{"id":12370,"date":"2024-08-30T01:00:56","date_gmt":"2024-08-29T18:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12370"},"modified":"2024-08-31T18:47:26","modified_gmt":"2024-08-31T11:47:26","slug":"9-jenis-ayam-kalkun-di-indonesia-yang-bisa-dibudidayakan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/9-jenis-ayam-kalkun-di-indonesia-yang-bisa-dibudidayakan\/","title":{"rendered":"9 Jenis Ayam Kalkun di Indonesia yang Bisa Dibudidayakan"},"content":{"rendered":"<p>Ayam kalkun merupakan jenis unggas yang mempunyai badan berukuran besar. Ayam ini dipercaya berasal dari Amerika, tempat pertama kali ditemukannya. Terdapat 9 jenis ayam kalkun Indonesia yang harus Anda ketahui.<\/p>\n<p>Ayam kalkun seringkali dijadikan hewan peliharaan atau pembudidayaan, sebagai peluang usaha yang cukup menjanjikan. Ayam ini juga menghasilkan daging yang memiliki cita rasa sedap.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #008000;\">9 Jenis Ayam Kalkun<\/span><\/h2>\n<p>Terdapat 9 jenis ayam kalkun di Indonesia yang dibedakan sesuai dengan warna bulu ayam tersebut, Berikut diantaranya,<\/p>\n<h6>1. Kalkun Golden Palm<\/h6>\n<p>Jenis ayam kalkun golden palm mempunyai berbagai variasi warna di bulunya. Adapun perpaduan warnanya yaitu hitam, coklat berpadu putih, serta ekornya bewarna putih, bagian atas terdapat strip hitam.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12374 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-golden-palm-300x300.jpg\" alt=\"ayam kalkun golden palm\" width=\"398\" height=\"398\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-golden-palm-300x300.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-golden-palm-150x150.jpg 150w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-golden-palm-65x65.jpg 65w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-golden-palm.jpg 336w\" sizes=\"(max-width: 398px) 100vw, 398px\" \/><\/p>\n<p>Warna kepala ayam kalkun jenis golden palm berwarna kebiruan, dengan pial warna merah, serta warna putih abu-abu di bagian kakinya. Anda bisa menemukan jenis ayam kalkun yang satu ini di berbagai pasar lokal Indonesia.<\/p>\n<h6>2. Kalkun Bronze<\/h6>\n<p>Kalkun bronze adalah jenis ayam kalkun yang cukup terkenal di Indonesia. Adapun ciri khas dari ayam ini terlihat pada warna bulunya, berwarna hitam kecoklatan dengan paduan putih. Jenis kalkun yang satu ini menghasilkan daging dengan cita rasa sedap.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12373 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-bronze-300x300.jpg\" alt=\"ayam kalkun bronze\" width=\"397\" height=\"397\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-bronze-300x300.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-bronze-150x150.jpg 150w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-bronze-65x65.jpg 65w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-bronze.jpg 317w\" sizes=\"(max-width: 397px) 100vw, 397px\" \/><\/p>\n<h6>3. Kalkun Narragansett<\/h6>\n<p>Jenis ayam kalkun narragansett satu ini mempunyai warna campuran antara warna kuning keemasan dengan warna abu-abu gelap. Di bagian bulu ekor kalkun ini mempunyai corak yang hampir mirip seperti batik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\" wp-image-12372 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-narragansett-300x254.jpg\" alt=\"ayam kalkun narragansett\" width=\"378\" height=\"320\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-narragansett-300x254.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/ayam-kalkun-narragansett.jpg 413w\" sizes=\"(max-width: 378px) 100vw, 378px\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">BACA JUGA: <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/kisah-keberhasilan-dari-usaha-peternak-kalkun\/\">Kisah Keberhasilan dari Usaha Peternak Kalkun<\/a><\/span><\/h6>\n<\/blockquote>\n<h6>4. Kalkun Pencilled Palm<\/h6>\n<p>Jenis ayam kalkun pencilled palm mempunyai perpaduan warna yang hampir sama seperti batik pada bagian bulu ekornya. ada pula yang menyebut jenis ayam ini kalkun pencilled tiger karena terdapat perpaduan warna yang mirip dengan bulu macan.<\/p>\n<h6>5. Kalkun Bourbon Red<\/h6>\n<p>Ayam kalkun bourbon red dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Karena jarang ada yang memelihara ayam ini meskipun cukup terkenal dikalangan peternak. Ayam kalkun ini memiliki warna merah kecoklatan.<\/p>\n<h6>6. Kalkun White Holland atau Kalkun Putih<\/h6>\n<p>Ayam kalkun white Holland seringkali disebut dengan nama ayam kalkun putih, karena memiliki bulu berwarna putih di sekitar tubuhnya. Di Indonesia sendiri, ayam ini cukup terkenal serta sering diternak atau dipelihara oleh penghobi ayam kalkun.<\/p>\n<h6>7. Kalkun Blue Slate<\/h6>\n<p>Ayam kalkun blue slate adalah jenis kalkun yang tergolong baru di Indonesia sekitar tahun 2016. Karena ayam ini masih baru di Indonesia, sehingga keberadaannya pun masih langka.<\/p>\n<h6>8. Kalkun Black Spanish<\/h6>\n<p>Aayam kalkun black spanish merupakan jenis ayam kalkun yang paling mahal dibandingkan dengan yang lainnya. Karena harganya yang relatif mahal, jenis ayam ini sering dibudidayakan dengan memanfaatkan keindahannya menjadi ayam hias.<\/p>\n<h6>9. Kalkun Self Buff<\/h6>\n<p>Ayam kalkun self buff mempunyai perpaduan warna yaitu coklat muda dengan putih. Ayam kalkun yang satu ini masih jarang dibudidayakan di Indonesia.<\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">BACA JUGA: <span style=\"color: #008000;\"><a style=\"color: #008000;\" href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/cara-beternak-kalkun\/\">Cara Beternak Kalkun yang Mendatangkan Keuntungan<\/a><\/span><\/h6>\n<\/blockquote>\n<hr \/>\n<p>Itulah 9 jenis ayam kalkun di Indonesia yang bisa Anda budidayakan. Jika Anda berniat ingin memelihara ayam kalkun, jangan lupa untuk merawatnya dengan baik. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru lainnya? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><strong>Gambar utama: Pixabay.com<\/strong><\/p>\n<hr \/>\n<p><strong>Referensi: <\/strong><\/p>\n<p>hobiternak.com\/jenis-ayam-kalkun-2\/<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ayam kalkun merupakan jenis unggas yang mempunyai badan berukuran besar. Ayam ini dipercaya berasal dari Amerika, tempat pertama kali ditemukannya. Terdapat 9 jenis ayam kalkun Indonesia yang harus Anda ketahui.&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":12371,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[4,842],"tags":[2397,2398],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/turkey-3502673_1920.jpg","author_info":{"display_name":"Epin Supini","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/epin-supini\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12370"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12370"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12370\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12377,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12370\/revisions\/12377"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12371"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12370"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12370"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12370"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}