{"id":1217,"date":"2025-03-17T01:00:16","date_gmt":"2025-03-16T18:00:16","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1217"},"modified":"2025-03-17T08:41:07","modified_gmt":"2025-03-17T01:41:07","slug":"membesarkan-ikan-mas-rajadanu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/membesarkan-ikan-mas-rajadanu\/","title":{"rendered":"Cara Membesarkan Ikan Mas Rajadanu di Sawah"},"content":{"rendered":"\r\n\r\nMengapa pembesaran ikan mas\u00a0Rajadanu di sawah perlu dibahas di sini? Anda mungkin salah satu yang bertanya. Tidak menutup kemungkinan juga baru mengetahui perihal budidaya ikan mas Rajadanu\u00a0ini.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPerlu Anda ketahui bahwa ikan mas Rajadanu termasuk jenis\/spesies <em>Cypirus carpio<\/em>, strain Rajadanu. Dilihat dari karakteristik tubuhnya, sangat tepat untuk dibudidayakan sebagai ikan konsumsi. Pasalnya, ikan dewasa yang siap panen bisa mencapai bobot sekitar 3 kg. Secara umum dan normal, waktu pembesarannya hingga siap dipanen adalah sekitar 6 bulan sampai 1 tahun. Tak perlu menunggu hingga dewasa, ikan mas bisa dipanen lebih muda untuk dijual di pasaran sebagai benih siap jual.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nPerlu diketahui juga bahwa ikan mas Rajadanu termasuk hewan omnivora atau pemakan segalanya. Biasanya, ikan tersebut memakan jasad hewan atau tumbuhan yang hidup di dasar perairan, seperti cacing, siput, akar tanaman, dan sebagainya. Meskipun pemakan segalanya, tetapi ikan mas ini bisa beradaptasi dengan mengkonsumsi pakan buatan, seperti palet.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nDengan kebiasaan makan seperti itu, kita semua bisa melakukan budidaya dan pembesaran ikan mas\u00a0Rajadanu di pengairan sawah bersistem mina\u00a0padi. Tentu saja tidak boleh sembarangan melakukan budidaya tanpa perencanaan matang. Ada metode khusus yang diterapkan. Kualitas dan jumlah pakan harus selalu diperhatikan. Jangan lupa memperhatikan kualitas air, apalagi berada di persawahan.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengenal-sistem-mina-padi\/\"><strong>Sistem Mina Padi, Kombinasi Lahan Sawah dengan Budidaya Ikan<\/strong><\/a>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nBerdasarkan penelitian di kolam BBI (Balai Benih Ikan) Batukumbung, benih ikan mas Rajadanu berukuran 5 &#8211; 8 cm dengan berat sekitar 5 &#8211; 10 gram. Benih-benih tersebut ditebarkan\u00a0pada kolam dengan kepadatan 10 ekor per meter persegi. Selanjutnya, diberikan pakan komersial secara teratur 3% &#8211; 5% dari berat ikannya dalam waktu 3 bulan saja.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nIkan mas Rajadanu bisa mencapai berat sekitar 73,29 gram per ekor, bobot ikan yang siap dipanen dan dijual di pasaran. Bayangkan saja, hanya butuh waktu 3 bulan untuk bisa panen ikan mas Rajadanu. Setidak-tidaknya, bisa panen ikan 2 &#8211; 3 kali setahun. Sangat menggiurkan dan menguntungkan, bukan?\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nAnda yang tertarik untuk membesarkan ikan mas Rajadanu di sawah harus mengenal dan memahami terlebih dahulu\u00a0beberapa hal berikut\u00a0ini.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<h2>Menyiapkan Kolam Pembesaran<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" width=\"650\" height=\"414\" class=\"wp-image-1220\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Budidaya-Ikan-Mas-Rajadanu.jpg\" alt=\"Budidaya Ikan Mas Rajadanu\" \/><figcaption>Budidaya Ikan Mas Rajadanu di Sawah<\/figcaption><\/figure>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nLangkah ini sangat penting sebelum Anda menebarkan benih ikan mas. Tanpa menyiapkan kolam pembesaran yang benar, tidak\u00a0mungkin benih ikan mas Rajadanu tumbuh optimal seperti yang diharapkan. Anda harus menentukan terlebih dulu lahan sawah yang ingin dijadikan kolam pembesaran. Perkirakan juga luas lahannya dengan jumlah benih ikan yang ingin ditebar. Jangan terlalu luas apalagi terlalu sempit.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nLahan yang sudah dipilih harus diolah terlebih dulu seperti cara mengolah sawah bersistem irigasi teknis. Setelah diolah, lalu diberi pupuk kandang berupa kotoran ayam. Selanjutnya, genangi lahan dengan air irigasi hingga setinggi 20 cm. Biarkan air tersebut tergenang selama seminggu. Tiap hari Anda harus memeriksa ketinggian airnya untuk memastikan setinggi 20 cm. Jika menyusut, tambahkan airnya. Setelah seminggu, buatlah saluran air yang masuk dan keluar untuk mengalirkan air terus menerus.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nDengan kata lain, keberadaan air sangat penting dalam membudidayakan ikan mas\u00a0Rajadanu.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/teknologi-peningkatan-produksi-padi\/\"><strong>3 Teknologi Peningkatan Produksi Padi<\/strong><\/a>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<h2>Menebarkan Benih Ikan<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nAnda harus menyediakan benih ikan mas\u00a0yang berkualitas bagus\u00a0terlebih dulu. Perlu diketahui bahwa ada 3\u00a0macam benih ikan mas Rajadanu yang bisa ditebar ke\u00a0kolam pembesaran yang sudah disiapkan, dilihat dari ukuran benihnya.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nBenih berukuran sekitar 1 \u2013 3 cm dengan berat sekitar 0,1 \u2013 0,2 gram per ekor dapat ditebar ke\u00a0kolam dengan kepadatan 50.000 ekor per hektar. Adapun benih ikan mas berukuran sekitar 3 \u2013 5 cm dengan berat sekitar 1 \u2013 2 gram per ekor dapat ditebar ke\u00a0kolam pembesaran dengan kepadatan 10.000 ekor per ekor. Ada juga benih ikan mas berukuran sekitar 5 \u2013 8 cm dengan berat sekitar 7 \u2013 10 gram per ekor dapat ditebar ke\u00a0kolam pembesaran dengan kepadatan 5.000 ekor per hektar.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<h2>Memberikan Pakan untuk Benih Ikan<\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nSecara umum, pemberian pakan untuk benih ikan mas Rajadanu tidak merepotkan. Hal itu disebabkan oleh\u00a0lahan kolam yang sudah diolah menyediakan nutrisi makanan alami. Anda bisa memberikan tambahan pakan berupa dedak halus sekitar 250 kg per hektar 2\u00a0kali sehari, yaitu pagi dan sore hari.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\nHal itu dilakukan hingga waktu pembesaran sekitar sebulan. Anda dapat menyeleksi lagi benih ikan mas setelah dibesarkan lebih dari sebulan. Ambil dan pindahkan ikan-ikan yang berukuran tidak proporsional, terdeteksi terkena penyakit, atau yang cacat. Pakan bisa diganti dengan palet dan ditambahkan siput atau keong sebagai nutrisi tambahan.\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/sistem-salibu\/\"><strong>Sistem Salibu, Padi Dapat Dipanen Lebih dari 3 Kali<\/strong><\/a>\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis: <strong>Arifin Totok<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\r\n\r\nSudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di <strong><\/strong>.\r\n\r\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa pembesaran ikan mas\u00a0Rajadanu di sawah perlu dibahas di sini? Anda mungkin salah satu yang bertanya. Tidak menutup kemungkinan juga baru mengetahui perihal budidaya ikan mas Rajadanu\u00a0ini. Perlu Anda ketahui&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1219,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[843,1],"tags":[212,213,141],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Ikan-Mas-Rajadanu.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1217"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1217"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1217\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1241,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1217\/revisions\/1241"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1219"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1217"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1217"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1217"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}