{"id":1253,"date":"2018-11-26T10:06:41","date_gmt":"2018-11-26T03:06:41","guid":{"rendered":"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/?p=1253"},"modified":"2018-11-26T10:06:41","modified_gmt":"2018-11-26T03:06:41","slug":"gita-yuliarti-hidroponik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/gita-yuliarti-hidroponik\/","title":{"rendered":"Ini Dia Mahasiswa Pascasarjana, Gita Yuliarti, yang Menekuni Hidroponik"},"content":{"rendered":"<p>Penyempitan lahan akibat alih fungsi lahan merupakan salah sau masalah dalam bidang pertanian. Namun,\u00a0semua itu dapat kita siasati dan atasi dengan cara hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu teknik dalam bidang pertanian yang\u00a0digunakan untuk mensiasati lahan yang semakin hari semakin berkurang. Hal itulah yang dilakukan oleh seorang mahasiswi pascasarjana asal Padang.<\/p>\n<p>Mahasiswi yang memiliki nama lengkap Gita Yuliarti AP ini memiliki ide untuk membuka usaha hidroponik\u00a0sejak 3 tahun yang lalu yakni pada tanggal 20 November 2015. Mengapa ia memilih teknik hidroponik? Karena\u00a0lahan yang dibutuhkan dalam teknik ini tidaklah luas. Ia beranggapan bahwa dengan menggunakan teknik ini,\u00a0hasil pertaniannya memiliki nilai lebih di\u00a0pasaran\u00a0karena teknik ini tidak menggunakan pestisida, lebih alami dan sehat. Selain,\u00a0teknik hidroponik memiliki nilai estetika yang lebih,\u00a0menurutnya.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/perbedaan-sayur-hidroponik-dengan-organik\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Perbedaan Sayur Hidroponik VS Organik<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"wp-image-1255 aligncenter\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Gita-Yuliarti-AP.jpg\" alt=\"Gita Yuliarti AP\" width=\"300\" height=\"402\" \/><\/p>\n<p>Dengan keinginan\u00a0dan tekad yang kuat\u00a0serta modal awal Rp. 3.000.000,\u00a0mahasiswi yang akrab disapa Gita ini mampu membuat seperangkat alat hidroponik untuk lahan yang ia miliki dengan 10 paralon dan\u00a0320 lubang tanam.<\/p>\n<p>Mahasiswi kelahiran Kubu Baru tahun 1994 ini pada awalnya\u00a0memiliki modal dari tabungannya sendiri. Saat ini,\u00a0usaha hidroponik yang ia jalankan 3 tahun yang lalu sudah semakin besar dan telah mendapatkan bantuan dana dari PWMP (Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian)\u00a0dan kini lahannya sudah bertambah luas\u00a0yaitu sekitar \u00bc hektar dengan 8000 lubang tanam.<\/p>\n<p>Mulanya,\u00a0usaha ini hanya dilakukan dengan suaminya saja. Namun,\u00a0mengingat usahanya sekarang semakin berkembang, ia mendirikan sebuah komunitas hidroponik yang bernama\u00a0Hidroponik_55 yang sekarang sudah ada 3 orang <em><i>owner<\/i><\/em>\u00a0yang dia rekrut dari penggerak hidroponik juga, Andres dan Muchsectio, merekalah yang membantunya\u00a0sekarang.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/hidroponik-sistem-tetes\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Mengenal Hidroponik Sistem Tetes dan Cara Membuatnya<\/strong><\/a><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-1257\" src=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Hasil-Panen-Gita-Yuliarti-dari-Teknik-Hidroponik.jpg\" alt=\"Hasil Panen Gita Yuliarti dari Teknik Hidroponik\" width=\"960\" height=\"540\" \/>Dalam usaha hidroponiknya, Gita Yuliarti membudidayakan komoditas sayur-sayuran yang termasuk sayuran brasicae seperti pakcoy, kaila, kale, pagoda yang dapat dipanen 21 hingga 30 hari, tanaman kangkung dengan masa panen 15 hari,\u00a0dan juga bayam yang bisa dipanen saat berusia sekitar 3 minggu. Ia juga menanam benih-benih rumput liar yang dapat digunakan sebagai bahan pakan untuk ternak. Selain itu, ia juga membudidayakan tanaman obat-obatan,\u00a0misalnya saja daun <em><i>mint<\/i><\/em>\u00a0dan kemangi yang dapat\u00a0dipanen setiap hari setelah dikembangkan sekitar 2 minggu.<\/p>\n<p>Dari hasil panennya itu,\u00a0ia biasanya menjualnya ke kalangan dosen\u00a0dan\u00a0karyawan rumah sakit\u00a0dengan sistem pre-order dimana konsumen harus memesannya terlebih dahulu sebelum melakukan\u00a0transaksi. Namun,\u00a0ia pun mengaku bahwa sebelum menggunakan\u00a0sistem pre-order,\u00a0ia juga pernah menggunakan sistem jual beli seperti biasanya. Segmen pasarnya pun hanya masyarakat yang tinggal di sekitar rumahnya. Harga dari penjualan setiap lobangnya yakni Rp. 5.000 dengan keuntungan sekitar Rp. 15.000.000 per bulannya.<\/p>\n<p><strong>Baca: <\/strong><a href=\"http:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/oshi-trisna-petani-millenial\/\" rel=\"bookmark\"><strong>Oshi Trisna, Mahasiswa Yang Sudah Menekuni Hidroponik<\/strong><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: right;\">Penulis:\u00a0<strong>Ahkmad Zaynuri Alfarizi<br \/>\n<\/strong><em>Mahasiswa S1 Agribisnis Universitas Trunojoyo<br \/>\n<\/em><\/p>\n<hr class=\"wp-block-separator is-style-wide\" \/>\n<p>Sudah download aplikasi Pak Tani Digital? Klik di\u00a0<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyempitan lahan akibat alih fungsi lahan merupakan salah sau masalah dalam bidang pertanian. Namun,\u00a0semua itu dapat kita siasati dan atasi dengan cara hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu teknik dalam bidang&hellip; <!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1254,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ub_ctt_via":""},"categories":[70],"tags":[50,219,12,80],"featured_image_src":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-content\/uploads\/2018\/11\/Gita-Yuliarti-AP-Mahasiswa-Pascasarjana-yang-Menekuni-Hidroponik.jpg","author_info":{"display_name":"Pak Tani","author_link":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/author\/ptd\/"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253"}],"collection":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1253"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1258,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1253\/revisions\/1258"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1254"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/paktanidigital.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}