{"id":11490,"date":"2024-04-22T01:50:05","date_gmt":"2024-04-21T18:50:05","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=11490"},"modified":"2024-04-22T13:40:17","modified_gmt":"2024-04-22T06:40:17","slug":"14-tips-pemupukan-cabai-untuk-mencegah-datangnya-penyakit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/14-tips-pemupukan-cabai-untuk-mencegah-datangnya-penyakit\/","title":{"rendered":"Tips Pemupukan Cabai Untuk Mencegah Datangnya Penyakit"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai pemupukan cabai mencegah penyakit. Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya!<\/p>\n<h2>Pemupukan Cabai<\/h2>\n<p>Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun demikian terdapat banyak faktor yang dapat menghambat produktivitas tanaman cabai seperti penyakit layu.<\/p>\n<p>Banyak faktor yang mempengaruhi intensitas serangan organisme pengganggu tanaman seperti cuaca, pemilihan benih, pengolahan lahan dan penggunaan pupuk.<\/p>\n<p>Umumnya, kita mengetahui kegunaan pupuk untuk merangsang pertumbuhan tanaman, namun jarang diketahui bahwa.<\/p>\n<p>Penggunaan pupuk juga berperan dalam terhadap intensitas serangan OPT terlebih lagi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.<\/p>\n<p>Pupuk merupakan bahan yang mengandung nutrisi atau unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Terdapat bermacam-macam jenis pupuk dan masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan kandungannya.<\/p>\n<p>Beberapa jenis pupuk berperan dalam menghambat pertumbuhan penyakit baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya Mg dan Ca.<\/p>\n<p>Dapat meningkatkan pH tanah sehingga secara tidak langsung dapat mengurangi layu. Selain itu, Ca juga dapat meningkatkan imunitas tanaman.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11491\" aria-describedby=\"caption-attachment-11491\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-11491\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ulyadayscom-1024x576.jpg\" alt=\"cabai\" width=\"500\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ulyadayscom-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ulyadayscom-300x169.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ulyadayscom-768x432.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/ulyadayscom.jpg 1280w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11491\" class=\"wp-caption-text\">ulyadays.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kementan-berhasil-identifikasi-penyakit-cabai\/\">Kementan Berhasil Identifikasi Penyakit Yang Menyerang Cabai di Magetan<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Olah Lahan dengan Baik<\/span><\/h4>\n<p>Bersihkan lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya terlebih dahulu. Pembersihan ini meliputi sisa tanaman yang berada di atas tanah dan juga yang berada di dalam tanah.<\/p>\n<p>Sisa tanaman di dalam tanah termasuk akar dan kayu juga harus dibersihkan. Kemudian dibakar untuk memutus rantai perkembangan penyakit.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Pembajakan Lahan <\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Penggemburan lahan dapat dilakukan secara manual atau menggunakan traktor. Sebaiknya, penggemburan dilakukan jauh-jauh hari sebelum penanaman agar tanah terpapar sinar matahari terlebih dahulu.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pengecekan pH dan Pengapuran<\/span><\/h4>\n<p>Setelah tanah selesai digemburkan, cek pH tanah menggunakan pH meter. Jika pH tanah di bawah 5,5, taburkan dolomit atau kapur pertanian.<\/p>\n<p>Setelah ditaburi kapur, cek ulang pH dan pastikan pHnya ideal untuk tanaman cabai. Sebagai catatan, bakteri dan jamur mudah hidup di tanah dengan pH rendah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pembuatan Bedengan<\/span><\/h4>\n<p>Tujuan dibuatnya bedengan adalah untuk menghindari penggenangan air hujan yang mengakibatkan tanah menjadi lembab bahkan becek.<\/p>\n<p>Tanah yang lembab dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur. Untuk tinggi bedengan perlu disesuaikan dengan musim dan kondisi lahan. Bedengan dibuat lebih tinggi saat musim hujan.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemberian Pupuk Kandang atau Organik<\/span><\/h4>\n<p>Sebenarnya pupuk kandang merupakan pupuk yang teraik untuk diaplikasikan dalam proses budidaya karena tidak menyebabkan pencemaran.<\/p>\n<p>Terlebih lagi jika difermentasi terlebih dahulu. Fermentasi dapat dilakukan dengan <em>Trichoderma <\/em>sp dan EM4.<\/p>\n<p>Secara khusus, untuk mencegah penyakit layu karena jamur sebaiknya fermentasi dilakukan dengan <em>Trichoderma<\/em> sp.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Penggunaan PGPR<\/span><\/h4>\n<p>PGPR (<em>Plant Growth Promoting Bacteria<\/em>) atau bakteri pemacu pertumbuhan merupakan sekumpulan bakteri akar yang bermanfaat.<\/p>\n<p>Bakteri ini mampu menekan pertumbuhan bakteri penyebab layu perakaran seperti <em>Pseudomonas solanacearum<\/em> dan <em>Xanthomonas oryzae<\/em> yang menyebabkan penyakit hawar bakteri.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Cara Pengaplikasian PGPR Untuk Mencegah Layu Bakteri<\/span><\/h4>\n<p>Pengaplikasian PGPR dapat dilakukan di semua fase pertumbuhan tanaman baik untuk perlakuan benih atau penyiraman pada tanaman.<\/p>\n<p>Penyemprotan PGPR dilakukan di lahan atau di atas bedengan sebelum penanaman tanaman.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pemupukan Berimbang<\/span><\/h4>\n<p>Pemupukan berimbang berarti semua unsur yang dibutuhkan tanaman terpenuhi dengan jumlah yang cukup maka tanaman cabai akan tumbuh dengan subur.<\/p>\n<p>Selama ini secara umum masyarakat hanya mengandalkan pestisida dan fungisida untuk mencegah OPT. Padalah faktor pemupukan juga mempengaruhi pertumbuhan OPT.<\/p>\n<p>Contohnya, pengaplikasian pupuk nitrogen yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman rentan terhadap penyakit.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11492\" aria-describedby=\"caption-attachment-11492\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-11492\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/tipspetanicom.jpg\" alt=\"cabai\" width=\"500\" height=\"375\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/tipspetanicom.jpg 732w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/tipspetanicom-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/tipspetanicom-360x270.jpg 360w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11492\" class=\"wp-caption-text\">tipspetani.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mahasiswa-brawijaya-penemu-penghambat-patek-cabai\/\">Hebat! 3 Mahasiswa Pertanian Universitas Brawijaya Temukan Bakteri Penghambat Patek Cabai<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Jenis Pupuk Dasar untuk Cabai<\/span><\/h4>\n<p>Pupuk kimia tanaman cabai adalah pupuk nitrogen, KCl dan TSP. Untuk pupuk nitrogen sebaiknya gunakan kombinasi pupuk cantik dan ZA.<\/p>\n<p>Pupuk cantik mengandung 27% nitrogen dan mengandung unsur kalium 12%, kandungan CaO 12% ini memiliki banyak manfaat bagi tanaman cabai dan lebih baik dibandingkan dengan pupuk urea.<\/p>\n<p>Sementara itu pupuk ZA mengendung unsur nitrogen sebesar 28,2% dan belerang 23,8%. Selain itu juga dapat ditambahkan pupuk boron.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Dosis Pupuk Dasar untuk Tanaman Cabai<\/span><\/h4>\n<p>Tidak ada dosis berupa SOP yang digunakan dalam budidaya cabai karena semua bergantung pada jenis tanahnya.<\/p>\n<p>Jika tanahnya subur, dosis dapat dikurangi dan sebaliknya. Dosisnya secara umum adalah sebagai berikut TSP : KCl : Cantik : ZA dengan perbandingan 4 : 2 : 1 : 1.<\/p>\n<p>Kebutuhas pupuk dasar untuk tanaman cabai \u00b11 ton\/ha dengan rincian 500 kg TSP, 250 kg KCl, 125 kg pupuk cantik dan 125 kg pupuk ZA.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Dosis Pupuk Tanaman Boron untuk Tanaman Cabai<\/span><\/h4>\n<p>Walaupun boron dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sedikit, boron merupakan unsur esensial bagi tanaman.<\/p>\n<p>Defisiensi boron dapat menyebabkan rontok bunga cabai dan batang yang dempet. Dosis upuk boron untuk 1000 tanaman cabai 1 kg dicampurkan dengan pupuk KCl dan ZA.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kalsium bagi Tanaman Cabai<\/span><\/h4>\n<p>Kalsium adalah unsur hara mikro esensial bagi tanaman cabai. Klaium berperan dalam meningkatkan daya tahan tanaman caai terhadap penyakit.<\/p>\n<p>Tanaman cabai yang kekurangan kalsium akan rentang terhadap penyakit seperti layu bakteri dan layu fusarium.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pengaplikasian Kalsium pada Tanaman Cabai<\/span><\/h4>\n<p>Pengaplikasian kalsium dalam budidaya cabai dapat diaplikasikan pada bedengan sebelum bibit ditanam maupun setelah ditanam dengan cara disiramkan\/dikocorkan.<\/p>\n<p>Dapat juga diaplikasikan dengan disemprotkan pada daun dan tanaman.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Aplikasi Unsur Hara Mikro Melalui Pupuk Daun<\/span><\/h4>\n<p>Unsur hara mikro walaupun dibutuhkan dalam jumlah sedikit merupakan unsur esensial yang dibutuhkan oleh tanaman.<\/p>\n<p>Pada umumnya, unsur hara mikro terdapat pada pupuk daun dan dapat diaplikasikan denagn disemprotkan pada interval 7-10 hari sekali. Selain faktor pemupukan, penyakit layu pada cabai juga dipengaruhi oleh benih yang digunakan.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai pemupukan cabai untuk menghindari penyakit. Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/sudah-tahu-4-jenis-pupuk-tanaman-cabai-agar-berkualitas-baik\/\">Sudah Tahu 4 Jenis Pupuk Tanaman Cabai Agar Berkualitas Baik?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai pemupukan cabai mencegah penyakit. Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasinya. Simak ulasannya! Pemupukan Cabai Cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":11493,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[37,1052,747],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/agriculture-background-bright-cayenne-chili-chilli-1595871-pxhere.com_.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11490"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11490"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11490\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11624,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11490\/revisions\/11624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11493"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11490"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11490"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11490"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}