{"id":1140,"date":"2018-10-30T10:17:11","date_gmt":"2018-10-30T03:17:11","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1140"},"modified":"2020-01-09T11:24:35","modified_gmt":"2020-01-09T04:24:35","slug":"i-kadek-agus-indrawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/i-kadek-agus-indrawan\/","title":{"rendered":"I Kadek Agus Indrawan, Pemuda yang Bangga Jadi Petani"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Sudah kenal dengan seorang pemuda yang bernama I Kadek Agus Indrawan?<\/p>\r\n<p>Jika berbicara tentang pertanian di Indonesia, beragam stigma negatif bermunculan, mulai dari dianggap tidak keren, kotor, panas, dan tidak menghasilkan banyak uang. Profesi yang satu ini memang kurang menarik perhatian anak muda di Indonesia. Banyak anak muda di Indonesia yang merasa bahwa menjadi petani tidak memerlukan pendidikan tinggi, semua orang bisa bertani.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Namun,\u00a0jangan salah, dengan penguasaan ilmu pertanian yang lebih tinggi,\u00a0pasti akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi pula. Hal ini yang membuat I Kadek Agus Indrawan memilih untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian. Saat ini,\u00a0pemuda yang akrab dipanggil Agus ini tengah menempuh pendidikannya di Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Udayana.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pemuda 21 tahun ini memang berasal dari keluarga petani yang bermukim di dekat Danau Tamblingan, Kabupaten Singaraja. Mata pencaharian penduduk daerah ini memang rata-rata sebagai petani, tidak seperti Bali selatan yang cenderung ke sektor pariwisata. Karena terletak di dataran tinggi, komoditas yang ditanam di daerah ini adalah tanaman hortikultura dan perkebunan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/feri-agus-yadi-petani-muda\/\"><strong>Feri Agus Yadi, Petani Muda Pamekasan yang Patut Diteladani<\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"1187\" height=\"890\" class=\"wp-image-1142\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Kubis-Hijau-Budidaya-I-Kadek-Agus-Indrawan.jpg\" alt=\"Kubis Hijau Budidaya I Kadek Agus Indrawan\" \/>\r\n<figcaption><em>Kubis Hijau Budidaya Agus<\/em><\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Agus mengaku sudah terbiasa membantu orang tuanya di sawah sejak kecil. Sampai saat ini pun,\u00a0Agus tetap membantu orang tuanya karena jarak kampus dan rumahnya tidak terlalu jauh sehingga dapat pulang kampung seminggu sekali.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dengan melanjutkan pendidikan di Fakultas Pertanian, Agus berharap dapat membantu meningkatkan kualitas produksi pertanian keluarganya. Komoditas yang ditanam antara lain kubis, brokoli, tomat, kentang, wortel, <em>\u2018marygold\u2019<\/em>, cabai, dan kopi.\u00a0Omzet usaha ini mencapai 15-40 juta per panen, sementara utuk pemasarannya, saat ini melalui pengepul dan supplier.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Setelah mempelajari pertanian lebih dalam, kini Agus semakin memperhatikan syarat tumbuh setiap tanaman, memperhatikan cara mengaplikasikan pestisida dengan tepat,\u00a0dan rutin melakukan rotasi tanaman. Agus sadar bahwa ilmu yang didapatkannya dari kuliah pertanian memang sangat membantu dan mempengaruhi hasilnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Sementara, saat ini,\u00a0seperti yang kita ketahui, petani di Indonesia rata-rata sudah tua dan tidak memiliki latar belakang pendidikan pertanian. Rata-rata petani hanya bertani karena orang tuanya petani dan bertani berdasarkan pengalaman dan <em>\u2018trial and error\u2019<\/em>. Hal tersebut yang akhirnya menggerakkan Agus untuk berkuliah di pertanian karena untuk melakukan perubahan, tentu harus dimulai dari diri sendiri.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Selain itu, banyak petani <em>\u2018part time\u2019<\/em>\u00a0yang berarti mereka hanya menjadikan pertanian sebagai sampingan, bukannya bisnis. Hal itu sudah pasti hasilnya tidak maksimal karena waktu yang dicurahkan untuk menggarapnya saja juga tidak maksimal.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"1187\" height=\"890\" class=\"wp-image-1143\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Marigold-Budidaya-I-Kadek-Agus-Indrawan.jpg\" alt=\"Marigold Budidaya I Kadek Agus Indrawan\" \/>\r\n<figcaption><em>Marigold Budidaya Agus<\/em><\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Secara pribadi,\u00a0Agus berharap agar ke\u00a0depannya dapat menambah komoditas yang ditanam dan dapat mengekspor produknya. Namun,\u00a0Agus juga menyadari bahwa untuk mengekspor produk pertanian memang tergolong sulit karena setiap negara memiliki aturan masing-masing, seperti jumlah residu pestisida, harus bebas penyakit, membutuhkan proses karantina, dan produk pertanian termasuk barang yang cepat membusuk sehingga proses pengiriman juga harus cepat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/4-langkah-tata-cara-ekspor-untuk-pemula\/\"><strong>4 Langkah Tata Cara Ekspor untuk Pemula<\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tentu Agus berharap agar pemerintah lebih memberikan sosialisasi mengenai hal ini karena sebagian besar petani tidak menerapkan <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/good-agricultural-practices-indonesia\/\">GAP\u00a0<\/a><em><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/good-agricultural-practices-indonesia\/\">(Good Agricultural Practices)<\/a><\/em>, jumlah residu\u00a0pestisida\u00a0pada\u00a0produk pertanian Indonesia masih sangat tinggi, petani bahkan kurang peduli tentang bagaimana cara mengaplikasikan pestisida dengan benar, <em>\u2018trend organic farming\u2019<\/em>\u00a0juga belum begitu <em>\u2018booming\u2019<\/em>\u00a0di Indonesia sehingga sangat sulit bagi\u00a0produk pertanian Indonesia untuk\u00a0diekspor.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Secara umum,\u00a0Agus berharap agar anak muda di Indonesia tidak malu untuk terjun ke dunia pertanian, karena Agus sendiri membuktikan bahwa pertanian sebenarnya adalah bisnis jika kita menjadikannya bisnis. Kita tidak bisa bekerja di suatu bidang secara <em>\u2018part time\u2019<\/em>\u00a0namun mengharapkan hasil maksimal.<\/p>\r\n<p>Itulah kisah I Kadek Agus Indrawan sebagai pemuda yang bangga menjadi petani.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Nevy Widya Pangestika<\/strong><br \/><em>Mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n<hr class=\"wp-block-separator\" \/>\r\n\r\n\r\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\r\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\r\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sudah kenal dengan seorang pemuda yang bernama I Kadek Agus Indrawan? Jika berbicara tentang pertanian di Indonesia, beragam stigma negatif bermunculan, mulai dari dianggap tidak keren, kotor, panas, dan tidak&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":1141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70,862],"tags":[185,80],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/I-Kadek-Agus-Indrawan.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1140"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1140"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1140\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4831,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1140\/revisions\/4831"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1140"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1140"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1140"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}