{"id":12408,"date":"2023-09-19T01:00:37","date_gmt":"2023-09-18T18:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=12408"},"modified":"2023-09-20T10:33:08","modified_gmt":"2023-09-20T03:33:08","slug":"keistimewaan-kemuning-yang-perlu-kamu-ketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/keistimewaan-kemuning-yang-perlu-kamu-ketahui\/","title":{"rendered":"Inilah Keistimewaan Kemuning Yang Perlu Kamu Ketahui"},"content":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan negara besar yang memiliki biodiversitas yang tinggi sehingga banyak terdapat jenis flora dan fauna di Indonesia. Salah satunya adalah kemuning. Kemuning merupakan salah satu tanaman yang langka.<\/p>\n<p>Tumbuhan dengan nama ilmiah <em>Murraya paniculata<\/em> ini di dalam tulisan Rifai (1994), <em>A Discourse in Biodiversitas Utilization in Indonesia<\/em> menjelaskan bahwa kemuning termasuk ke dalam tiga puluh tumbuhan obat langka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12410 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-300x225.jpg\" alt=\"kemuning\" width=\"387\" height=\"290\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-300x225.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-360x270.jpg 360w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning.jpg 512w\" sizes=\"(max-width: 387px) 100vw, 387px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber : alamipedia.com<\/em><\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Mengenal Apa itu Kemuning?<\/span><\/h4>\n<p>Secara morfologi, kemuning merupakan tanaman perdu yang dapat tumbuh mencapai 8 meter, bercabang serta beranting banyak dengan batang yang keras, beralur dan tidak berduri. Daun kemuning memiliki bentuk majemuk bersirip ganjil dan memiliki anakan daun sekitar 3-9 yang letaknya berseling. Helaian daunnya bertangkai berbentuk telur, sungsang dengan ujung pangkal runcing, tepinya rata atau sedikit bergerigi. Panjang daunnya sekitar 2-7 cm dengan lebar antara 1-3 cm. Daunnya berwarna hijau dengan permukaan licin dan mengkilap.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-12409 aligncenter\" src=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-2.jpg\" alt=\"kemuning\" width=\"362\" height=\"360\" srcset=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-2.jpg 300w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-2-150x150.jpg 150w, https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning-2-65x65.jpg 65w\" sizes=\"(max-width: 362px) 100vw, 362px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Sumber : ikuiri.com<\/em><\/p>\n<p>Bunganya majemuk yang berbentuk tandan dan terdiri atas 1-8 bunga. Karena tajuknya yang lebar dan bunganya yang memiliki nilai estetika, kemuning sering dijadikan tanaman hias. Sementara bentuk buahnya bulat memanjang atau bulat telur yang memanjang berukuran 8-12 mm. Buah berwarna hijau saat masih muda dan berubah warna menajdi merah mengkilap saat sudah tua. Di dalam buahnya memiliki biji dua buah.<\/p>\n<h4><span style=\"color: #008000;\">Keistimewaan Kemuning<\/span><\/h4>\n<p>Bagian, daun, bunga dan akar kemuning umumnya diolah menjadi obat herbal. \u00a0Daun kemuning kering sering dijadikan bahan obat tradisional dan juga diekstrak.\u00a0 Daun kemuning dikenal memiliki efek farmakologis sebagai anestesia atau pemati rasa, antiradang, antirematik, sedatif, antitiroid, penghilang bengkak, memeperlancar peredaran darah, membantu melangsingkan tubuh dan menghaluskan kulit.<\/p>\n<p>Selain itu daun kemuning juga mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, tanin dan steroid yang membantu menurukan kolestrol dalam darah. Dalam beberapa penelitian juga disebutkan bahwa daun kemuning juga dilaporkan mempunyai aktivitas biologi sebagai antibakteri dan antipirek (penurun panas).<\/p>\n<blockquote>\n<h6 style=\"text-align: center;\">BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-untuk-merawat-tanaman-hias-daun-suplir\/\"><span style=\"color: #008000;\">Ikuti Langkah Ini Untuk Merawat Tanaman Hias Daun Suplir<\/span><\/a><\/h6>\n<\/blockquote>\n<hr \/>\n<p>Itulah artikel mengenai keistimewaan kemuning yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.<\/p>\n<p>Butuh artikel pertanian atau berita pertanian terbaru lainnya? Langsung saja klik di <strong><\/strong>.<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan negara besar yang memiliki biodiversitas yang tinggi sehingga banyak terdapat jenis flora dan fauna di Indonesia. Salah satunya adalah kemuning. Kemuning merupakan salah satu tanaman yang langka. Tumbuhan&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":12410,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[2370],"tags":[2407,161],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/kemuning.jpg","author_info":{"display_name":"Nevy Widya Pangestika","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/nevy-widya-pangestika\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12408"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12408"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12408\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12411,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12408\/revisions\/12411"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/12410"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}