{"id":12278,"date":"2023-01-20T01:14:34","date_gmt":"2023-01-19T18:14:34","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12278"},"modified":"2023-01-20T07:57:59","modified_gmt":"2023-01-20T00:57:59","slug":"fungisida-dan-penggolongan-berdasarkan-bahannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/fungisida-dan-penggolongan-berdasarkan-bahannya\/","title":{"rendered":"Ketahui Apa Itu Fungisida Dan Penggolongan Berdasarkan Bahannya"},"content":{"rendered":"<p>Fungisida merupakan salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur penyebab pathogen\/penyakit. Secara harfiah fungisida dapat digolongkan dalam dua kata yakni fungi yang berarti jamur dan sida yang berarti beracun.<\/p>\n<p>Aplikasi fungisida oleh petani bermacam \u2013 macam seperti penyemprotan langsung, ke area batangnya, akar, perendaman benih, dan pengasapan (fumigasi). Bentuk sediaan juga bermacam \u2013 macam seperti cair, bubuk, butiran, dan gas. Namun penggunaan dalam bentuk cair dan bubuk adalah yang paling banyak karena mudah digunakan dan harganya yang cukup terjangkau.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12279 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/fungisida-oleh-petani-300x190.jpg\" alt=\"fungisida oleh petani\" width=\"472\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/fungisida-oleh-petani-300x190.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/fungisida-oleh-petani-768x486.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/fungisida-oleh-petani.jpg 772w\" sizes=\"(max-width: 472px) 100vw, 472px\" \/><em>Sumber: 8villages.com<\/em><\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Aplikasi Fungisida<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Penggunaan fungisida yang berlebihan dapat menjadi masalah besar sehingga bisa meninggalkan residu pada tanaman. Bila dikonsumsi manusia dapat berefek toksik hingga menyebabkan kanker. Berikut ini syarat yang harus dipenuhi dalam mengaplikasikan penyemprotan fungsida pada tanaman:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Tepat jenis<\/strong>: jenis fungisida yang digunakan pada OPT efektif sehingga tidak menyisakan residu. Perhatikan label pada kemasan produk terhadap jenis OPT yang dapat terbunuh.<\/li>\n<li><strong>Tepat mutu<\/strong>: gunakan pestisida yang telah lolos kelayakan edar, bermutu baik, jauh dari kadaluarsa, rusak dan adanya dugaan pemalsuan. Anda bisa mengeceknya di laman produk kementerian pertanian untuk lebih jelasnya.<\/li>\n<li><strong>Tepat sasaran<\/strong>: penyemprotan pada target sesuai OPT pada tanaman.<\/li>\n<li><strong>Tepat dosis dan konsentrasi<\/strong>: ikuti petunjuk penggunaan yang tersedia pada label kemasan.<\/li>\n<li><strong>Tepat waktu aplikasi<\/strong>: pengaplikasian dapat dilakukan pada pagi maupun sore hari, disaat udara cerah, angin tidak kencang dan tidak terdapat hujan.<\/li>\n<li><strong>Tepat cara dan alat aplikasi<\/strong>: gunakan peralatan yang tepat untuk mengaplikasikan pestisida, anda bisa membelinya di toko pertanian terdekat.<\/li>\n<\/ul>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">BACA JUGA: <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/harus-mengetahui-hal-ini-sebelum-membeli-pestisida\/\">Harus Mengetahui Hal Ini Sebelum Membeli Pestisida<\/a><\/span><\/h6>\n<\/blockquote>\n<p>Berdasarkan bahan penyusunnya, fungisida dapat dibedakan dalam 2 jenis, yakni:<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Fungisida Sintetik<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Fungisida sintetik berdasakan bahan penyusunnya terdiri dari bahan \u2013 bahan kimia yang sengaja diramu untuk memiliki efek toksik pada jamur dengan dosis tertentu. Penggunaan fungisida sintetik bisa menyebabkan efek yang berbahaya pada manusia dan juga hewan bila digunakan dengan dosis yang melebihi kadar yang ditentukan.<\/p>\n<p>Fungisida sintetik dapat pula diistilahkan secara kimia tidak memiliki atom karbon di dalam penyusunnya sehingga bahan pertama kali yang dikembangkan ialah sulfur dan ion logam seperti: tembaga, timah, merkuri, cadmium, dan lain \u2013 lain.<\/p>\n<p>Penggunaan fungisida sintetik lebih disukai oleh petani karena memiliki onset kerja yang cepat. Azoxystrobin misalnya, membunuh jamur dengan cara menghambat terjadinya proses transport electron dalam tubuh jamur pathogen. Beberapa jenis fungisida sintetik yang ditemukan di lapangan ialah: Amistartop, Armur, Acrobat, Bion, dan Ziflo.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12280 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ragam-fungisida-300x225.jpg\" alt=\"ragam fungisida\" width=\"407\" height=\"306\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ragam-fungisida-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ragam-fungisida-768x576.jpg 768w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ragam-fungisida-360x270.jpg 360w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/ragam-fungisida.jpg 800w\" sizes=\"(max-width: 407px) 100vw, 407px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber: 8villages.com<\/em><\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\"><strong>Fungisida Nabati\/Alam<\/strong><\/span><\/h4>\n<p>Berbeda dengan fungisida sintetik, fungisida nabati berdasarkan bahan penyusunnya diperoleh dari bahan \u2013 bahan alam seperti bahan nabati maupun mikroorganisme. Penggunaan fungisida nabati cenderung lebih aman karena memiliki onset kerja yang lambat dan efek toksik yang tidak besar namun bila terpapar terus menerus pun bisa sangat membahayakan.<\/p>\n<p>Penggunaan daun sirih sebagai antifungal mampu membunuh fungi pathogen dengan cara menganggu dan menghambat dinding sel yang merupakan komponen utama dalam pengatur protein. Fungisida nabati tapak liman dan mimba juga memiliki cara kerja yang sama guna mengatasi penyakit bulai pada tanaman jagung.<\/p>\n<p>Beberapa jenis fungisida yang dapat kamu temukan di alam yakni: minyak cengkeh, minyak pohon teh, minyak oregano, minyak jojoba, kluwak, kulit randu, dan lain \u2013 lain.<\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/pestisida-palsu-dan-ilegal-rugikan-petani\/\"><span style=\"color: #008000;\">Melihat Sisi Pestisida Palsu dan Ilegal yang Merugikan Produsen dan Petani<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<p><strong>REFERENSI<\/strong><\/p>\n<p>Azzamy. 2015. Pengertian Fungisida dan Jenis \u2013 Jenis Fungisida. Diakses dari: https:\/\/mitalom.com\/pengertian-fungisida-dan-jenis-jenis-fungisida\/<\/p>\n<p>Jatmiko, R. 2016. Asesman Paparan Residu Fungisida Azoxystrobin dalam Buah Melon (Cucumis melo L.) Terhadap Keamanan Konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta. [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Sanatha Dharma.<\/p>\n<p>Sekarsari, A.R., J. Prasetyo, T. Maryono. 2013. Pengaruh Beberapa Fungisida Nabati Terhadap Keterjadiaan Penyakit Bulai Pada Jagung Manis (Zea mays saccharate). Journal Agrotek Tropika. Vol. 1, No. 5. Hal. 98 \u2013 101.<\/p>\n<p>Mu\u2019min Z., Nurul. 2017. Uji Efektivitas Beberapa Fungisida dalam Mengendalikan Penyakit Antraknosa (Colletotrichum sp.) pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) secara In Vitro [Tesis]. Makassar: Universitas Hasanuddin.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fungisida merupakan salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi jamur penyebab pathogen\/penyakit. Secara harfiah fungisida dapat digolongkan dalam dua kata yakni fungi yang berarti jamur dan sida yang berarti&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":12279,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4],"tags":[2385],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/fungisida-oleh-petani.jpg","author_info":{"display_name":"Suryadi Pappa","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/suryadi-pappa\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12278"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12278"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12284,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12278\/revisions\/12284"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12279"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}