{"id":11358,"date":"2025-07-28T02:20:57","date_gmt":"2025-07-27T19:20:57","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=11358"},"modified":"2025-07-28T08:56:23","modified_gmt":"2025-07-28T01:56:23","slug":"mengenal-teknik-vertikultur-cara-bertanam-di-lahan-sempit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-teknik-vertikultur-cara-bertanam-di-lahan-sempit\/","title":{"rendered":"Mengenal Teknik Vertikultur, Cara Bertanam di Lahan Sempit"},"content":{"rendered":"<p>Bagi kamu yang ingin berkebun tapi, tidak memiliki lahan yang luas? Kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa mencoba cara teknik vertikultur. Sebelum itu, baiknya kamu ketahui terlebih dahulu apa itu teknik vertikultur dengan menyimak artikel berikut ini.<\/p>\n<p>Berkebun atau bercocok tanam biasanya dilakukan di lahan yang cukup luas, baik secara langsung di tanah atau menggunakan pot yang disusun. Namun jangan khawatir, karena Anda tetap bisa bertanam di lahan yang sempit dengan teknik vertikultur.<\/p>\n<p>Teknik velrtikultur sudah dilakukan oleh banyak orang, khususnya di daerah perkotaan. Namun, tidak semua jenis tanaman dapat ditanam melalui teknik ini. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda perlu mengenal teknik vertikultur lebih dalam.<\/p>\n<h2>Mengenal Cara Bertanam dengan Teknik Vertikultur<\/h2>\n<p>Jika kamu tertarik melakukannya, baiknya ketahui terlebih dahulu apa itu vertikultur dan cara bertanam dengan teknik tersebut.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/masalah-sistem-penanaman-vertikultur\/\">3 Masalah yang Muncul pada Sistem Penanaman Vertikultur<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Apa Itu Vertikultur?<\/span><\/h4>\n<p>Vertikultur sendiri merupakan gabungan dua kata yang diambil dari bahasa Inggris, yaitu vertical serta culture. Vertical memiliki arti tegak lurus, dan culture memiliki arti budidaya.<\/p>\n<p>Secara umum, pengertian Vertikultur adalah teknik berkebun atau bercocok tanam dengan cara bertingkat atau vertikal, yakni dari bawah ke atas. Anda bisa menanam sebanyak lebih dari 20-30 tanaman di tempat yang memiliki ukuran 50 x 50 cm saja.<\/p>\n<p>Pada dasarnya tujuan vertikultur sendiri untuk memanfaatkan tempat atau lahan yang sempit dan terbatas dengan optimal. Lain halnya dengan teknik konvensional yang membutuhkan lahan luas untuk bercocok tanam.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11360\" aria-describedby=\"caption-attachment-11360\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-large wp-image-11360\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/teknik-vertikultur-1024x576.jpg\" alt=\"teknik vertikultur\" width=\"600\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/teknik-vertikultur-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/teknik-vertikultur-300x169.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/teknik-vertikultur-768x432.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/teknik-vertikultur.jpg 1196w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11360\" class=\"wp-caption-text\">uvplastik99.com<\/figcaption><\/figure>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Jenis Tanaman Teknik Vertikultur<\/span><\/h4>\n<p>Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa tidak semua tanaman dapat ditanam menggunakan teknik vertikultur. Adapun jenis tanaman teknik vertikultur ialah tanaman berumur pendek atau tanaman semusim, seperti sayuran.<\/p>\n<p>Misalnya seledri, selada, kemangi, kangkung, sawi, bayam, serta berbagai jenis sayur lainnya. Selain tanaman sayur, Anda juga dapat menanam cabe, tanaman obat, serta tanaman hias menggunakan teknik vertikultur.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Media Teknik Vertikultur<\/span><\/h4>\n<p>Dalam melakukan penanaman teknik vertikultur diperlukan media sebagai berikut:<\/p>\n<p><strong>Pipa Paralon<\/strong><\/p>\n<p>Untuk melakukan teknik vertikultur, pipa paralon besar bisa menjadi media penanaman. Anda hanya perlu membuat lubang di sisi pipa setelah itu, isi sisi pipa dengan media tanam.<\/p>\n<p>Berdirikan pipa paralon secara tegak lurus, lalu tanam tumbuhan yang anda inginkan, seperti sayuran maupun tanaman hias.<\/p>\n<p><strong>Botol Bekas<\/strong><\/p>\n<p>Botol bekas bisa dimanfaatkan menjadi tempat penanaman dengan teknik vertikultur. Caranya pun lebih mudah dibandingkan dengan pipa paralon.<\/p>\n<p>Buatlah lubang pada satu sisi botol, setelah itu buat kembali lubang kecil pada balik sisi sebelumnya. Berikan tali pada masing-masing ujung botol, agar botol bisa digantung di tembok. Isi botol dengan media penanaman.<\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bertanam-di-lahan-sempit\/\">5 Teknik Bertanam di Lahan Sempit<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Jenis Teknik vertikultur<\/span><\/h4>\n<p>Secara garis besar, penanaman teknik vertikultur dibedakan menjadi dua jenis diantaranya vertikultur hidroponik, dan vertikultur konvensional. Berikut pembahasannya:<\/p>\n<p><strong>Teknik vertikultur hidroponik<\/strong><\/p>\n<p>Jenis teknik vertikultur hidroponik yaitu penanaman vertikultur menggunakan cara hidroponik. Dimana media tanam yang digunakan bukanlah tanah, melainkan arang sekam, cocopeat, perlite, rockwoll dan lainnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11362\" aria-describedby=\"caption-attachment-11362\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-11362\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/vertikultur-hidroponik.jpg\" alt=\"vertikultur hidroponik\" width=\"600\" height=\"348\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/vertikultur-hidroponik.jpg 749w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/vertikultur-hidroponik-300x174.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11362\" class=\"wp-caption-text\">daquagrotechno.org<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Teknik vertikultur konvensional<\/strong><\/p>\n<p>Jenis penanaman dengan teknik vertikultur konvensional yaitu menggunakan tanah sebagai media penanamannya. Teknik ini hampir sama seperti Anda menanam dengan polybag atau pot. Hanya saja model penanamannya disusun secara tegak lurus atau vertikal.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Syarat Utama Vertikultur<\/span><\/h4>\n<p>Ada beberapa syarat utama dalam penanaman dengan teknik vertikultur diantaranya adalah,<\/p>\n<ol>\n<li>Wadah penanaman vertikultur harus bersifat kuat, mudah dipindahkan dan tidak mudah roboh.<\/li>\n<li>Ukuran wadah tanaman disesuaikan dengan jenis tanaman. Misalnya, gunakan pipa paralon dengan diameter 3 inchi atau botol bekas untuk menanam sayuran seperti bayam, sawi, calsim, kangkung. Sedangkan untuk tanaman seperti terong, cabai, tomat, gunakan wadah lebih besar.<\/li>\n<li>Tempat vertikultur harus berada di luar ruangan yang terkena matahari cukup.<\/li>\n<li>Media tanam harus bersifat gembur serta memiliki unsur hara yang cukup.<\/li>\n<\/ol>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kelebihan Vertikultur<\/span><\/h4>\n<p>Ada beberapa kelebihan yang Anda dapatkan dalam melakukan penanaman dengan teknik vertikultur diantaranya adalah,<\/p>\n<ol>\n<li>Tidak membutuhkan lahan yang besar<\/li>\n<li>Menghemat air<\/li>\n<li>Usia tanaman relatif pendek<\/li>\n<li>Media penanaman bisa disesuaikan berdasarkan kondisi tempat pembuatan vertikultur<\/li>\n<li>Perawatan tanaman lebih mudah<\/li>\n<\/ol>\n<hr \/>\n<p>Itulah beberapa hal mengenai teknik vertikultur, cara menanam di lahan yang sempit. Setelah mengenal teknik ini, jangan lupa dicoba ya.<\/p>\n<p><strong>Jangan lupa SHARE artikel ini kepada teman-teman kamu ya!<\/strong><\/p>\n<blockquote><p>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/gaya-hidup-hijau-urban-farming\/\">Gaya Hidup Hijau dengan Urban Farming<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>https:\/\/mitalom.com\/teknik-vertikultur-bercocok-tanam-untuk-mengoptimalkan-lahan-sempit\/<\/li>\n<li>https:\/\/masfikr.com\/vertikultur\/<\/li>\n<\/ul>\n<p>Sumber gambar utama: <em>urbanhidroponik.com<\/em><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi kamu yang ingin berkebun tapi, tidak memiliki lahan yang luas? Kamu tidak perlu khawatir, kamu bisa mencoba cara teknik vertikultur. Sebelum itu, baiknya kamu ketahui terlebih dahulu apa itu&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":11365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[844],"tags":[2260],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/vertikultur.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11358"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11358"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11366,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11358\/revisions\/11366"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}