{"id":1123,"date":"2024-03-14T01:30:38","date_gmt":"2024-03-13T18:30:38","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1123"},"modified":"2024-03-14T13:44:20","modified_gmt":"2024-03-14T06:44:20","slug":"morfologi-kelapa-sawit-perkembangbiakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/morfologi-kelapa-sawit-perkembangbiakan\/","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Morfologi Kelapa Sawit dan Perkembangbiakannya"},"content":{"rendered":"<p>Kelapa sawit, yang bernama latin\u00a0<em><i>Elaeis Guineensis<\/i><\/em>, bukan tumbuhan yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini merupakan tanaman industri yang penting untuk menghasilkan minyak untuk berbagai keperluan seperti minyak masak, minyak industri, maupun sebagai alternatif bahan bakar (<em><i>biodiesel<\/i><\/em>). Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia. Penyebarannya mulai dari daerah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/target-peremajaan-kelapa-sawit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Mengintip Target Kerja Pemerintah Dalam Peremajaan Kelapa Sawit<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Ciri-Ciri Morfologi<\/h2>\n<p>Kelapa sawit\u00a0termasuk tumbuhan pohon\u00a0dengan tinggi yang bisa mencapai 24 meter.\u00a0Bunga dan buahnya berupa tandan dan bercabang banyak. Buahnya kecil dan berwarna merah kehitaman apabila sudah masak. Daging buahnya padat dan mengandung minyak. Begitupun kulit buahnya.<\/p>\n<p>Minyaknya sering digunakan sebagai minyak goreng, sabun, dan lilin. Ampasnya digunakan sebagai\u00a0makanan ternak, terutama bahan pakan ayam. Sedangkan tempurungnya digunakan sebagai bahan bakar dan arang.<\/p>\n<p>Secara garis besar, ciri-ciri morfologi kelapa sawit adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h3>Daun<\/h3>\n<p>Daunnya adalah daun majemuk berwarna hijau tua yang memiliki pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya sangat mirip tanaman salak, hanya saja durinya tidak terlalu keras dan tajam.<\/p>\n<h3>Batang<\/h3>\n<p>Batang tanaman diselimuti bekas pelepah sampai\u00a0umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun,\u00a0pelepah yang kering akan terlepas sehingga sudah mirip tanaman kelapa.<\/p>\n<h3>Akar<\/h3>\n<p>Jenis akarnya adalah akar serabut yang mengarah ke samping dan ke bawah. Selain itu,\u00a0terdapat beberapa akar nafas yang tumbuh ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.<\/p>\n<h3>Bunga<\/h3>\n<p>Bunga jantan dan betinanya terpisah\u00a0dan memiliki waktu pematangan yang berbeda. Ini menyebabkan sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bentuk bunga jantannya lancip dan panjang sedangkan\u00a0bunga betinanya lebih mekar dan besar.<\/p>\n<h3>Buah<\/h3>\n<p>Variasi warna buah kelapa sawit terdiri dari warna hitam, ungu, hingga merah. Ini tergantung\u00a0pada\u00a0bibit yang dipilih. Buahnya berkumpul\u00a0dalam tandan yang muncul dari masing-masing pelepah.<\/p>\n<p>Buah sawit ini terdiri dari 3 lapisan, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li><em><i>Eksoskarp<\/i><\/em>, bagian kulit buah yang warnanya kemerahan dan licin.<\/li>\n<li><em><i>Mesoskarp<\/i><\/em>, yang merupakan serabut buah.<\/li>\n<li><em><i>Endoskarp<\/i><\/em>, cangkang pelindung inti. Inti dari buah sawit dinamakan<em><i>endosperm<\/i><\/em>dan embrio yang memiliki kandungan minyak inti berkualitas tinggi.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/manfaat-kelapa-sawit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>10 Manfaat Kelapa Sawit<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Perkembangbiakan Kelapa Sawit<\/h2>\n<p>Perkembangbiakan tanaman sawit adalah dengan cara generatif. Buahnya akan matang pada kondisi tertentu, embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (<em><i>plumula<\/i><\/em>), kemudian\u00a0bakal akar (<em><i>radikula<\/i><\/em>).<\/p>\n<p>Kelapa sawit dapat hidup dengan baik di daerah tropis. Tanaman ini dapat tumbuh sempurna pada ketinggian 0 \u2013 500 meter dari permukaan laut dengan kelembaban 80% &#8211; 90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil pada 2000 \u2013 2500 mm, yaitu daerah yang tidak tergenang saat\u00a0hujan dan tidak kering saat musim kemarau. Pola hujan tahunan bisa memengaruhi perilaku pertumbuhan dan produksi buah tandan buah segar.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-kelapa-sawit\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Jenis-Jenis Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui<\/strong><\/a><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelapa sawit, yang bernama latin\u00a0Elaeis Guineensis, bukan tumbuhan yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tumbuhan ini merupakan tanaman industri yang penting untuk menghasilkan minyak untuk berbagai keperluan seperti minyak masak,&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1137,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[190],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Ciri-Ciri-Morfologi-Kelapa-Sawit-dan-Perkembangbiakannya.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1123"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1123"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1123\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1128,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1123\/revisions\/1128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1137"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}