{"id":12172,"date":"2024-10-28T01:00:29","date_gmt":"2024-10-27T18:00:29","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12172"},"modified":"2024-10-28T08:50:21","modified_gmt":"2024-10-28T01:50:21","slug":"jenis-buah-kelengkeng-super-yang-berpotensi-melimpah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/jenis-buah-kelengkeng-super-yang-berpotensi-melimpah\/","title":{"rendered":"Jenis Buah Kelengkeng Super yang Berpotensi Melimpah Buahnya"},"content":{"rendered":"<p>Buah kelengkeng atau biasa disebut juga lengkeng merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara. Buah kelengkeng berwarna putih dan manis. Oleh karena itu, banyak orang yang menyukainya. Buah kelengkeng sangat banyak peminatnya di pasaran sehingga buah ini sangat laku sehingga menjadikannya prospek bisnis yang menjanjikan. Jika Anda tertarik untuk membudidayakannya, pilihlah jenis kelengkeng super yang hasilnya melimpah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12174 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng-300x200.jpg\" alt=\"kelengkeng\" width=\"515\" height=\"343\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng-300x200.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 515px) 100vw, 515px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber : idntimes.com<\/em><\/p>\n<p>Terdapat beberapa jenis kelengkeng super yang saat ini sudah dibudidayakan di Indonesia. Berikut ini adalah jenis-jenis kelengkeng yang berpotensi untuk dibudidayakan:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kelengkeh Itoh<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kelengkeng itoh merupakan salah satu kelengkeng super yang pantas untuk dibudidayakan, kelebihan kelengkeng ini adalah buahnya tebal, namun agak kering dan bijinya kecil. Buahnya juga bertekstur lembut dan rasanya manis. Kelengkeng ini dapat berbuah setelah 3,5 tahun setelah ditanam.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kelengkeng New Crystal<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kelengkeng new crystal terkenal dengan buahnya yang berdompol banyak, dalam satu dompolan, kelengkeng ini dapat memiliki bobot 3-4 kg. Daging buahnya cukup tebal, agak kering namun kenyal serta rasanya sangat manis, buahnya juga berwarna bening serta transparan. Kelengkeng new crystal dapat berbuah saat mencapai umur tiga tahun setelah ditanam. Kelengkeng new crystal adalah penyempurnaan dari kelengkeng itoh. Kelengkeng new crystal termasuk kelengkeng modern karena pada satu tanaman terdapat bunga jantan dan betina sehingga sudah dapat menghasilkan buah dari satu tanaman.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pandemi-membuka-kesempatan-buah-lokal-kuasai-di-pasar\/\">Pandemi Membuka Kesempatan Buah Lokal Kuasai Pasar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kelengkeng Diamond River<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kelengkeng diamond river dikenal berpohon besar dan daging buahnya yang super manis. Buahnya juga mengandung air serta beraroma khas. Pohon kelengkeng ini memiliki banyak cabang dan daunnya sehingga sangat sesuai untuk dijadikan tanaman peneduh. Dalam setahun, kelengkeng ini dapat memproduksi 5-10 kg buah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kelengkeng Pingpong<\/strong><\/span><\/h4>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12173 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng-pingpong-300x199.jpg\" alt=\"kelengkeng pingpong\" width=\"424\" height=\"281\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng-pingpong-300x199.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng-pingpong.jpg 750w\" sizes=\"(max-width: 424px) 100vw, 424px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: samudrabibit.com<\/em><\/p>\n<p>Kelengkeng pingpong memiliki buah yang sangat besar, hampir seukuran bola pingpong, sehingga kelengkeng ini sangat terkenal. Namun daging buahnya tipis dan agak kering serta bijinya besar. Rasanya sangat manis dan memiliki aroma yang khas. Jika menggunakan bibit hasil sambungan, kelengkeng ini dapat berbuah satu tahun setelah penanaman.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Kelengkeng Puan Ray<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Kelengkeng puan ray memiliki daging buah yang sangat manis, daging buahnya relatif kecil dan bijinya juga kecil. Kelengkeng ini merupakan kelengkeng yang berasal dari Thailand dan merupakan persilangan antara kelengkeng diamond river dan kelengkeng pingpong. Kelengkeng ini juga bersifat genyah, yaitu dapat berbuah saat berumur satu tahun. Walaupun tanpa perlakukan istimewa, frekuensi berbuahnya juga tinggi.<\/p>\n<blockquote><p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/permintaan-jokowi-budidaya-buah-tropis-sebagai-peluang-besar\/\">Permintaan Jokowi Budidaya Buah Tropis Sebagai Peluang Besar<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p>Nah, itulah artikel mengenai jenis kelengkeng super yang berpotensi berbuah melimpah. Selamat mencoba dan semoga berhasil!<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Buah kelengkeng atau biasa disebut juga lengkeng merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara. Buah kelengkeng berwarna putih dan manis. Oleh karena itu, banyak orang yang menyukainya. Buah kelengkeng sangat&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":12173,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[1234,4,1420],"tags":[2376,1349],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/kelengkeng-pingpong.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12172"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12172"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12178,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12172\/revisions\/12178"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}