{"id":11532,"date":"2021-02-27T05:13:40","date_gmt":"2021-02-26T22:13:40","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=11532"},"modified":"2021-02-26T21:41:04","modified_gmt":"2021-02-26T14:41:04","slug":"dosis-pupuk-kelapa-sawit-yang-perlu-diketahui-oleh-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/dosis-pupuk-kelapa-sawit-yang-perlu-diketahui-oleh-petani\/","title":{"rendered":"Dosis Pupuk Kelapa Sawit yang Perlu Diketahui oleh Petani"},"content":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai dosis pupuk kelapa sawit? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya!<\/p>\n<h2>Tanaman Kelapa Sawit<\/h2>\n<p>Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang sangat penting di Indonesia, karena merupakan salah satu negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia.<\/p>\n<p>Produktivitas kelapa sawit sama dengan komoditas-komoditas lainnya tentu saja juga dipengaruhi oleh banyak faktor seperti varietas bibit, jenis tanah, dan unsur hara.<\/p>\n<p>Tentunya petani harus mengetahui dan menguasai bidang pemupukan karena pengetahuan mengenai pemupukan akan meningkatkan ketepatan dalam pengaplikasian pupuk.<\/p>\n<figure id=\"attachment_11539\" aria-describedby=\"caption-attachment-11539\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-11539\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/agrofarm.jpg\" alt=\"dosis sawit\" width=\"500\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/agrofarm.jpg 660w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/agrofarm-300x150.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 500px) 100vw, 500px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-11539\" class=\"wp-caption-text\">agrofarm.com<\/figcaption><\/figure>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pembangkit-listrik-biogas-dari-limbah-sawit\/\">Pembangkit Listrik Biogas dari Limbah Sawit<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Berikut adalah unsur-unsur yang esensial untuk kelapa sawit :<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Nitrogen<\/span><\/h4>\n<p>Kelapa sawit memerlukan unsur N (nitrogen)\u00a0 dalam jumlah banyak karena unsur nitrogen merupakan unsur hara makro esensial.<\/p>\n<p>Nitrogen berperan dalam merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan baik akar, batang atau daunnya. Dengan pengaplikasian nitrogen, pertumbuhan vegetatif tanaman akan menjadi lebih cepat.<\/p>\n<p>Defisiensi nitrogen dapat menghambat pertumbuhan kelapa sawit dan menyebabkan daun berwarna pucat kekuningan. Sumber unsur N antara lain ZA dan urea.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Phospor<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Unsur P (phospor) juga merupakan unsur makro esensial sehingga dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah banyak.<\/p>\n<p>Phospor berperan dalam merangsang pertumbuhan akar, mempercepat pembungaan dan merupakan bahan mentah dalam pembentukan protein tertentu.<\/p>\n<p>Kekurangan unsur P menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan daun tanaman berubah warna menjadi keunguan. Sumber unsur P antara lain pupuk TSP, pupuk SP-18, pupuk SP-36 dan Rock Phosphat.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Kalium<\/span><\/h4>\n<p>Secara umum, kalium berperan dalam pembentukan karbohidrat dan protein pada tanaman.<\/p>\n<p>Pada kelapa sawit, kalium berperan dalam penyusunan minyak dan mempengaruhi ukuran tandan.<\/p>\n<p>Kekurangan kalium menyebabkan timbulnya bercak-bercak transparan pada daun tua sehingga daun rentan mengering. Sumber kalium adalah pupuk KCl.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Magnesium<\/span><\/h4>\n<p>Unsur magnesium atau Mg dibutuhkan kelapa sawit dalam jumlah banyak. Magnesium berperan dalam proses fotosintesis.<\/p>\n<p>Defisiensi Mg dapat menyebabkan ujung daun kelapa sawit menguning saat terpapar sinar matahari, namun daun yang tidak terpapar sinar matahari tidak menunjukkan gejala demikian.<\/p>\n<p>Sumber unsur Mg antara lain adalah dolomit dan kieserit.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Tembaga<\/span><\/h4>\n<p>Unsur tembaga atau Cu merupakan unsur hara mikro esensial yang berarti unsur ini diperlukan atau harus ada meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit.<\/p>\n<p>Unsur Cu berperan dalam pembentukan klorofil (zat hijau daun) dan mempercepat proses fisiologi tanaman. Tanaman yang kekurangan unsur Cu akan menunjukkan gejala kekeringan kemudian mati.<\/p>\n<p>Secara umum, kelapa sawit yang kekurangan unsur Cu dibudidayakan pada lahan gambut. Sumber unsur Cu adalah CuSO<sub>4<\/sub>.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Boron<\/span><\/h4>\n<p>Boron merupakan unsur\u00a0 mikro sehingga diperlukan dalam jumlah sedikit. Peran unsur boron bagi kelapa sawit adalah sebagai penyusun karbohidrat, gula, protein dan perkembangan ujung dan anak daun.<\/p>\n<p>Gejala defisiensi boron pada tanaman kelapa sawit adalah munculnya daun pancing, yaitu daun yang kecil dan berbentuk seperti sirip ikan. Sumber unsur boron adalah Borak.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Zink <\/span><\/h4>\n<p>Peran unsur zink bagi kelapa sawit adalah menunjang pembentukan hormon pertumbuhan dan dalam enzimatis.<\/p>\n<p>Unsur zink merupakan unsur hara mikro yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, namun kekurangan unsur ini dapat mematikan jaringan tanaman.<\/p>\n<p>Kekurangan zink banyak terjadi pada kelapa sawit yang di tanam di lahan gambut<\/p>\n<p>Karena umumnya kelapa sawit di Indonesia dibudidayakan di tanah podsolik, sehingga dosis pupuk yang dianjurkan pun disesuaikan dengan tanah tersebut.<\/p>\n<p>Pemupukan kelapa sawit dilakukan berdasarkan pada masa produktifnya yang dibagi dua yaitu TBM (tanaman belum menghasilkan) dan TM (tanaman menghasilkan).<\/p>\n<h2>Dosis Pupuk Kelapa Sawit<\/h2>\n<ol>\n<li><strong>Dosis dan Jenis Pupuk untuk Kelapa Sawit TBM pada Tanah Podsolik<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1.bmp\"><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11534\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1.bmp\" alt=\"dosis sawit\" width=\"500\" height=\"432\" \/><\/a><em>Keterangan<\/em><\/p>\n<p><em>*Jika yang tersedia hanya Urea, maka ZA (21%N) diganti ke Urea (46% N), maka konversinya: 21\/45 = 0,47. Jika petani memiliki Urea, maka dosis ZA dikalikan 0,47. Misa l: umur 1 bulan perlu Urea 0,1 x 0,47 = 0,047 kg\/pohon Urea atau 1\/2 ons\/pohon Urea. Jadi kebutuhan Urea lebih sedikit dibandingkan ZA, karena kadar N pupuk Urea lebih tinggi dari kadar N pupuk ZA.<\/em><\/p>\n<p><em>** Jika petani mempunyai pupuk SP-36, maka dapat digunakan sesuai RP (Rock Phospat) dengan catatan kandungan P2O5 sama-sama 36%. Tetapi jika yang tersedia pupuk SP-18, maka dosis RP harus dikalikan (36\/18) = 2. Sehingga jika kebutuhan RP lobang tanam 0,5 maka dikalikan 2 atau 0,5 x 2 = 1 kg. Jadi untuk SP-18 diperlukan dosis 1 kg\/pohon.<\/em><\/p>\n<p><em>*** MOP dapat digunakan sama dengan dengan pupuk KCl dengan kadar K2O 60%.<\/em><\/p>\n<p><em>Jika memiliki dolomit (MgO 18%) dan tidak memiliki Kieserit (MgO 25%), maka aplikasi dolomit sebesar kiserit harus dikalikan 25\/18 = 1,4. Contoh umur sawit 8 bulan memerlukan dolomit sebesar 0,25 x 1,4 = 0,35 kg\/pohon.<\/em><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/oversupply-sawit-mampukah-indonesia-bertahan\/\">Oversupply Sawit, Mampukah Indonesia Bertahan?<\/a><\/p><\/blockquote>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong>Dosis dan Jenis Pupuk untuk Kelapa Sawit TBM di Tanah Aluvial<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11535\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/2.bmp\" alt=\"dosis sawit\" width=\"500\" height=\"410\" \/><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong>Dosis dan Jenis Pupuk Kelapa Sawit TBM di Tanah Entisol<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11536\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/3.bmp\" alt=\"dosis sawit\" width=\"500\" height=\"426\" \/><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong>Dosis dan Jenis Pupuk Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan di Tanah Mineral (bukan gambut)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><em><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11537\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/4.bmp\" alt=\"dosis sawit\" width=\"500\" height=\"183\" \/>Keterangan<\/em> :<\/p>\n<p><em>* Jika tersedia pupuk SP-18, dosis pupuk SP-36 harus dikali dengan 2 yang berasal dari (36\/18).<\/em><\/p>\n<p><em>\u00a0<\/em><\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><em><strong>Dosis dan Jenis Pupuk Tanaman Menghasilkan di Tanah Gambut<\/strong><\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-11538\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/5.bmp\" alt=\"dosis sawit\" width=\"500\" height=\"186\" \/><\/p>\n<p><em>Keterangan :<\/em><\/p>\n<p><em>* Jika tersedia pupuk SP-18, dosis pupuk SP-36 harus dikali dengan 2 yang berasal dari (36\/18).<\/em><\/p>\n<hr \/>\n<p>Itulah informasi mengenai dosis pupuk kelapa sawit yang harus diketahui oleh petani. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya sobat PTD!<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/harga-sawit-susah-naik\/\">Ini Alasan Kenapa Harga Sawit Susah Naik<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Ingin menjual hasil panen kamu langsung ke pembeli akhir? Silahkan download aplikasi Marketplace Pertanian Pak Tani Digital di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru? Langsung saja klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mau tau informasi mengenai dosis pupuk kelapa sawit? Berikut Pak Tani Digital akan membagikan informasi mengenai hal tersebut. Simak ulasannya! Tanaman Kelapa Sawit Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2314,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,841],"tags":[2303,190],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/Apa-Jenis-Tanah-yang-Baik-untuk-Kelapa-Sawit.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11532"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11532"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11540,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11532\/revisions\/11540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2314"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}