{"id":1105,"date":"2021-02-09T06:09:55","date_gmt":"2021-02-08T23:09:55","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1105"},"modified":"2021-02-09T06:33:43","modified_gmt":"2021-02-08T23:33:43","slug":"revolusi-industri-4-0-pertanian-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/revolusi-industri-4-0-pertanian-indonesia\/","title":{"rendered":"3 Fakta Revolusi Industri 4.0 pada Pertanian Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Pertanian merupakan salah satu sumber perekonomian terbesar di Indonesia. Dengan adanya pembangunan pertanian yang baik, perekonomian negara akan lebih stabil.<\/p>\n<p>Pada era digital seperti saat ini, dunia pertanian dipenuhi dengan isu revolusi industri 4.0, dimana pertanian diharapkan melibatkan digital dalam proses pengembangannya. Salah satu tujuan revolusi industri 4.0 di sektor pertanian adalah meningkatkan produktivitas pertanian secara efektif dan efisien.<\/p>\n<p>Dari tujuan tersebut,\u00a0terlihat bahwa fokus pengembangan pada sektor pertanian masih berupa produk fisik. Padahal, fokus pada produk fisik saja sebenarnya tidak cukup, karena pertanian juga harus ditopang oleh sumber daya manusia yang baik.<\/p>\n<p>Pada era revolusi industri 4.0 ini, sumber daya manusia diharapkan mampu mengembangkan pertanian dengan peralatan-peralatan berbasis digital untuk memaksimalkan pekerjaan manusia (petani) itu sendiri.<\/p>\n<p>Di sektor pertanian Indonesia, istilah revolusi industri 4.0 sudah banyak digunakan. Namun, tahukah Anda apa saja fakta-fakta di balik isu revolusi industri 4.0 pada pertanian Indonesia?<\/p>\n<h2>Revolusi industri 4.0 belum terlalu dominan di Indonesia<\/h2>\n<p>Di Universitas Gadjah Mada, diskusi mengenai revolusi industri 4.0 pada pertanian Indonesia pernah dilaksanakan. Dalam diskusi tersebut, para pemateri memberikan pandangan-pandangan mereka mengenai revolusi industri 4.0 dan dunia pertanian.<\/p>\n<p>Salah satu fakta menarik diperoleh dari Menteri Sekretaris Negara, Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, yang saat itu berperan sebagai <em><i>keynote speaker<\/i><\/em>. Beliau menjelaskan bahwa revolusi industri 4.0, terutama di sektor pertanian, belum terlalu dominan di Indonesia.<\/p>\n<p>Faktanya, revolusi industri 4.0 dalam sektor agrikultur ternyata lebih dominan terjadi di Eropa. Hal ini disebabkan oleh\u00a0adanya bencana demografi, yaitu keadaan dimana jumlah penduduk yang berusia produktif lebih sedikit dibanding penduduk yang berusia non-produktif. Oleh karena itu, tenaga mereka digantikan dengan teknologi.<\/p>\n<p>Sebaliknya, di Indonesia, kita mengalami bonus demografi. Pertanian tradisional masih banyak ditemukan di berbagai wilayah. Itulah sebabnya revolusi industri 4.0 pada pertanian Indonesia belum terlalu dirasakan.<\/p>\n<p>Selain itu, aturan yang ada di Indonesia juga masih belum relevan dengan era revolusi industri ini. Salah satunya adalah Undang-undang No.18 Tahun 2012 tentang Pangan, yakni mengatur berbagai hal mulai dari ketersediaan pangan, distribusi, keamanan, perlindungan konsumen, ketahanan pangan, hingga perlindungan konsumen.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/fakta-tantangan-pertanian-indonesia\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Fakta dan Tantangan Pertanian di Indonesia<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Petani dapat memanfaatkan proses <em><i>on farm<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>off farm<\/i><\/em><\/h2>\n<p>Saat ini, teknologi <em>mobile<\/em> dapat digunakan sebagai inovasi pertanian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan peluang para petani dalam mengakses berbagai informasi yang berkaitan dengan komoditas pertanian. Misalnya, harga bibit, harga komoditas di pasar, prediksi masa tanam, pemasaran produk pertanian,\u00a0dan sebagainya. Salah satu teknologi yang berkaitan dengan hal-hal yang telah disebutkan di atas adalah aplikasi .<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-67 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pak-tani-digital2-242x300.jpg\" alt=\"Pak Tani Digital\" width=\"600\" height=\"745\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pak-tani-digital2-242x300.jpg 242w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pak-tani-digital2-768x954.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pak-tani-digital2-600x745.jpg 600w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/04\/pak-tani-digital2.jpg 773w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/>Berbicara tentang revolusi industri 4.0, ada 2\u00a0proses yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan teknologi <em><i>mobile<\/i><\/em>\u00a0untuk meningkatkan kualitas sektor pertanian, yaitu proses<em><i>\u00a0on farm<\/i><\/em>\u00a0dan <em><i>off farm. <\/i><\/em><\/p>\n<p>Dalam proses <em><i>on farm<\/i><\/em>, aplikasi digital digunakan untuk mengontrol tanaman dari jarak jauh, sehingga pengawasan terhadap tanaman dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Salah satu contohnya adalah penggunaan kamera CCTV. Cara lain yang mulai digencarkan saat ini adalah penggunaan kamera <em><i>drone<\/i><\/em>\u00a0untuk mengawasi lahan pertanian.<\/p>\n<p>Untuk proses <em><i>off farm<\/i><\/em>, aplikasi digital dapat digunakan dalam proses pemasaran dan penelusuran rantai distribusi. Dengan adanya penelusuran, transparansi pada rantai produksi pertanian akan menjadi lebih baik.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-beriklan-di-pak-tani-digital\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Cara Beriklan di Pak Tani Digital<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Kementan telah menyiapkan rencana pengembangan pertanian era revolusi industri 4.0<\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1108\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Mesin-Canggih-Bisa-Diterapkan-dalam-Revolusi-Industri-4.0-pada-Pertanian-Indonesia.jpg\" alt=\"Mesin Canggih Bisa Diterapkan dalam Revolusi Industri 4.0 pada Pertanian Indonesia\" width=\"1920\" height=\"1279\" \/>Kementerian Pertanian merupakan garda terdepan dalam sektor pertanian Indonesia yang harus selalu siap menyikapi perkembangan teknologi, terutama dalam revolusi industri 4.0 seperti saat ini. Kementerian Pertanian telah memiliki tugas perencanaan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045.<\/p>\n<p>Tiga perencanaan yang dimaksud adalah:<\/p>\n<ol>\n<li>Pengembangan teknologi untuk memproduksi hasil yang berbeda dengan teknik-teknik baru,<\/li>\n<li>Teknologi digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam rantai makanan, dan<\/li>\n<li>Adanya pengembangan kolaborasi teknologi dan aplikasi lintas industri.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Beberapa inovasi yang mulai dikembangkan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian adalah <em><i>cloud computing, mobile internet, <\/i><\/em>dan <em><i>artificial intelligence <\/i><\/em>yang digabung menjadi mesin pertanian yang lebih canggih dan modern, seperti traktor tanpa operator, pesawat <em><i>drone<\/i><\/em>\u00a0untuk mendeteksi unsur hara dalam tanah, dan robot <em><i>grafting.<\/i><\/em>\u00a0Teknologi tersebut diharapkan dapat membuat produksi pertanian di Indonesia berjalan lebih efektif.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/indoor-farming\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Indoor Farming, Wujud Pertanian Masa Depan yang Modern<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis:\u00a0<a href=\"http:\/\/geniuslector.com\/\"><strong>Hutri Cika Berutu<\/strong><\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pertanian merupakan salah satu sumber perekonomian terbesar di Indonesia. Dengan adanya pembangunan pertanian yang baik, perekonomian negara akan lebih stabil. Pada era digital seperti saat ini, dunia pertanian dipenuhi dengan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1115,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,844],"tags":[205,204],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Fakta-Revolusi-Industri-4.0-pada-Pertanian-Indonesia.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1105"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1112,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105\/revisions\/1112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}