{"id":12156,"date":"2022-05-24T04:00:29","date_gmt":"2022-05-23T21:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12156"},"modified":"2022-05-24T09:15:59","modified_gmt":"2022-05-24T02:15:59","slug":"kambing-boerawa-kambing-pedaging-komoditi-ternak-unggulan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kambing-boerawa-kambing-pedaging-komoditi-ternak-unggulan\/","title":{"rendered":"Kambing Boerawa, Kambing Pedaging Ternak Unggulan"},"content":{"rendered":"<p>Kambing Boerawa merupakan jenis kambing hasil persilangan antara Kambing Boer jantan dan kambing Peranakan Etawa (PE) betina yang saat ini mulai dilirik karena termasuk komoditi unggulan ternak pedaging.<\/p>\n<p>Kambing Boerawa memiliki profil badan yang lebih besar daripada kambing PE serta menghasilkan daging yang lebih banyak sehingga dapat menjadi pilihan allternatif dibandingkan harus membeli jenis Kambing Boer yang harganya mahal di pasaran.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: I<a href=\"http:\/\/Ingin Ternak Kambing? Coba 6 Jenis Kambing Ini\">ngin Ternak Kambing? Coba 6 Jenis Kambing Ini<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Berikut ini adalah beberapa hal tentang Kambing Boerawa yang harus kamu ketahui:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Ciri-ciri Kambing Boerawa<\/span><\/h4>\n<p>Kambing Boerawa memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dan tinggi. Kambing ini juga memiliki tingkat produktivitas serta kualitas daging terbaik dibandingkan dengan jenis Kambing Etawa ataupun Peranakan Etawa (PE).<\/p>\n<p>Kambing ini memiliki genetik yang lebih dekat dengan jenis kambing PE namun telinganya lebih pendek, bobot badan yang lebih besar dan padat dibandingkan dengan jenis kambing PE.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Pertumbuhan Badan Cepat<\/span><\/h4>\n<p>Kambing Boerawa memiliki bentuk tubuh yang lebih besar dan tinggi. Kambing ini juga memiliki tingkat produktivitas serta kualitas daging terbaik dibandingkan dengan jenis Kambing Etawa ataupun Peranakan Etawa (PE).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12158 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/badan-kambing-boerawa-300x238.jpg\" alt=\"kambing boerawa\" width=\"524\" height=\"416\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/badan-kambing-boerawa-300x238.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/badan-kambing-boerawa-768x609.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/badan-kambing-boerawa.jpg 937w\" sizes=\"(max-width: 524px) 100vw, 524px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: https:\/\/www.roysfarm.com\/<\/em><\/p>\n<p>Kambing ini memiliki genetik yang lebih dekat dengan jenis kambing PE namun telinganya lebih pendek, bobot badan yang lebih bessar dan padat dibandingkan dengan jenis kambing PE.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Bobot Badan Lahir Besar<\/span><\/h4>\n<p>Bukan hanya pertumbuhan badan yang cepat, kambing ini juga memiliki bobot badan lahir yang lebih besar yang ditularkan secara genetic dari Kambing Boer. Persilangan antara boer dan PE telah menghasilkan keturunan Kambing Boerawa meningkatkan bobot badan lahir sebesar 15,6% dan 10,07% pada saat sapih.<\/p>\n<p>Bobot badan lahir pada Kambing Boer berkisar antara 2,9 \u2013 3,86 kg, penyapihan dengan bobot 19,8 kg dan pada umur 1 tahun sudah mampu mencapai bobot badan 40,9 kg. Namun hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa factor seperti nutrisi, lingkungan, dan iklim. Adapun lama kebuntingan pada Kambing Boerawa sekitar 159 hari dengan jumlah kelahiran 1,62 ekor.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"http:\/\/Yuk, Kenali Potensi Ternak Kambing di Indonesia\">Yuk, Kenali Potensi Ternak Kambing di Indonesia<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Alternatif Pengganti Kambing Boer<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kambing Boerawa merupakan upaya yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan kualitas dan mutu dari jenis Kambing Boer yang selama ini terkenal dengan harganya yang mahal. Menurut Asosiasi Kambing Boer Amerika bahwa kambing boer memiliki kualitas daging yang rendah lemak jahat dan lemak jenuh, serta daging yang lebih empuk, enak dan sehat.<\/p>\n<p>Diketahui bahwa kandungan lemak jenuh pada kambing boer yakni berkisar kadar lemak jenuh daging Kambing Boer berkisar 0,79 gram dibandingkan dengan jenis daging lainnya yakni daging ayam 1,1 gram, daging sapi 6,8 gram, daging domba 7,3 gram, dan daging babi 8,3 gram.<\/p>\n<p>Harga Kambing Boer di pasaran termasuk yang cukup mahal, harganya bisa mencapai Rp 10.000.000 \u2013 Rp 20.000.000\/ekor yang tentunya sudah bisa digunakan untuk membeli sapi. Pemeliharaan umur 5 \u2013 6 bulan dilakukan dengan baik sudah mampu mencapai bobot badan 35 \u2013 45 kg dengan rata \u2013 rata pertumbuhan 0,02 \u2013 0,04 kg per hari.<\/p>\n<p>Kambing Boer jantan dapat mencapai bobot badan 120 \u2013 150 kg di umur 2 \u2013 3 tahun namun pada kambing betina di usia tersebut mencapai bobot berat 80 \u2013 90 kg.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/21-peluang-usaha-ternak-yang-patut-kamu-coba\/\">21 Peluang Usaha Ternak yang Patut Kamu Coba<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong><\/p>\n<p>Anonim. 2019. Mengenal Kambing Boerawa. Diakses dari: https:\/\/sinauternak.com\/mengenal-kambing-boerawa\/<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kambing Boerawa merupakan jenis kambing hasil persilangan antara Kambing Boer jantan dan kambing Peranakan Etawa (PE) betina yang saat ini mulai dilirik karena termasuk komoditi unggulan ternak pedaging. Kambing Boerawa&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":12159,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[842],"tags":[2373,2374],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kambing-boerawa.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12156"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12156"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12163,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12156\/revisions\/12163"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}