{"id":1197,"date":"0204-12-24T01:00:37","date_gmt":"0204-12-23T18:00:37","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1197"},"modified":"2024-12-24T10:18:30","modified_gmt":"2024-12-24T03:18:30","slug":"biopestisida","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/biopestisida\/","title":{"rendered":"Biopestisida, Pengganti Pestisida Kimia yang Ramah Lingkungan"},"content":{"rendered":"\r\n<p>Sebagai negara agraris,\u00a0Indonesia memiliki jumlah petani yang besar. Bahkan, petani menjadi profesi pokok penduduk Indonesia terutama di daerah pedesaan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Karena itulah,\u00a0masalah yang terjadi di bidang pertanian akan mempengaruhi sektor lainnya seperti pangan dan sektor ekonomi. Oleh karena itu, produktivitas menjadi hal penting dalam sektor pertanian. Namun,\u00a0hal inilah yang menjadikan petani tidak peka terhadap lingkungan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Penggunaan pestisida kimia yang dianggap efisien dalam mencegah turunnya produktivitas, justu dapat mempengaruhi lingkungan dan secara tidak langsung menurunkan produktivitas.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Pencemaran pestisida kimia pada tanah, membuat hama resisten, dan meningkatkan biaya produksi adalah dampak negatif yang dapat menurunkan produktivitas jika\u00a0pestisida kimia digunakan secara berlebihan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3>Pencemaran terhadap tanah<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Bahan aktif yang terkandung dalam pestisida kimia tidak mudah terurai\u00a0sehingga menjadi residu dan mencemari lingkungan, terutama tanah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika hal tersebut terus terjadi, maka produktivitas lahan akan menurun dan jumlah produksi\u00a0yang dihasilkan petani menjadi rendah.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/bahaya-pupuk-kimia\/\"><strong>5 Dampak Berbahaya, Stop \u2018Kecanduan\u2019 Pupuk Kimia!<\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3>Membuat hama resisten<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kandungan bahan aktif dalam pestisida kimia akan membunuh hama dengan cepat. Namun,\u00a0hama yang masih dapat bertahan akan menjadikan tubuhnya resisten terhadap pestisida kimia tersebut.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"1920\" height=\"1271\" class=\"wp-image-842\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Petani-yang-menggunakan-pestisida-di-sawah.jpg\" alt=\"Petani yang menggunakan pestisida di sawah\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Petani-yang-menggunakan-pestisida-di-sawah.jpg 1920w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Petani-yang-menggunakan-pestisida-di-sawah-300x199.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Petani-yang-menggunakan-pestisida-di-sawah-768x508.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Petani-yang-menggunakan-pestisida-di-sawah-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Petani-yang-menggunakan-pestisida-di-sawah-600x397.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 1920px) 100vw, 1920px\" \/><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Jika hama tersebut berkembang biak dalam jumlah yang besar,\u00a0maka pestisida kimia yang digunakan pun tidak berpengaruh terhadap hama. Hal ini akan berujung pada jumlah produksi yang menurun karena serangan hama resisten.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/penyebab-hama-meningkat-pestisida\/\"><strong>4 Penyebab Hama Meningkat Setelah Penggunaan Pestisida<\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h3>Harga pestisida yang semakin mahal<\/h3>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Harga pestisida yang terus naik akan menambah biaya produksi. Dan sayangnya,\u00a0hal ini tidak diimbangi dengan hasil produksi yang lebih besar.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Solusi yang dapat dilakukan petani akan masalah tersebut adalah dengan menerapkan peralihan penggunaan pestisida, dari pestisida kimia ke pestisida alami atau Biopestisida.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2><strong>Biopestisida<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Biopestisida<\/strong>\u00a0adalah pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan yang berpotesi digunakan untuk mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Biopestisida (pestisida alami\/pestisida hayati) merupakan pestisida ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"640\" height=\"362\" class=\"wp-image-1199\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Ekstrak-Daun-Mimba-bisa-diolah-menjadi-biopestisida.jpg\" alt=\"Ekstrak Daun Mimba bisa diolah menjadi biopestisida\" \/>\r\n<figcaption><em>Ekstrak Daun Mimba | Sumber: kabartani.com<\/em><\/figcaption>\r\n<\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Tanaman yang biasa digunakan dalam pembuatan biopestisida ini antara lain daun mimba, mahoni, biji srikaya, empon-empon seperti kunyit, temulawak,\u00a0dan tanaman lainnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Kombinasi dari tanaman-tanaman tersebut bersifat menolak hama, menghasilkan racun, mengganggu siklus pertumbuhan hama, dan mengganggu pencernaan atau merubah perilaku hama.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang didapatkan\u00a0saat menggunakan biopestisida dalam pengendaliaan hama dan penyakit tanaman:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul>\r\n<li>Murah dan mudah didapat<\/li>\r\n<li>Tidak menimbulkan residu pada tanah<\/li>\r\n<li>Aman bagi manusia<\/li>\r\n<li>Produk pertanian menjadi lebih sehat<\/li>\r\n<li>Tidak menyebabkan resisten pada hama dan lainya.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<p>Dari keunggulan biopestisida di\u00a0atas,\u00a0dapat disimpulkan bahwa biopestisida berdampak baik pada lingkungan dengan fungsi yang sama yakni membasmi hama. Oleh karena itu,\u00a0tidak ada salahnya bagi para petani untuk beralih\u00a0ke\u00a0Biopestisida.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membuat-mengaplikasikan-pestisida-tembakau\/\"><strong>Cara Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Tembakau<\/strong><\/a><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Sumber gambar utama: batmandeso.blogspot.com<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Dino Laferda<\/strong><br \/><em>Mahasiswa Universitas Muria Kudus<\/em><\/p>\r\n\r\n\r\n<hr class=\"wp-block-separator\" \/>\r\n\r\n\r\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong>.<\/p>\r\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai negara agraris,\u00a0Indonesia memiliki jumlah petani yang besar. Bahkan, petani menjadi profesi pokok penduduk Indonesia terutama di daerah pedesaan. Karena itulah,\u00a0masalah yang terjadi di bidang pertanian akan mempengaruhi sektor lainnya&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1198,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,4],"tags":[210,55,131],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Petani-Menggunakan-Biopestisida-untuk-Membasmi-Hama.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1197"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1197"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14598,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1197\/revisions\/14598"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1198"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}