{"id":11349,"date":"2021-02-13T06:13:55","date_gmt":"2021-02-12T23:13:55","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=11349"},"modified":"2021-02-13T07:05:11","modified_gmt":"2021-02-13T00:05:11","slug":"21-peluang-usaha-ternak-yang-patut-kamu-coba","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/21-peluang-usaha-ternak-yang-patut-kamu-coba\/","title":{"rendered":"21 Peluang Usaha Ternak yang Patut Kamu Coba"},"content":{"rendered":"<p>Ternyata ada 21 peluang usaha ternak yang menguntungkan loh, kamu sudah mengetahuinya? yuk, simak artikel pertanian berikut ini.<\/p>\n<p>Sektor peternakan masih menjadi ladang yang cukup menjanjikan untuk mengembangkan bisnis demi meraup keuntungan yang sebesar \u2013 besarnya.<\/p>\n<p>Peluang ini masih terbuka luas, pasalnya kebutuhan akan konsumsi protein hewani semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk dan kesadaran akan pentingnya konsumsi protein.<\/p>\n<p>Di Indonesia sendiri, bisnis peternakan masih menyediakan lahan serta ternak yang beranekaragam yang dapat kamu manfaatkan.<\/p>\n<p>Berbisnis ternak sendiri mendukung banyak hal dari segi kebermanfaatan seperti menyediakan peluang kerja, menyediakan bahan pangan, serta mendorong kemajuan perekonomian bangsa.<\/p>\n<h2>21 Peluang Usaha Ternak yang Menguntungkan<\/h2>\n<p>Kamu tertarik untuk memulai usaha peternakan? Berikut ini kami uraikan 20 peluang usaha ternak yang patut kamu coba, simak ulasan berikut ini:<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/4-tips-ternak-ayam-joper-peluang-bisnis-yang-menguntungkan\/\">4 Tips Ternak Ayam Joper, Peluang Bisnis yang Menguntungkan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ayam Pedaging<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ayam pedaging atau yang juga dikenal ayam broiler merupakan usaha yang cukup menjanjikan dalam meraup pundi \u2013 pundi uang. Konsumsi akan daging ayam tidak pernah sepi pelanggan, yang menjajankannya di pinggir jalan pun banyak.<\/p>\n<p>Olahan daging ayam broiler juga bervariasi mulai dari bakso, nugget sampai sosis. Tidak sampai disitu saja, berbagai macam kuliner Indonesia banyak memanfaatkan jenis ayam ini karena tekstur daging yang lebih empuk.<\/p>\n<p>Perputaran uang pemeliharaan ternak ayam pedaging termasuk cepat. Waktu pemeliharaan selama 1 bulan lebih (45 hari) menjadikan bisnis ini layak untuk dicoba.<\/p>\n<p>Bila anda masih kurang yakin untuk memulainya, Anda bisa menerapkan sistem kemitraan sehingga peluang rugi dapat diminimalisir.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11355\" aria-describedby=\"caption-attachment-11355\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-11355\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Ayam-Broiler.jpg\" alt=\"Ayam_Broiler\" width=\"600\" height=\"343\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Ayam-Broiler.jpg 895w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Ayam-Broiler-300x172.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Ayam-Broiler-768x439.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11355\" class=\"wp-caption-text\">visitasean50.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ayam Petelur<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Coba bayangkan, berapa banyak orang yang makan telur setiap minggu. Jawabannya mungkin minimal 2 \u2013 3 kali orang akan mengkonsumsi telur setiap minggu sebagai bahan lauk, diet, bahan kue, dan lain \u2013 lain.<\/p>\n<p>Tingginya permintaan konsumen akan telur dilatarbelakangi harganya yang sangat murah 3 butir hanya Rp 5.000 bahkan bila Anda membeli langsung dari peternak bisa mendapatkan harga sekitaran Rp 1.000 \u2013 Rp 1.200 per butir telur.<\/p>\n<p>Hal ini tentu saja membawa keuntungan bagi peternak ayam petelur, untuk mendapatkan keuntungan yang besar.<\/p>\n<p>Untuk memulai usaha ini, kami sangat menyarankan kamu memulai dengan kapasitas 2.000 ekor ayam untuk mendapatkan margin keuntungan yang lebih terasa dengan menggunakan jenis indukan yang siap bertelur umur 2 \u2013 3 bulan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ayam Joper<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ayam joper merupakan hasil karya Balai Penelitian Ternak Indonesia dengan masa pemeliharaan sekitar 2 bulan dapat dipanen. Keuntungan pemeliharaan ternak ayam joper memiliki imunitas yang lebih kuat dibanding ayam broiler dan ras petelur.<\/p>\n<p>Keuntungannya lainnya ialah harga jual akan semakin tinggi seiring dengan pertambahan umur ayam, sehingga Anda tidak perlu lagi memusingkan jumlah konsumsi pakannya.<\/p>\n<p>Untuk pemasarannya cukup mudah karena jenis ayam kampung memiliki penggemar sendiri. Anda bisa memulainya dengan modal Rp 2.700.000 yang termasuk bibit 1 box, 1 sak pakan, dan tambahan pakan dedak padi atau bekatul.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ayam KUB<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Sedikit berbeda dengan ayam joper, ayam KUB dikembangkan dengan tujuan untuk dimanfaatkan telurnya.<\/p>\n<p>Tingginya permintaan akan konsumsi telur kampung kini tidak lagi masalah dengan hadirnya ayam KUB karena kemampuan memproduksi 180 butir telur\/tahun.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, ayam KUB dapat dijadikan sebagai indukan untuk memproduksi telur yang lebih banyak dengan modal yang sedikit. Anda pun bisa menjual ayam KUB yang tidak produktif lagi di pasaran untuk mendapatkan keuntungan ganda.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Burung Puyuh<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Produksi telur burung puyuh sebesar 200 \u2013 300 butir telur\/tahun dan telah mampu bertelur di umur 35 hari dan produktif di usia 40 \u2013 50 hari.<\/p>\n<p>Walaupun harga jualnya lebih murah dibandingkan telur pada umumnya. Kelemahan budidaya ternak ini adalah gampang stress sehingga Anda perlu menjauhkan kandang dari kerumunan dan pemukiman penduduk.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Itik<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Berbeda dengan ternak ayam, ternak itik umumnya mudah dan dari segi biaya produksi tidak terlalu mahal. Ternak itik mampu memproduksi sekitar 200 \u2013 250 butir\/tahun dengan nilai jual sekitar Rp 1.500 \u2013 Rp 2.000 per butir.<\/p>\n<p>Kamu juga bisa menjual itik petelur yang sudah tidak produktif lagi di pasaran, sedangkan pejantan lebih sering dimanfaatkan dagingnya.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Babi<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ternak babi memiliki potensi yang menjanjikan untuk dikembangkan namun terbatas pada beberapa daerah saja di Indonesia.<\/p>\n<p>Satu indukan ternak babi mampu melahirkan anakan sebanyak 8 \u2013 14 ekor sekali kelahiran dengan manajemen yang baik dapat melahirkan sebanyak 5 kali dalam 2 tahun.<\/p>\n<p>Waktu pemeliharaan terbilang cepat yakni 4 \u2013 6 bulan sudah mampu panen dengan bobot badan rataan 100 kg.<\/p>\n<p>Harga jual di pasaran mampu mencapai Rp 35.000\/kg, memelihara 10 ekor indukan ternak babi saja, Anda sudah memiliki aset yang besar. Patut dicoba bukan?<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Kambing<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Peluang usaha ternak kambing termasuk yang cukup menggiurkan untuk ternak ruminansia, hal ini dikarenakan ternak kambing membutuhkan waktu pemeliharaan hanya membutuhkan waktu 3 \u2013 5 bulan.<\/p>\n<p>Rerata jumlah anakan kambing sekali melahirkan sekitar 1 \u2013 2 ekor dengan durasi waktu kebuntingan 146 \u2013 155 hari. Selain dimanfaatkan dagingnya, susu kambing mahal di pasaran sehingga dapat menjadi bisnis lainnya yang cukup menguntungkan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Domba<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Peluang usaha penggemukan ternak domba setidaknya membutuhkan waktu 3 \u2013 4 bulan. Ternak domba mampu melahirkan 2 ekor anakan domba sekali melahirkan yang dapat berlangsung 3 kali dalam 2 tahun bila manajemen berlangsung dengan baik.<\/p>\n<p>Masa kebuntingan ternak domba berlangsung 5 bulan dan melakukan penyapihan 3 bulan pasca melahirkan.<\/p>\n<p>Anda tidak perlu khawatir untuk target pasar ternak domba, pasalnya kebutuhan ternak domba banyak dari upacara keagamaan seperti aqiqah dan idul adha.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Sapi Potong<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Upaya pemerintah impor daging sapi memperlihatkan bahwa pasar ternak sapi potong masih terbuka lebar. Penggemukan ternak sapi potong hanya membutuhkan waktu 3 \u2013 4 bulan dan sudah bisa dipanen, belum lagi kebutuhan ternak sapi saat hari raya idul fitri dan idul adha.<\/p>\n<p>Harga ternak sapi bali pedet sekitar Rp 5.000.000 dengan upaya penggemukan yang Anda lakukan nilai jualnya bisa mencapai Rp 9.000.000 \u2013 Rp 12.000.000. Tertarik untuk melakukan bisnis ternak sapi potong?<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-usaha-ternak-bebek-petelur-berikut-analisa-usahanya\/\">Ingin Usaha Ternak Bebek Petelur? Berikut Analisa Usahanya<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Sapi Perah<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Selain sapi potong, ternak sapi perah juga cukup menjanjikan jika dikerjakan dengan sungguh \u2013 sungguh. Seekor sapi perah mampu memproduksi 12 \u2013 15 liter susu perhari.<\/p>\n<p>Sedangkan enam ekor sapi mampu menghasilkan 100 liter susu per hari dengan nilai jual Rp 5.000\/liter susu. Harga tersebut bisa lebih mahal bila dijual langsung pada konsumen.<\/p>\n<p>Memang kelemahan peternakan sapi perah selama ini ialah penanganan pasca panen, namun masalah tersebut telah selesai dengan munculnya beragam mesin dan teknologi yang bisa Anda pesan melalui teknologi internet.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11356\" aria-describedby=\"caption-attachment-11356\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-11356\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Sapi_Perah.jpg\" alt=\"Sapi_Perah\" width=\"600\" height=\"377\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Sapi_Perah.jpg 800w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Sapi_Perah-300x189.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/Sapi_Perah-768x483.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11356\" class=\"wp-caption-text\">disnakkeswan.jatengprov.go.id<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Walet<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Sarang burung walet saat ini menjadi salah satu bisnis peternakan yang tren melakukan ekspansi ekspor ke negeri Tiongkok. Modal untuk beternak walet terbilang cukup besar namun sebanding dengan hasilnya.<\/p>\n<p>Panen dapat dilakukan 1 \u2013 3 bulan dengan hasil 10 \u2013 30 kg sarang burung walet. Kabarnya harga sarang burung walet berkisar Rp 1.500.000\/100 gram sampai Rp 20.000.000\/kg.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Ikan Nila<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ternak ikan nila termasuk bisnis menguntungkan dalam budidaya perairan air tawar. Pembesaran ikan nila membutuhkan waktu 2,5 \u2013 4 bulan.<\/p>\n<p>Harga bibit ikan nila untuk ukuran 5 \u2013 7 cm sebesar Rp 800 \u2013 Rp 1.000\/kg. Sedangkan untuk ikan nila yang siap konsumsi mampu menyentuh Rp 30.000.000 \u2013 Rp 50.000.000\/kg.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Udang<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Udang termasuk komoditas perikanan yang tidak pernah sepi peminat khususnya yang suka akan makanan seafood, hal ini tentu saja memberikan peluang bisnis yang menguntungkan untuk peternak. Panen udang dilakukan pada umur 4 \u2013 5 bulan dengan harga Rp 110.000\/kg.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Ikan Kakap<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan kakap memiliki rasa daging yang empuk, gurih dan enak sehingga pasarnya tidak pernah sepi. Masa pemeliharaan ikan kakap membutuhkan waktu setidaknya 1 tahun dengan berat 0,5 \u2013 1 kg.<\/p>\n<p>Hal tersebut membuat ikan kakap mahal di pasaran dengan rentang Rp 10.000\/100 gram, dimana dalam 1 kg hanya memuat 2 \u2013 3 ekor ternak ikan kakap.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Ikan Mujair<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan ini cukup familiar untuk konsumsi masyarakat Indonesia. Pemeliharaan ikan mujair hanya memerlukan waktu 4 \u2013 5 bulan dan tidak memerlukan modal yang cukup besar.<\/p>\n<p>Harga jual mujair di pasaran cukup stabil sekitar Rp 30.000 \u2013 Rp 40.000\/kg yang memuat 3 \u2013 4 ekor ikan mujair.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Ikan Lele<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Ikan lele sangat laku untuk unit usaha rumahan khususnya usaha pecel lele. Pemeliharaan ternak ikan lele hanya memerlukan waktu sebanyak 3 bulan dan sudah siap panen. Harga ikan lele di pasaran cenderung stabil dengan kisaran Rp 25.000 \u2013 Rp 30.000\/kg.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Belalang<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Usaha ternak belalang akhir ini mengalami tren dengan peningkatan konsumsi baik sebagai pakan ternak maupun sebagai konsumsi oleh manusia.<\/p>\n<p>Eropa sudah tren untuk mengkonsumsi serangga sebagai sumber protein. Di Indonesia sendiri pangsa pasarnya masih sebatas sebagai makanan burung peliharaan.<\/p>\n<p>Usia pemeliharaan ternak belalang berlangsung selama 75 hari dan sudah bisa dipanen. Untuk harga belalang mentah untuk konsumsi mampu menyentuh harga Rp 100.000\/kg saat orderan diburu wisatwan dan menjelang hari raya.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Jangkrik<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Tidak ada bedanya dengan ternak belalang, tren ternak jangkrik juga menjanjikan sebagai unit usaha peternakan.<\/p>\n<p>Ternak jangkrik biasanya dijadikan pakan untuk burung peliharaan dengan harga Rp 10.000 \u2013 Rp 15.000 per 500 gram. Masa pemeliharaan ternak jangkrik ialah 28 \u2013 30 hari.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Lebah Madu<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Madu merupakan salah satu bahan pangan asal hewan yang cukup menjanjikan namun tren peternakan lebah barulah berlangsung beberapa tahun belakangan ini.<\/p>\n<p>Masa panen dapat dilakukan sejak 40 hari setelah ratu lebah diletakkan dalam sarangnya. Harga madu asli mampu menyentuh angka sekitar Rp 180.000\/kg.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Ternak Cacing<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Budidaya cacing tanah termasuk salah satu potensi yang besar selain dimanfaatkan sebagai umpan ikan, cacing juga sebagai salah satu bahan obat tetatus dan obat kecantikan.<\/p>\n<p>Masa pemeliharaan ternak cacing umur 45 \u2013 60 hari. Harga cacing tanah dijual sekitar Rp 50.000\/kg. Cukup menguntungkan bukan dengan modal yang minim.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Nah, itulah 20 peluang usaha ternak yang menguntungkan. Tunggu apa lagi, ayo mulai usaha kamu di bidang sector peternakan.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p><strong>\u00a0<\/strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/ingin-ternak-kambing-coba-6-jenis-kambing-ini\/\">Ingin Ternak Kambing? Coba 6 Jenis Kambing Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Khamim. 2019. <em>20 Peluang Usaha Ternak Menguntungkan, Pahami Analogi Bisnisnya<\/em>. Diakses dari:https:\/\/investasi.online\/peluang-usaha-ternak-menguntungkan-pahami-analogi-bisnisnya\/<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber gambar utama: <em>pixabay.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ternyata ada 21 peluang usaha ternak yang menguntungkan loh, kamu sudah mengetahuinya? yuk, simak artikel pertanian berikut ini. Sektor peternakan masih menjadi ladang yang cukup menjanjikan untuk mengembangkan bisnis demi&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":11350,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1423],"tags":[2259],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/usaha-ternak.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11349"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11349"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11349\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11357,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11349\/revisions\/11357"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}