{"id":1201,"date":"2023-01-04T01:50:28","date_gmt":"2023-01-03T18:50:28","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1201"},"modified":"2023-01-04T08:32:22","modified_gmt":"2023-01-04T01:32:22","slug":"cara-budidaya-bawang-merah-di-lahan-kering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-budidaya-bawang-merah-di-lahan-kering\/","title":{"rendered":"Cara Efektif Budidaya Bawang Merah di Lahan Kering"},"content":{"rendered":"\r\n\r\nTernyata, ada tips dan trik cara budidaya bawang merah di lahan kering. Anda yang tertarik dengan cara budidayanya, silahkan membaca tulisan ini hingga usai.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nProspek budidayanya juga cukup menggiurkan karena pangsa pasarnya begitu luas. Hampir semua orang membutuhkan bawang merah , khususnya untuk dijadikan bahan memasak.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nMulai dari tingkat rumahan hingga restoran berbintang membutuhkan bawang merah untuk diolah menjadi bumbu masakannya. Tanpa keberadaannya, rasa bumbu masakan kurang sedap dan berselera.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nBukan untuk bumbu masakan saja, bawang merah juga berkhasiat mencegah sekaligus mengobati beberapa penyakit. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang berani makan bawang merah mentah-mentah untuk bisa mendapatkan manfaat dan khasiat.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nDenganbegitu besar manfaatnya, bawang merah diinginkan banyak orang. Mereka membelinyahampir tiap hari sebagai persediaan di rumah.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPermintaan pasar yang besarmembuat tidak sedikit orang atau pihak membudidayakan bawang merah. Mulai dari skala kecil, seperti ditanam di <em>polybag <\/em>di halaman rumah, hingga lahanpertanian yang luas.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nUntuk sekarang, pembahasan akan lebih difokuskan untuk budidaya bawang merah di <strong>lahan kering<\/strong>. Lalu, bagaimana cara budidayanya yang direkomendasikan? Berikut informasi selengkapnya.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<h2><strong>Mengolah lahan keringnya terlebih dulu<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nLangkah pertama yang harus dilakukan adalah mengolah lahan keringnya dulu. Untukmengolahnya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, antara lain sebagaiberikut.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n \t<li>Menyiapkan peralatan pertanian yang dibutuhkan untuk mengolah lahan\/tanah, seperti cangkul, sekop, atau yang lainnya. Selain itu, siapkan juga pupuk dan kapur pertanian. Khususnya untuk pupuk, Anda dapat memilih jenis organik, seperti pupuk kompos atau kandang.<\/li>\r\n \t<li>Selanjutnya, bersihkan lahan kering yang akan ditanam bawang merah dari rumput liar, sampah, batuan, dan komponen lainnya. Semua itu harus disingkirkan karena hanya mengganggu proses pertumbuhan bawang merah.<\/li>\r\n \t<li>Setelah lahan bersih, berarti siap untuk diolah. Segera taburkan pupuk kandang pada lahan tersebut secara merata dengan dosis sekitar 1 ton 1000 meter persegi. Langkah berikutnya, yaitu membalikkan tanah agar pupuk yang disebar dapat tercampur dengan tanah. Biarkan kondisi lahan seperti itu selama satu minggu\r\nagar pupuk benar-benar dapat menyerap ke dalam tanah.<\/li>\r\n \t<li>Anda juga perlu membuat bedengan lahan dengan lebar sekitar 120 cm \u2013 180 cm. Selain itu, tambahkan saluran air dengan lebar sekitar 50 cm dan kedalaman 40 cm. Saat menunggu selama seminggu, jangan lupa untuk mengukur kadar pH tanah yang diusahakan kurang dari 5. Jika lebih dari itu, Anda bisa menaburkan serbuk dolmit berdosis 1,5 ton per hektar. Caranya, taburkan dolmit tersebut di atas bedengan yang sudah dibuat sebelumnya, lalu biarkan.<\/li>\r\n \t<li>Setelah satu minggu, lahan yang sudah diolah sudah siap ditanam bibit bawang merah.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2><strong>Memilih bibit bawang merah<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-image\">\r\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" width=\"639\" height=\"426\" class=\"wp-image-1204\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/bawang-merah-bibit.jpg\" alt=\"cara budidaya bawang merah\" \/><figcaption><em>Memilih bibit bawang merah yang baik<\/em><\/figcaption><\/figure>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSebelummenanam bibit bawang merah di lahan kering yang sudah siap, Anda harus memilihbibitnya terlebih dulu.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPemilihan bibit tanaman sudah pasti tidak bolehsembarangan karena sangat berpengaruh pada kualitas hasil panen nantinya.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSecara umum, ada dua cara mendapatkan bibit bawang merah berkualitas bagus.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Pertama,<\/strong> langsung membeli bibitnya di toko pertanian atau langsung di tingkatpetani bawang merah berskala besar.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Cara kedua,<\/strong> yaitu menumbuhkan sendiri bibit bawang merah tersebut. Untuk lebih praktis dan mudahnya, Anda bisa membelinya langsung. Harganya pun bervariasi tergantung dari kualitas dan kuantitas bibit yang akan dibeli.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nOleh karena itu, silakan bertanya kepada pihak toko berapa harganya agar Anda bisa menyiapkan budget anggarannya.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nBeberapa ciri bibit bawang merah berkualitas unggul, yaitu memiliki berat sekitar 3 gr \u2013 4 gr, bentuknya proporsional, tidak terlihat cacat atau keropos.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<h2><strong>Menanam bibit bawang merah<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nLangkah budidaya bawang merah di lahan kering berikutnya, yaitu menam bibitnya pada lahan yang sudah diolah dan dipersiapkan. Ada beberapa langkah yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n \t<li>Lakukan penyiraman pada lahan kering tersebut agar lebih lembab. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah menanam bibit bawang merah.<\/li>\r\n \t<li>Selanjutnya, buatlah lubang dengan kedalaman sekitar 5 cm dan jarak tiap lubang sekitar 15 cm. Sesuaikan jumlah lubang tanam dengan jumlah bibit bawang merah yang ingin ditanam, sehingga pekerjaan Anda lebih efektif.<\/li>\r\n \t<li>Setelah itu, siapkan larutan NASA yang sudah dicampur air berdosis 1 tutup larutan per liter air. Lalu, rendam bibit bawang merah ke dalam larutannya, serta taburkan GLIO pada larutannya. Tujuannya adalah bibit lebih tahan terhadap penyakit.<\/li>\r\n \t<li>Rendam bibit selama dua hari. Setelah itu, ambil bibitnya dan masukkan ke dalam lubang tanam satu per satu.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2><strong>Merawat tanaman bawang merah dengansebaik-baiknya<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"611\" height=\"407\" class=\"wp-image-1203\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/merawat-bawang-merah.jpg\" alt=\"tips budidaya bawang merah\" \/><figcaption><em>Proses pemupukan bawang merah<\/em><\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPercuma Anda bisa mengolah lahan keringnya, memilih bibit bawang merah, hingga menanamnya, tetapi belum bisa merawat tanamannya.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nHal tersebut akan berdampak buruk pada tanamannya yang nanti hasil panennya tidak optimal. Oleh karena itu,perlu langkah-langkah perawatannya sebagai berikut.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<ol>\r\n \t<li>Pemupukansecara rutin menjadi cara perawatan yang utama bawang merah. Sementara itu,pemupukan bisa dilakukan secara mendasar dan susulan. Perlu diketahui pemupukandasar dilakukan sebelum menanam. Sementara itu, pemupukan susulan dapatdilakukan pada 10 hari hingga 1 bulan setelah tanam bibit bawang merah.<\/li>\r\n \t<li>Selain pemupukan, jangan lupa melakukan penyiraman dan penyiangan secara teratur. Khususnya penyiraman pada umur bibit 0 \u2013 10 hari harus dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Namun setelah bawang merah berusia lebih dari 10 hari, dapat dilakukan sekali sehari pada pagi atau sore hari. Adapun penyiangan dilakukan dengan cara membersihkan lahan dan tanaman dari gulma atau tanaman pengganggu. Selain itu, segera ambil daun bawang yang mulai mengering karena juga bisa mengganggu pertumbuhan.<\/li>\r\n \t<li>Tidak menutup kemungkinan tanaman bawang merah terlihat gejala terserang hama penyakit. Jika seperti itu, gunakan pestisida atau obat tanaman tertentu untuk mengatasinya. Tentu saja dengan dosis yang direkomendasikan.<\/li>\r\n \t<li>Perlu Anda ketahui bahwa budidaya bawang merah di lahan kering dapat dipanen saat berusia 66 \u2013 75 hari. Memanen bawang merah dengan cara mencabut, lalu ikat daun bawangnya. Agar lebih awet, Anda bisa menjemurnya 2 \u2013 3 hari.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nItulahlangkah-langkah budidaya bawang merah yangdapat diinformasikan di sini.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSilakan dibaca dan dipahami, lalu dipraktikkan dengan cara-cara yang direkomendasikan. Selamat menjadi petani dan semoga selalu sukses.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Arifin Totok<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.\r\n\r\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ternyata, ada tips dan trik cara budidaya bawang merah di lahan kering. Anda yang tertarik dengan cara budidayanya, silahkan membaca tulisan ini hingga usai. Prospek budidayanya juga cukup menggiurkan karena&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1208,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[840,1],"tags":[191,51],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/bawang-merah-1.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1201"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1201"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1201\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1234,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1201\/revisions\/1234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1208"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}