{"id":1244,"date":"2024-04-24T01:00:46","date_gmt":"2024-04-23T18:00:46","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1244"},"modified":"2024-04-24T12:03:31","modified_gmt":"2024-04-24T05:03:31","slug":"hama-daun-cabai-keriting-cara-mengendalikannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hama-daun-cabai-keriting-cara-mengendalikannya\/","title":{"rendered":"3 Hama Penyebab Daun Cabai Keriting dan Cara Mengendalikannya"},"content":{"rendered":"<p>Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian di Indonesia yang paling banyak diserang oleh hama. Salah satu akibat serangan hama pada tanaman cabai adalah daunnya yang keriting.<\/p>\n<p>Tentu saja daun adalah bagian tanaman yang sangat penting untuk dirawat\u00a0karena\u00a0daun adalah tempat tanaman memasak makanan. Jika daun tanaman bermasalah, maka tanaman tersebut akan sulit memproses makanannya sendiri.<\/p>\n<p>Masalah daun cabai keriting dapat terjadi pada jenis cabai apa saja, kapan\u00a0dan di mana saja. Setidaknya ada 3\u00a0hama yang menyebabkan masalah ini, yaitu <em><i>thrips, aphids, <\/i><\/em>dan tungau. Ketiga\u00a0hama ini merupakan jenis hama kutu-kutuan yang dapat menyerang saat pembibitan, masa pertumbuhan, bahkan saat cabai sudah berbuah.<\/p>\n<p>Ketiganya memang membuat daun cabai menjadi keriting, namun dampak serangannya sebenarnya berbeda-beda jika kita perhatikan lebih teliti. Hama <em><i>thrips <\/i><\/em>dan tungau dapat menyebabkan daun cabai keriting dan rontok, sementara hama <em><i>aphids<\/i><\/em>\u00a0biasanya tidak menyebabkan daun rontok.<\/p>\n<p>Agar lebih jelas, berikut pemaparan singkat tentang ketiga hama yang menyebabkan daun keriting serta cara pengendaliannya.<\/p>\n<h2><b><\/b>Thrips (<em><i>Thrips tabacci<\/i><\/em>)<\/h2>\n<figure id=\"attachment_1247\" aria-describedby=\"caption-attachment-1247\" style=\"width: 2000px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1247 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Thrips-Hama-Penyebab-Daun-Cabai-Keriting.jpg\" alt=\"Thrips, Hama Penyebab Daun Cabai Keriting\" width=\"2000\" height=\"1429\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1247\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: omafra.gov.on.ca<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Hama ini memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dengan panjang kira-kira 1-1.2 mm. Biasanya,\u00a0ia berkumpul di permukaan daun cabai dan dapat dilihat dengan mata telanjang.<\/p>\n<p>Hama <em><i>thrips <\/i><\/em>menyerang pucuk daun atau daun cabai yang masih muda dengan menghisap cairan yang terdapat pada daun tersebut. Daun yang sudah diserang oleh hama ini biasanya\u00a0mengerut, berubah menjadi keriting, melengkung ke atas, bahkan mudah rontok. Warnanya juga akan berubah menjadi keperakan.<\/p>\n<p>Pengendalian hama <em><i>thrips<\/i><\/em>\u00a0dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Bersihkan gulma di sekitar lahan<\/li>\n<li>Jauhkan tanaman cabai muda dengan yang lebih tua<\/li>\n<li>Melakukan rotasi tanaman<\/li>\n<li>Semprotkan akarisida berbahan aktif abamectin, misalnya bamex dan alfamex<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca: <a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-lalat-buah-cabai\/\" rel=\"bookmark\">Cara Mengendalikan Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b><i><\/i><\/b>Aphids (Kutu daun)<\/h2>\n<p>Ukuran tubuh hama ini cenderung lebih besar dibandingkan dengan\u00a0hama lain yang menyebabkan daun cabai keriting. Karena ukurannya yang lebih besar, ia tidak mudah berpindah dari satu daun ke daun lain. Walaupun demikian, hama ini tetap saja harus dibasmi jika ingin tanaman cabai memiliki hasil yang lebih maksimal.<\/p>\n<p>Hama ini biasanya begerombol di batang cabai atau bersembunyi di bawah permukaan daun. Mereka menyebabkan kerusakan daun cabai dengan menghisap cairan yang ada pada batang dan daun.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1248\" aria-describedby=\"caption-attachment-1248\" style=\"width: 2000px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1248 size-full\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Aphids-Kutu-Daun-Hama-Penyebab-Daun-Cabai-Keriting.jpg\" alt=\"Aphids (Kutu Daun), Hama Penyebab Daun Cabai Keriting\" width=\"2000\" height=\"1500\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-1248\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sumber: almanac.com<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Gejala serangan <em><i>aphids<\/i><\/em>\u00a0dapat terlihat dengan banyaknya semut yang bergerombol pada tanaman. Hal ini disebabkan oleh\u00a0<em><i>aphids<\/i><\/em>\u00a0dapat mengeluarkan embun madu yang disukai semut, juga dapat menyebabkan tumbuhnya jamur embun jelaga dan menghambat proses fotosintesis. Tanaman yang sudah diserang biasanya dicirikan dengan batang dan daunnya yang menghitam, \u00a0pertumbuhan tanaman yang sangat lambat,\u00a0dan daun yang keriting.<\/p>\n<p>Ada beberapa cara untuk mengendalikan hama <em><i>aphids<\/i><\/em>\u00a0ini, yaitu:<\/p>\n<ul>\n<li>Menjaga kebersihan lahan<\/li>\n<li>Melakukan rotasi tanaman<\/li>\n<li>Menghindari penanaman cabai di dekat kacang panjang karena <em><i>aphids <\/i><\/em>juga dapat menyerang tanaman kacang panjang<\/li>\n<li>Melakukan penyemprotan akarisida demolish, agrimex, jargon, dan akarisida lain yang sejenis<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/mengendalikan-penyakit-cabai\/\" rel=\"bookmark\"><strong>6 Cara Mengendalikan Penyakit Antraknosa \/ Patek pada Cabai<\/strong><\/a><\/p>\n<h2>Tungau (<em><i>Mites<\/i><\/em>)<\/h2>\n<p>Hama ini memiliki tubuh yang berukuran kecil dan biasanya bersembunyi di bawah permukaan daun. Biasanya, serangan hama tungau meningkat pada saat musim kemarau karena ia cenderung cepat berkembang biak pada suhu yang tinggi. Dengan keadaan suhu demikian, telurnya dapat menetas dalam waktu 3 hari dan segera menjadi tungau dewasa dalam waktu 5 hari.<\/p>\n<p>Serangan tungau akan mengakibatkan kerusakan pada jaringan mesofil tanaman yang membuat daun cabai menjadi keriting, mengecil, menggulung ke bawah, bahkan rontok. Oleh karena itu, petani harus tahu cara mengendalikannya. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:<\/p>\n<ul>\n<li>Menjaga kebersihan lahan<\/li>\n<li>Melakukan rotasi tanaman<\/li>\n<li>Menghindari penanaman cabai dengan cabai yang lebih tua karena tungau adalah jenis hama yang mudah melompat dari satu tanaman ke tanaman lain<\/li>\n<li>Menjaga agar tanaman tidak mengalami kekeringan, terutama pada musim kemarau, karena tungau cepat berkembang biak di area yang kering dan bersuhu tinggi<\/li>\n<li>Menyemprotkan akarisida dengan bahan aktif abamectin, seperti demolish dan bamex<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/langkah-menanam-cabai-untuk-pemula\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Hanya 5 Langkah Menanam Cabai untuk Pemula<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\"><em>Penulis:\u00a0<a href=\"http:\/\/geniuslector.com\/\"><strong>Hutri Cika Berutu<\/strong><\/a>\u00a0<\/em><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<strong><\/strong><\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cabai merupakan salah satu komoditas pertanian di Indonesia yang paling banyak diserang oleh hama. Salah satu akibat serangan hama pada tanaman cabai adalah daunnya yang keriting. Tentu saja daun adalah&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1246,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[846,1],"tags":[37,218,47],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Hama-Penyebab-Daun-Cabai-Keriting-dan-Cara-Mengendalikannya.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1244"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1244"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1244\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1251,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1244\/revisions\/1251"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1246"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1244"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1244"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1244"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}