini, karena praktis. Agar hasilnya memuaskan, diperlukan pemahaman mengenai budidaya semangka inul.<\/p>\n<h2>Langkah-Langkah Budidaya Semangka Inul<\/h2>\n<p>Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk budidaya semangka inul, diantaranya seperti berikut:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-langkah-budidaya-semangka\/\">Ikuti 5 Langkah Ini untuk Budidaya Semangka<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Menyiapkan Lahan Tanam<\/span><\/h4>\n<p>Siapkan lahan tanam yang sesuai dengan syarat pertumbuhan semangka inul. Buah ini cocok ditanam di tanah yang tingginya sekitar 2-500 meter dari permukaan laut.<\/p>\n<p>Lahan harus terkena sinar matahari secara langsung, minimal selama 8 jam perhari. Memiliki tanah yang gembur, unsur hara tinggi, PH sekitar 5,5-7,5, dekat dengan sumber air, serta jauh dari pantai. Anda bisa menemukan kriteria lahan tersebut pada dataran rendah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10874\" aria-describedby=\"caption-attachment-10874\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10874 size-large\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul-1024x765.jpg\" alt=\"semangka inul\" width=\"600\" height=\"448\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul-1024x765.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul-300x224.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul-768x573.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul-350x260.jpg 350w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul-360x270.jpg 360w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/semangka-inul.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10874\" class=\"wp-caption-text\">twitter.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Menggemburkan Lahan Tanam<\/span><\/h4>\n<p>Setelah menemukan lahan tanam yang cocok, Anda perlu mengolah lahan tersebut. Melakukan penggemburan pada tanah dengan cara dicangkul atau bajak.<\/p>\n<p>Tujuan penggemburan yaitu agar tanah lebih gembur, serta unsur hara yang terkandung tercampur rata.<\/p>\n<p>Cara melakukan penggemburan lahan tanam budidaya semangka inul yaitu membajak tanah membentuk alur tanam dengan kedalaman 20-30 cm.<\/p>\n<p>Dari alur tersebut akan dibuat bedengan yang terdiri dari sepasang alur dengan jarak 2 meter. Lalu berikan jarak antara setiap pasangan bedengan untuk pengairan kurang lebih 30 cm.<\/p>\n<p>Biarkan alur tanaman tersebut selama 3 hari, supaya terkena sinar matahari untuk membunuh bakteri serta jamur dalam tanah. Setelah itu, bersihkan alur tanam dari kerikil dan sisa akar.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Memberikan Pupuk Dasar<\/span><\/h4>\n<p>Berikan pupuk dasar pada lahan tanam, guna menyuplai nutrisi pada tumbuhan semangka selama penanaman di bedengan.<\/p>\n<p>Penggunaan pupuk yang bagus bagi tanaman ini adalah campuran pupuk organik misalnya kompos, butiran organik, kandang dan pupuk kimia misalnya TSP, ZA, NPK, urea.<\/p>\n<p>Pertama, Anda perlu mengecek pH tanah, jika kurang 5,5 maka tanah cenderung bersifat asam. Jika tanah asam, Anda perlu mengapuri dengan dolomit dahulu.<\/p>\n<p>Gunakan pupuk kandang berupa kotoran sapi, ayam, atau kambing, lalu siram dengan larutan EM4 dan ditutup terpal, diamkan selama 1 Minggu. Tabur pupuk kandang di sepanjang alur tanam.<\/p>\n<p>Tabur pula pupuk kimia NPK bersamaan dengan insektisida, dan campur secara merata dengan cangkul. Kemudian tutup alur tersebut menggunakan tanah.<\/p>\n<p>Bentuk bedengan yang miring ke atas, supaya air tidak meluap ketika pengairan. Untuk mencegah gulma, berilah plastik mulsa perak di permukaan bedengan. Siram bedengan tersebut agar pupuk cepat terurai.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Menyiapkan Bibit Semangka<\/span><\/h4>\n<p>Pada dasarnya bibit semangka berasal dari biji, Anda bisa membelinya di toko pertanian. Siapkan media tanam berupa tanah humus yang dimasukkan dalam pot maupun polybag.<\/p>\n<p>Rendam benih bibit di air bersih hingga 1 malam, lalu buntal biji dengan kain basah sampai muncul kecambah ( selama 12 jam)<\/p>\n<p>Buatlah lubang pada media tanam dibagian tengah sedalam 3 cm, agar lebih mudah Anda bisa menyiramnya terlebih dahulu. Masukkan biji buah yang telah berkecambah ke dalam pot, setelah itu tutup dengan tanah. Setelah 2 hari biji akan tumbuh.<\/p>\n<p>Selama itu jangan biarkan bibir terkena sinar matahari secara langsung. Pada hari ke 5-7 bibit muncul daun tengah dan bisa ditanam di bedengan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Tanam Bibit di Bedengan<\/span><\/h4>\n<p>Sebelum melakukan penanaman bibit di bedengan, lubangi plastik mulsa menggunakan kayu sedalam 10 cm, dan jarak 15 cm. Larutkan insektisida, fungisida, NPK, dalam air, setelah itu beri di masing-masing lubang tanam.<\/p>\n<p>Pemindahan bibit dilakukan sore hari, setelah itu langsung disiram. Selama 5 hari Anda perlu melakukan pengecekan dan penyulaman bibit yang tidak tumbuh.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perawatan tanaman Semangka<\/span><\/h4>\n<p>Perawatan ini dilakukan hingga tahap penyeleksian bakal buah semangka. Adapun perawatan yang dilakukan seperti pemberian pupuk susulan, penyiraman, penyiangan bedengan dan penataan sulur tanaman.<\/p>\n<p><strong>Pemupukan<\/strong><\/p>\n<p>Pemupukan susulan dilakukan ketika tanaman berusia 7 hari sejak penanaman, serta pemupukan selanjutnya dilakukan interval 7 hari.<\/p>\n<p>Berikan pupuk NPK yang dilarutkan di air, dengan dosis segelas pupuk NPK dan air 35-40 liter. Pada pemupukan selanjutnya, tambahkan pupuk NPK menjadi 2-3 gelas, interval 10-14 hari.<\/p>\n<p><strong>Penyiraman<\/strong><\/p>\n<p>Lakukan penyiraman secara rutin, yaitu interval 7 hari sekali. Jika buah semangka tumbuh sebesar telur ayam, berikan penyiraman interval 5 hari sekali.<\/p>\n<p><strong>Penyiangan<\/strong><\/p>\n<p>Penyiangan bedengan dilakukan untuk gulma yang berada di setiap jarak bedengan (pengairan). Lakukan penyiangan 3-4 minggu sekali, dan dilakukan sebelum pemberian pupuk pembesaran buah.<\/p>\n<p><strong>Penataan sulur tanaman<\/strong><\/p>\n<p>Lakukan penataan sulur tanam guna memudahkan proses penyeleksian bakal buah. Pada dasarnya semangka mempunyai banyak sulur, terdiri dari sulur primer yakni 3 buah seperti huruf W, serta sulur sekunder yang merupakan cabang dari sulur primer.<\/p>\n<p>Luruskan sulur yang berkembang ke arah samping, yakni 3 sulur primer yang seperti huruf W. Sebelum penyeleksian bakal buah, antar tanaman jangan gandeng.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-tanaman-buah-gandaria-beserta-cara-budidayanya\/\">Mengenal Tanaman Buah Gandaria Beserta Cara Budidayanya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tahap Seleksi Bakal Buah<\/span><\/h4>\n<p>Setelah semangka berusia 1 bulan, tanaman ini akan tumbuh bunga betina dan jantan. Bunga betina memiliki putik yang bakal buah sedangkan bunga jantan memiliki serbuk sari.<\/p>\n<p>Pembuahan saat musim kemarau lebih mudah, dibandingkan ketika musim hujan karena harus dibantu secara manual.<\/p>\n<p>Pilihlah bakal buah yang berpotensi tumbuh besar, yakni pertumbuhan buah yang jauh dari akar tumbuhan, maupun daun yang ke 11 sampai 14 terletak di 3 sulur primer. Ada baiknya untuk menunggu semua buah tumbuh besar seperti telur ayam, sebelum diseleksi.<\/p>\n<p>Jika tidak ada buah di sulur primer, Anda boleh mengambil buah di sulur sekunder, atau ambil buah yang yang berada di dekat akar jika buah di daun ke-11 &#8211; 14 tidak tumbuh.<\/p>\n<p>Pilih buah yang berbentuk proposional. Setiap tanaman semangka, Anda bisa menyesuaikan 2-3 bakal buah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10873\" aria-describedby=\"caption-attachment-10873\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10873\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bibit-semangka-inul.jpg\" alt=\"bibit semangka inul\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bibit-semangka-inul.jpg 1000w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bibit-semangka-inul-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bibit-semangka-inul-768x576.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/bibit-semangka-inul-360x270.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10873\" class=\"wp-caption-text\">bukalapak.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Perempelan Sulur Sekunder<\/span><\/h4>\n<p>Jika sudah menyeleksi buah semangka, Anda perlu melakukan perempelan yaitu memangkas sulur sekunder di pagi hari. Sisakan satu daun di setiap pangkal sulur yang dipotong. Hal ini ditujukan agar nutrisi hanya fokus pada sulur yang memiliki buah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Memberikan Alas Buah Semangka<\/span><\/h4>\n<p>Pemberian alas dilakukan agar buah tidak dimakan uret. Jangan memakai alas yang kedap air, agar air hujan mampu meresap ke dalam tanah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Membalikkan Buah Semangka<\/span><\/h4>\n<p>Membalikkan semangka secara teratur tentu sangat penting dilakukan agar buah terkena sinar matahari secara merata. Agar warna hijau pada kulit buah merata, Anda harus mengembalikannya secara berkala. Pembalikan dilakukan setiap 4-7 hari sekali<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pupuk Khusus Pembesaran Buah<\/span><\/h4>\n<p>Cara menanam semangka inul agar berbuah besar yakni dengan memberikan pupuk khusus. Pemberian pupuk dilakukan pada 7-10 hari sebelum masa panen atau ketika tanaman berusia 40 hari.<\/p>\n<p>Pupuk pembesar buah semangka yakni dengan menaburkan pupuk NPK diesela bedengan pada proses pengairan. Nantinya pupuk ini akan larut serta terserap ke seluruh bedengan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penanggulangan Hama serta Penyakit<\/span><\/h4>\n<p>Hama serta penyakit yang menyerang buah semangka inul adalah serangga, seperti uret, lalat buah, kutu thrips, serta jamur. Untuk menanganinya Anda bisa memberikan pestisida dengan dosis yang sesuai.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Masa Panen Semangka Inul<\/span><\/h4>\n<p>Masa panen dari hasil budidaya semangka inul ketika buah berumur 50 hari. Semangka yang sudah matang dilihat dari gagang semangka yang mengering. Tanaman ini akan mati sesudah masa panen, karena semangka merupakan tanaman sekali panen.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah langkah-langkah budidaya semangka inul yang bisa Anda lakukan. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/5-tips-budidaya-buah-naga-di-dalam-pot\/\">5 Tips Budidaya Buah Naga di dalam Pot<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>http:\/\/ilmubudidaya.com\/cara-menanam-semangka-inul<\/li>\n<li>https:\/\/www.faunadanflora.com\/cara-menanam-semangka-inul-yang-baik-dan-benar\/<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber gambar utama: <em>bukalapak.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semangka Inul merupakan buah semangka yang berbentuk lonjong seperti pepaya, dengan kulit berwarna hijau gelap serta berat 2,5 sampai 3,5 kg. Sudah banyak petani yang membudidayakan buah ini, karena praktis.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":10872,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1345,840],"tags":[1152,2160],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/budidaya-semangka-inul.png","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10869"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10869"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10876,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10869\/revisions\/10876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10872"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}